Guru Besar Humaniora Soroti Fokus Pemerintah pada Bidang STEM
Sejumlah guru besar bidang humaniora menggelar Simposium Nasional di Kampus FIB UI, Depok, Jawa Barat, untuk menyikapi kebijakan pemerintah yang dinilai lebih menitikberatkan pada pengembangan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM), dilansir dari Detikcom.
Kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini dinilai memberikan porsi besar pada STEM, mulai dari alokasi Beasiswa LPDP, rencana pembangunan Universitas Republik Indonesia, hingga kurikulum pemograman dan kecerdasan artifisial di sekolah dasar.
Guru Besar Ilmu Susastra FIB UI, Prof Manneke Budiman, PhD, menilai dominasi orientasi STEM menjadi tantangan besar bagi masa depan ilmu humaniora di tengah arus digitalisasi.
"Ada ancaman nyata, pemerintah memfokuskan STEM, semua bidang ilmu eksakta. Humaniora harus melakukan apa? Harus ada kertas kebijakan pengembangan ilmu ke depan," tutur Manneke Budiman, Prof, PhD, Guru Besar Ilmu Susastra FIB UI.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon memberikan tanggapan terkait kekhawatiran akademisi humaniora tersebut seusai menghadiri kegiatan simposium di tempat yang sama.
"STEM yang perlu afirmasi. Matematika, sains, engineering, dan teknologi. Karena kita dibanding negara-negara lain mungkin dia perlu dorongan.
Untuk ahli-ahli roket, ahli rudal, ahli matematika di bidang apa, fisika kuantum. Karena kita harus mengejar itu," ungkap Fadli Zon, Menteri Kebudayaan.
Fadli Zon menilai keahlian Indonesia di bidang sosial, humaniora, seni, agama, dan ekonomi sejauh ini sudah cukup kuat sehingga fokus pada STEM tidak perlu dipertentangkan.
"Jadi saya tidak melihat itu ada pertentangan, yang jelas sih justru STEM yang perlu afirmasi," ujar Fadli Zon, Menteri Kebudayaan.
Ia menambahkan bahwa pelaksanaan ilmu STEM sebenarnya tetap beririsan dengan keilmuan sosial humaniora melalui pendekatan interdisipliner, seperti penerapan analisis pertanggalan karbon dalam bidang arkeologi.
"Saya kira hampir semuanya pasti akan beririsan. Jadi tidak bisa hanya di satu sisi harus pendekatan interdisipliner," jelas Fadli Zon, Menteri Kebudayaan.
Menteri Kebudayaan juga menyinggung komitmen anggaran riset yang dialokasikan oleh pemerintah pusat.
"Presiden memberikan anggaran tambahan, terutama untuk riset yang cukup besar, itu sangat penting saya kira. Tapi bagaimana riset ini juga bisa, menjadi hasilnya itu, bisa dimanfaatkan, bisa diterapkan," jelas Fadli Zon, Menteri Kebudayaan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow