Berapa Batang Besi yang Dibeli Cara Menghitung Kebutuhan Sloof dan Kolom Rumah

Smallest Font
Largest Font

Membangun rumah impian memerlukan perencanaan matang, terutama saat menghitung volume material struktur bawah seperti sloof dan kolom beton. Pertanyaan yang sering muncul di benak pemilik rumah biasanya berkisar pada pertanyaan seperti "berapa panjang besi beton per batang?" atau bagaimana cara memastikan pembelian material tidak kurang. Kesalahan umum yang sering saya temui di lapangan adalah pemilik rumah menyerahkan kalkulasi sepenuhnya kepada tukang tanpa melakukan cek silang.

Akibatnya, material besi beton sering kali sisa terlalu banyak atau justru kurang di tengah jalan, yang akhirnya membuat biaya pengiriman membengkak. Melalui artikel ini, kita akan membedah secara runut langkah demi langkah mencari kebutuhan besi pokok tulangan serta sengkang secara presisi. Pemahaman dasar ini sangat penting agar proses belanja material ke toko bangunan menjadi lebih efisien.

Sebelum masuk ke rumus hitung besi sloof, Anda harus mengenali komponen pembentuk struktur ini. Sloof adalah balok beton bertulang yang diletakkan secara horizontal di atas pondasi, sedangkan kolom adalah tiang vertikal yang menyalurkan beban ke bawah.

Ukuran sloof beton pada rumah tinggal umumnya memiliki tinggi rata-rata sekitar 15 cm hingga 20 cm. Dari pengalaman saya menangani berbagai proyek, ukuran ini sangat krusial untuk menjaga kestabilan dinding di atasnya agar tidak mudah retak akibat pergeseran tanah. Di dalam struktur beton tersebut, terdapat dua jenis besi yang saling mengikat. Pertama adalah besi tulangan pokok yang dipasang memanjang, dan kedua adalah besi sengkang atau begel yang dipasang melintang membungkus besi pokok.

Spesifikasi Besi Beton di Pasaran

Satu hal mendasar yang wajib Anda kunci sebelum menghitung adalah panjang standar batang besi toko. Berdasarkan standar yang berlaku di Indonesia, panjang satu batang besi standar yang dijual di pasaran/toko material adalah 12 meter.

Angka 12 meter ini menjadi pembagi utama dalam setiap rumus pencarian jumlah batang besi beton. Jangan pernah menggunakan angka estimasi lain karena ukuran ini sudah menjadi ketetapan mutlak dari pabrikasi baja tulangan.

Cara Menghitung Kebutuhan Besi Pokok Tulangan

Langkah pertama dalam menghitung besi sloof maupun kolom adalah mengukur total panjang jalur struktur berdasarkan denah bangunan. Kita ambil contoh kasus perhitungan nyata untuk memberikan gambaran yang utuh. Misalkan Anda memiliki total panjang jalur sloof berdasarkan denah rumah sebesar 36,8 meter. Angka ini didapat dari penjumlahan panjang seluruh ruangan, misalnya sekat kamar, ruang tamu, hingga area dapur dengan rincian jalur $6 + 6 + 6 + 5,3 + 6 + 1,5 + 6 = 36,8ext{ m}$.

Struktur sloof ini direncanakan menggunakan 4 buah besi tulangan pokok dengan diameter 10 mm. Mari kita hitung kebutuhan total panjangnya secara mendalam. Kebutuhan besi pokok dapat dihitung dengan mengalikan jumlah buah besi dengan total panjang sloof, yaitu $4 ext{ buah} imes 36,8ext{ m} = 147,2ext{ m}$.

Untuk mengetahui jumlah batang yang harus dibeli, bagi angka tersebut dengan panjang standar per batang. Jumlah batang yang dibutuhkan adalah $147,2ext{ m} / 12ext{ m} = 12,27$ batang. Dalam sistem pembelian material, Anda harus melakukan pembulatan ke atas, sehingga jumlah yang dibeli menjadi 13 batang.

Metode pencarian kebutuhan besi pokok tulangan ini juga berlaku sama untuk komponen kolom vertikal. Anda tinggal menghitung tinggi kolom dikalikan jumlah titik kolom yang akan dibangun di rumah tersebut.

CARA MUDAH HITUNG KEBUTUHAN BESI SLOOF | Sulthon Berbudi

Rumus Begel Sloof dan Cara Hitung Besi Sengkang

Setelah besi pokok selesai dihitung, tugas berikutnya adalah mencari kebutuhan besi sengkang atau begel. Fungsi begel ini sangat vital untuk menahan gaya geser pada beton structural.

Untuk menghitung jumlah buah begel, total panjang sloof dibagi dengan jarak pemasangan antar sengkang. Jika dalam rencana kerja besi sengkang/begel berdiameter 8 mm dipasang setiap jarak 200 mm atau 20 cm, maka perhitungannya menjadi lebih sederhana.

Jumlah begel/sengkang yang diperlukan adalah $36,8ext{ m} / 0,2ext{ m} = 184$ buah begel. Angka 184 buah ini baru menunjukkan jumlah unit begel yang harus ditekuk, belum menunjukkan jumlah batang besi diameter 8 mm yang perlu dibeli.

Menghitung Panjang Potongan Satu Buah Sengkang

Untuk mengetahui berapa batang besi yang harus dibeli untuk sengkang, kita harus tahu panjang keliling satu buah begel setelah ditekuk. Di sinilah aspek selimut beton harus diperhatikan. Struktur besi sloof akan dicor dengan beton yang mengelilingi sisi-sisi struktur besi dengan ketebalan tertentu agar besi tidak mudah berkarat akibat cuaca atau kelembapan tanah.

Rangkaian balok sloof dikelilingi beton cor sebesar 3 cm pada semua sisi, atau minimal ketebalan 2 cm pada masing-masing sisi tergantung perencanaan awal. Jika ukuran sloof beton luar adalah 15 cm x 20 cm, dan kita menggunakan asumsi selimut beton sebesar 2,5 cm pada setiap sisi, maka ukuran bersih begel bagian dalam adalah 10 cm x 15 cm. Panjang total satu buah sengkang adalah keliling dari ukuran tersebut ditambah tekokan kait sengkang sebesar 5 cm pada ujungnya.

Satu buah begel membutuhkan panjang besi sekitar $(10 + 10 + 15 + 15) + 5 = 55ext{ cm}$ atau 0,55 meter. Langkah akhir tinggal mengalikan jumlah total begel dengan panjang satu buah sengkang.

Total panjang besi sengkang yang dibutuhkan adalah $184 ext{ buah} imes 0,55ext{ m} = 101,2ext{ m}$. Jika dibagi dengan panjang standar batang besi toko yaitu 12 meter, didapatkan angka $101,2 / 12 = 8,43$ batang, yang dibulatkan menjadi 9 batang besi diameter 8 mm.

Simulasi Kebutuhan Besi Sloof Panjang Jalur 36,8 Meter
Jenis Besi StrukturSpesifikasi DiameterKebutuhan Panjang TotalJumlah Batang Dibeli
Besi Pokok10 mm147,2 m13 Batang
Besi Sengkang8 mm101,2 m9 Batang
Kawat BetonStandar3 Kilogram
Kalkulasi di atas merupakan standar takaran kebutuhan kawat pengikat atau kawat beton untuk contoh kasus tertentu. Anda cukup menyediakan 3 kg atau 3 gulung kawat beton untuk mengikat rangkaian besi sloof sepanjang 36,8 meter tersebut secara kuat.

Panduan Memilih Ukuran Struktur Sesuai Jenis Bangunan

Kebutuhan besi tentu akan berbeda tergantung pada beban bangunan yang ditopangnya. Bangunan satu lantai jelas tidak bisa disamakan dengan bangunan dua lantai atau bangunan dengan arsitektur khusus.

Sering kali orang memaksakan menggunakan ukuran sloof rumah 2 lantai untuk rumah satu lantai dengan alasan agar lebih kokoh. Padahal tindakan ini memicu pemborosan anggaran konstruksi yang tidak perlu.

  • Rumah Tinggal 1 Lantai: Menggunakan ukuran sloof rata-rata 15 cm x 20 cm dengan besi pokok 4 buah diameter 10 mm sudah sangat aman.
  • Rumah Tinggal 2 Lantai: Membutuhkan dimensi sloof yang lebih besar, biasanya minimal 20 cm x 25 cm hingga 20 cm x 30 cm dengan diameter besi pokok yang lebih tebal seperti 12 mm demi memikul beban kolom lantai dua.
  • Kondisi Tanah Lunak: Memerlukan perhatian ekstra pada ketebalan selimut beton dan kerapatan sengkang agar struktur tidak mengalami penurunan setempat.

Pemilihan jenis sloof untuk rumah panggung juga memiliki karakteristik tersendiri karena sloof tidak sepenuhnya tertanam di dalam tanah, melainkan bertumpu pada tiang-tiang pondasi setempat. Pada kondisi ini, perhitungan panjang tekukan besi pada pertemuan sudut sloof dan kolom harus dilebihkan untuk mengantisipasi gaya geser yang tinggi.

Langkah Pemasangan yang Mempengaruhi Volume Besi

Metode pengerjaan di lapangan ikut menentukan apakah hitungan di atas kertas akan akurat atau tidak. Pengasahan keterampilan tukang dalam menekuk besi begel sangat berpengaruh pada efisiensi sisa potongan material.

Cara pasang sloof rumah yang benar wajib menyertakan panjang lewatan pembesian atau biasa disebut panjang penyaluran (overlap). Pertemuan antara ujung besi pokok sloof dengan besi kolom tidak boleh diputus begitu saja, melainkan harus ditekuk membentuk kait jangkar masuk ke dalam struktur kolom.

  1. Lakukan pemotongan besi pokok secara cermat dengan memaksimalkan panjang 12 meter agar sisa potongan (waste) tidak banyak terbuang.
  2. Gunakan alat penekuk begel yang presisi agar ukuran selimut beton terjamin sama rata pada seluruh sisi balok sloof.
  3. Ikat setiap pertemuan besi pokok dan sengkang menggunakan kawat beton secara silang dengan kencang agar rangkaian tidak bergeser saat dituangi mortar cor.

Lakukan inspeksi sebelum beton dicor untuk memastikan anyaman besi tidak menempel langsung pada papan bekisting. Gunakan tahu beton atau ganjalan mortar setebal 2 cm hingga 3 cm di bawah susunan besi agar posisi selimut beton tetap terjaga sempurna selama proses pemadatan.

Perhitungan pembesian yang presisi merupakan kunci utama efisiensi biaya pembangunan rumah tinggal. Pastikan Anda selalu mengacu pada panjang standar besi pasaran dan ketebalan selimut beton yang direncanakan saat melakukan perhitungan material di toko bangunan.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed