Mengenal Seni Grafis Cetak Tinggi Lewat Teknik Cukil Papan Kayu

Smallest Font
Largest Font

Seni rupa yang dalam proses pengerjaannya menggunakan cara mencungkil acuan cetakan adalah seni grafis, khususnya rumpun seni cetak tinggi atau woodcut printmaking. Seni ini menuntut ketelitian tinggi karena bagian yang dicungkil tidak akan terkena tinta, sedangkan bagian permukaan atas yang utuh akan menghasilkan gambar utama. Masalah nyata yang sering dihadapi oleh para pemula dalam teknik ini adalah kegagalan transfer tinta akibat kedalaman cukilan yang tidak rata atau proses pengeringan acuan yang kurang maksimal.

Memahami karakter medium dan alat potong menjadi kunci utama agar hasil cetakan tampil sempurna dan memiliki nilai estetika tinggi. Melalui pemahaman taktil terhadap material pendukung, Anda bisa menciptakan karya reproduksi grafika yang konsisten. Artikel ini akan mengupas tuntas langkah demi langkah pembuatan karya seni cetak tinggi berdasarkan standar praktik studio profesional.

Seni cetak tinggi bekerja dengan memanfaatkan perbedaan ketinggian permukaan media untuk mentransfer desain ke atas kertas. Bagian yang menonjol akan menjadi penghantar warna, sementara area yang berlubang akibat proses cukil akan menyisakan ruang putih murni.

Karakteristik Bahan Acuan Utama

Bahan yang kerap digunakan dalam dunia akademis dan profesional berkisar antara papan kayu, triplek, hingga lembaran linoleum. Dalam beberapa praktik kerajinan lain seperti pembuatan gerabah kecil, seniman menggunakan teknik pinching atau pijat tekan yang biasanya menghasilkan benda kerajinan tanah liat berukuran relatif kecil hingga sedang. Tanah liat memiliki tekstur lembut dan lunak sehingga mudah dibentuk, namun sangat kontras dengan karakter papan kayu yang keras dan rigid untuk seni grafis.

Dari pengalaman saya menangani studio cetak, pemilihan serat kayu triplek sangat memengaruhi alur pisau saat proses pengerjaan berlangsung. Serat yang terlalu kasar cenderung membuat mata pisau tersangkut dan merusak detail desain yang halus.

Peralatan Esensial Lab Grafika

Untuk memulai proses pencungkilan acuan, Anda memerlukan seperangkat alat potong khusus yang memiliki profil mata pisau bervariasi. Profil berbentuk huruf U digunakan untuk mengeruk area luas, sedangkan bentuk V dipakai untuk mengukir garis batas yang presisi.

  • Pisau cukil (carving tools) bentuk V dan U.
  • Papan kayu acuan atau triplek berkualitas tinggi.
  • Rol karet (brayer) untuk meratakan tinta secara konsisten.
  • Tinta cetak berbasis minyak atau air khusus grafika.
  • Mesin pres (hand press machine) untuk memindahkan gambar ke kertas.
SENI GRAFIS CETAK TINGGI - CUKIL LINO | Silvii Agustin

Tahapan Teknis Pembuatan Karya Seni Cetak Tinggi

Proses pembuatan karya metode reproduksi grafika memerlukan disiplin tinggi di setiap tahapannya agar hasil cetakan tidak meleset dari desain awal. Berdasarkan paparan Jonata Witabora selaku Printing Studio Coordinator DKV BINUS UNIVERSITY, proses pembuatan karya Metode Reproduksi Grafika (MRG) meliputi pencungkilan papan atau triplek dengan pisau khusus di Lab MRG, pemberian tinta, pencetakan pada kertas kosong menggunakan mesin pres, hingga proses penjemuran selama kurang lebih satu hari.

Langkah-langkah terstruktur di bawah ini memetakan seluruh alur kerja mulai dari pemindahan sketsa hingga penjemuran hasil akhir cetakan secara presisi.

  1. Pembuatan Desain Terbalik (Mirroring): Gambar sketsa pada permukaan papan secara terbalik karena hasil cetakan akhir akan menjadi kebalikan dari posisi gambar pada acuan.
  2. Proses Mencungkil Papan: Gunakan pisau V untuk menegaskan garis tepi desain, lalu gunakan pisau U untuk membuang bagian latar belakang papan yang tidak ingin diberi tinta.
  3. Pengaplikasian Tinta Cetak: Tuangkan tinta di atas kaca, ratakan dengan rol karet hingga tipis dan merata, kemudian gulingkan rol tersebut di atas permukaan papan acuan yang telah dicungkil.
  4. Pengepresan ke Media Kertas: Letakkan kertas kosong di atas papan berpenintaan, lalu masukkan ke dalam mesin pres untuk memberikan tekanan yang merata ke seluruh bidang gambar.
  5. Proses Penjemuran Karya: Angkat kertas secara perlahan dari acuan, kemudian gantung kertas tersebut di ruang pengering untuk membiarkan tinta meresap dan mengering sempurna.
Dalam kasus yang sering saya temui di lapangan, mahasiswa atau pemula sering kali terburu-buru mengangkat kertas sebelum tekanan mesin pres merata. Akibatnya, kepekatan tinta di sisi kanan dan kiri menjadi timpang dan merusak nilai estetika karya rupa tersebut.

Eksplorasi Warna dan Manajemen Ruang Jemur

Pengerjaan seni cetak tinggi akan menjadi jauh lebih kompleks ketika Anda memutuskan untuk menggunakan lebih dari satu warna di dalam satu komposisi gambar rupa. Setiap penambahan dimensi warna baru menuntut pembuatan cetakan acuan terpisah yang harus sinkron satu sama lain.

Teknik Multi-Warna dengan Papan Berbeda

Menurut penjelasan Jonata Witabora dari DKV BINUS UNIVERSITY, jika menggunakan dua warna, mahasiswa melakukan dua kali pengerjaan dengan papan yang berbeda. Hal ini membutuhkan sistem registrasi yang sangat ketat pada mesin pres agar posisi warna pertama dan warna kedua tidak bergeser bahkan sepotong milimeter pun.

Kesalahan umum yang saya lihat adalah kurangnya ketepatan dalam membuat tanda pembatas posisi kertas pada papan acuan kedua. Akibatnya, warna kedua kerap menumpuk di luar area yang seharusnya, membuat gambar tampak blur atau berbayang.

Durasi Pengeringan Hasil Cetak

Setelah kertas melalui mesin pres, molekul tinta memerlukan waktu penyerapan yang cukup lama agar menempel kokoh pada serat kertas. Proses penjemuran kertas yang telah dicetak melalui mesin pres membutuhkan waktu kurang lebih selama satu hari untuk hasil maksimal.

Estimasi Waktu Pengerjaan Seni Grafis Cetak Tinggi
Tahapan ProsesDurasi WaktuMedia Utama
Desain & Cukil Papan3–5 JamPapan Kayu / Triplek
Rol & Pres Tinta15–30 MenitMesin Pres & Kertas
Proses Penjemuran24 JamGantungan Pengering

Apresiasi Karya Melalui Eksibisi Akademis

Karya seni grafis yang dibuat dengan cucuran keringat dan konsentrasi tinggi ini sangat layak untuk diapresiasi oleh publik luas dalam format pameran resmi. Melalui eksibisi, publik bisa melihat langsung keindahan tekstur cetakan yang tidak bisa ditiru oleh mesin cetak digital modern.

Sebagai contoh nyata, pameran hasil karya Metode Reproduksi Grafika (MRG) pernah menampilkan 50 karya mahasiswa semester 4 jurusan DKV BINUS UNIVERSITY. Pameran karya seni MRG dilaksanakan mulai tanggal 13 Agustus 2014 hingga akhir Agustus 2014, bertempat di Lab DKV, School of Design BINUS UNIVERSITY.

Koordinator Ruang Karya & Galeri BINUS UNIVERSITY, Meilani, menjelaskan bahwa pameran bertujuan meningkatkan rasa bangga pemilik karya karena usahanya dipamerkan dan dinikmati banyak orang. Pameran yang diselenggarakan selama kegiatan FEP ini juga bertujuan memberi tahu mahasiswa baru bahwa DKV tidak hanya sekadar menggambar, melainkan banyak hal lain yang dipelajari dan dibuat, termasuk seni cetak tinggi ini.

Keunikan dari teknik cetak tinggi terletak pada konsistensi manualnya yang khas. Guratan pisau cukil yang tertinggal pada acuan kayu memberikan karakter organik yang kuat, sebuah identitas visual yang menegaskan bahwa seni reproduksi grafis konvensional tetap memiliki tempat istimewa di tengah gempuran teknologi kecerdasan buatan dan visual digital saat ini.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed