Dokter Jiwa Ungkap Gejala Post Holiday Blues pada Anak

Smallest Font
Largest Font

Spesialis kedokteran jiwa dr Lahargo Kembaren mengungkapkan bahwa rasa malas anak untuk kembali bersekolah setelah libur panjang semester genap 2026 dapat menjadi tanda fenomena emosional post holiday blues yang memerlukan adaptasi khusus.

Kondisi ini memicu munculnya perasaan sedih, kesepian, kelelahan, kekecewaan, hingga kelesuan ketika masa liburan berakhir. Penjelasan tersebut dilansir dari Detikcom pada Jumat (10/7/2026), yang memperingatkan bahwa pembiaran kondisi ini dalam jangka panjang berisiko memicu stres kronis atau depresi ringan.

"Post holiday blues adalah reaksi emosional sementara yang muncul segera setelah berakhirnya waktu yang menyenangkan, seperti liburan panjang." kata dr Lahargo Kembaren, Spesialis Kedokteran Jiwa.

Laman kesehatan Very Well Mind mencatat sejumlah indikasi umum yang kerap muncul pada fase ini, termasuk penurunan atau perubahan nafsu makan, gangguan pola tidur, hingga suasana hati yang tertekan serta mudah tersinggung. Anak yang terdampak juga kerap mengalami kesulitan berkonsentrasi, merasa cemas, mudah lelah, hingga kehilangan ketertarikan pada aktivitas yang biasanya mereka gemari.

Langkah penanganan dapat dilakukan dengan memberikan batasan beban tugas kepada anak serta menjadwalkan aktivitas fisik ringan secara konsisten, seperti berolahraga bersama di sekitar lingkungan rumah. Selain itu, anak sebaiknya diberikan waktu luang sekitar 15 hingga 20 menit sehari untuk bersantai demi menurunkan tingkat stres dan mencegah keterasingan sosial.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow