Gempa 7,7 M Flores Rusak 1.378 Sekolah di NTT

Smallest Font
Largest Font

Sebanyak 1.378 sekolah di wilayah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami kerusakan akibat bencana gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan tersebut pekan lalu, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Jumat (21/8/2026).

Dampak kerusakan fisik sarana pendidikan mencakup 5.521 unit ruang kelas serta 502 unit bangunan fasilitas sekolah kategori berat. Akibatnya, sebanyak 923 sekolah terpaksa diliburkan sementara waktu selama proses penanganan darurat.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan menyampaikan bahwa petugas gabungan telah merampungkan pendataan infrastruktur yang terdampak bencana tersebut.

"Dari jumlah sekolah itu, progres pendataan secara keseluruhan telah mencapai 92 persen, kerusakan sarana fisik meliputi 5.521 unit ruang kelas rusak serta 502 unit bangunan fasilitas sekolah yang mengalami kerusakan kategori berat," ujar Berton SP Panjaitan, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Pemerintah terus melengkapi sarana dan prasarana darurat agar 177.678 siswa serta 21.166 guru dan tenaga kependidikan dapat melanjutkan aktivitas belajar. Saat ini, 35 sekolah memanfaatkan ruang darurat, 171 sekolah menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ), dan 30 sekolah menggelar KBM secara normal, sementara 219 sekolah lainnya masih menunggu asesmen lapangan.

Langkah penanganan juga dilakukan oleh Kementerian Agama dengan menyiapkan ruang belajar sementara untuk 72 RA/madrasah terdampak di tujuh kabupaten. Sebanyak 32 satuan pendidikan yang menampung 5.523 siswa masuk ke dalam kategori Prioritas I karena mengalami kerusakan berat.

Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Kemenag, M. Arskal Salim menekankan pentingnya akurasi data dalam penanganan tanggap darurat di lokasi bencana.

"Respons tanggap darurat harus berbasis kebutuhan. Karena itu, verifikasi dan pemutakhiran data terus dilakukan agar dukungan yang diberikan tepat sasaran," ujar M. Arskal Salim, Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Kemenag.

Upaya pemulihan fasilitas pendidikan dipastikan tetap memprioritaskan keamanan para siswa dan tenaga pengajar selama masa tanggap darurat berlangsung.

"Pemulihan sarana pendidikan memang membutuhkan waktu, tetapi layanan pembelajaran harus tetap berjalan selama proses pemulihan itu," kata Amien Suyitno, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed