Awas Keliru 5 Aturan Terbaru Bikin Daftar Pustaka Artikel Anti Plagiarisme
Menyusun karya ilmiah sering kali membuat kepala pening, terutama saat Anda harus merapikan tumpukan referensi di bagian akhir halaman. Masalah nyata yang sering saya temui di lapangan adalah banyak penulis pemula meremehkan cara penulisan daftar pustaka artikel, sehingga karya mereka rawan terkena tuduhan plagiarisme karena format yang berantakan. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan daftar pustaka sebagai daftar yang mencantumkan judul buku, nama pengarang, penerbit, dan sebagainya, yang ditempatkan pada bagian akhir suatu karangan atau buku, serta disusun menurut abjad. Artikel ini akan membedah langkah demi langkah menyusun bibliografi yang presisi dan sesuai dengan regulasi sitasi terkini.
Dunia akademik terus berkembang, begitu pula dengan aturan dokumentasi sumber referensi yang kita gunakan. Kesalahan umum yang saya lihat adalah mahasiswa masih memakai format jadul yang sudah tidak relevan dengan sistem indeksasi digital saat ini.
Perubahan besar terjadi pada tahun 2019, di mana American Psychological Association (APA) meluncurkan pedoman penulisan daftar pustaka terbaru edisi ke-7. Pedoman ini menyempurnakan beberapa detail penting dari edisi sebelumnya untuk memudahkan pelacakan digital, seperti penghapusan lokasi penerbit dan perubahan format penulisan pelabelan tautan internet. Jika Anda menulis artikel ilmiah sekarang, wajib hukumnya mengacu pada aturan edisi ke-7 ini agar tulisan Anda lolos seleksi jurnal bereputasi.
Langkah Urut Menulis Daftar Pustaka dari Berbagai Sumber
Menulis daftar pustaka tidak boleh dilakukan secara serampangan atau sekadar menyalin tautan mentah-mentah dari browser Anda. Ikuti urutan langkah baku berikut ini untuk memastikan setiap elemen referensi tercatat dengan sempurna.
- Kumpulkan seluruh identitas sumber dokumen secara lengkap, mulai dari nama penulis, tahun terbit, judul tulisan, hingga nama penerbit atau alamat URL.
- Urutkan nama-nama penulis berdasarkan susunan abjad dari A sampai Z, dengan membalik nama belakang menjadi di depan.
- Terapkan format penulisan sesuai jenis media sumber, apakah itu berasal dari buku fisik, jurnal ilmiah terakreditasi, atau artikel dari situs internet.
- Atur jarak baris atau spasi dan berikan indensi menggantung (hanging indent) pada baris kedua dan seterusnya dalam satu baris referensi.
Cara Penulisan Daftar Pustaka Artikel dari Jurnal Ilmiah
Jurnal ilmiah merupakan rujukan utama yang paling tinggi bobot nilai akademisnya dalam sebuah penulisan artikel. Dari pengalaman saya menangani berbagai naskah ilmiah, sitasi jurnal membutuhkan ketelitian pada nomor volume, nomor isu, serta rentang halaman.
Berikut adalah contoh konkrit penerapan penulisan dari jurnal ilmiah yang sah sesuai data dokumen terbitan:
Artikel Jurnal Karya Diniati (2018)
Untuk jurnal dengan penulis tunggal, penulisan dimulai dari nama belakang, diikuti inisial nama depan. Perhatikan contoh dari dokumen tahun 2018 berikut:
Diniati, A. (2018). Konstruksi Sosial Melalui Komunikasi Intrapribadi Mahasiswa Gay di Kota Bandung. Jurnal Kajian Komunikasi, 6(2), 147-159.
Artikel Jurnal Karya Diniati, Suryana, & Bajari (2022)
Jika artikel ditulis oleh kelompok atau lebih dari satu orang, semua nama wajib dicantumkan dengan pembatas tanda koma dan simbol ampersand (&). Perhatikan struktur penulisan dari dokumen tahun 2022 ini:
Diniati, A., Suryana, A., & Bajari, A. (2022). Pengalaman Buruh Anak tentang Perilaku Komunikasinya. Jurnal Komunikasi, 14(2), 322-345.
Format Penulisan Daftar Pustaka dari Buku Teks
Sumber buku teks memiliki struktur penulisan yang sedikit berbeda dengan jurnal ilmiah, terutama pada penekanan judul buku yang wajib dicetak miring (italic). Di bawah ini adalah variasi contoh penulisan buku yang diambil dari dokumen literatur resmi:
Buku Teori Komunikasi Sasa Djuarsa Sendjaja (2014)
Buku referensi tunggal ini diterbitkan pada tahun 2014 oleh penerbit institusi pendidikan. Format penulisannya adalah sebagai berikut:
Sendjaja, S. D. (2014). Pengantar Teori Komunikasi. Universitas Terbuka.
Buku Teknik Merawat Tanaman (2004)
Apabila buku ditulis oleh tiga orang, urutan nama tetap dibalik pada nama orang pertama, sedangkan nama berikutnya menyesuaikan. Contoh nyata dokumen tahun 2004:
Ruhani, S., Permana, D., & Listyo, B. (2004). Teknik Merawat Tanaman. Flora Indonesia.
Buku Informasi Berbahasa Inggris Karya Dwee dkk (2012)
Untuk buku referensi berbahasa asing atau terbitan internasional, format dasarnya tetap sama dengan melampirkan nama penerbit resmi di bagian akhir. Contoh dokumen tahun 2012:
Dwee, D., Dion, H. B., & Brown, I. S. (2012).
Information behaviour concept: A basic introduction. University of Life Press.
Buku Anatomi Tubuh Manusia (2007)
Ada kalanya buku dikeluarkan oleh suatu institusi atau fakultas, bukan perorangan. Contoh penulisan dokumen tahun 2007 ini menempatkan lembaga sebagai pengganti nama penulis:
Fakultas Kedokteran Universitas Pemuda. (2007). Anatomi Tubuh Manusia. Universitas Pemuda.
Buku Karya Salsabila Nanda (2019 & 2020)
Bagaimana jika satu penulis mengeluarkan dua buku berbeda dalam waktu berdekatan? Anda harus mengurutkannya berdasarkan tahun terbit tertua seperti contoh karya Salsabila Nanda berikut:
- Nanda, S. (2019). Yoga untuk Pemula. Pusat Bugar.
- Nanda, S. (2020). 100 Gerakan Hatha Yoga. Pusat Bugar.
Buku Karya Dwi Astuti (2016)
Jika penulis yang sama menerbitkan dua buku pada tahun yang sama, berikan pembeda huruf kecil (a, b) setelah angka tahun. Contoh dokumen tahun 2016:
Astuti, D. (2016a). Belajar Menggunakan Kamera. Aksara.
Astuti, D. (2016b). Desain Produksi TV. Aksara.
Buku Terjemahan James Dashner (2009)
Untuk buku terjemahan, nama penulis asli tetap berada di depan, sedangkan nama penerjemah disisipkan di dalam tanda kurung setelah judul buku. Contoh dokumen tahun 2009:
Dashner, J. (2009). The Maze Runner (Y. Candra, Penerj.). Mizan Fantasi.
Rangkuman Perbandingan Format Sumber Daftar Pustaka
Untuk memudahkan Anda membedakan komponen penulisan antar media, saya sudah merangkum struktur data inti yang wajib ada dalam daftar pustaka.
| Jenis Sumber | Elemen Utama Pertama | Format Judul Sumber | Informasi Akhir |
|---|---|---|---|
| Buku Teks | Nama Belakang Penulis | Cetak Miring (Italic) | Nama Penerbit Resmi |
| Jurnal Ilmiah | Nama Belakang Penulis | Cetak Tegak Reguler | Volume, Isu, dan Halaman |
| Artikel Internet | Nama Penulis / Institusi | Cetak Miring (Italic) | Alamat URL Lengkap |
Penerapan format yang konsisten pada setiap jenis dokumen akan membantu pembaca maupun penguji dalam memverifikasi keaslian data riset yang Anda paparkan. Pastikan memeriksa ulang tanda titik dan koma karena ketidaktelitian kecil bisa mengurangi nilai profesionalisme karya tulis Anda.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow