Ikan Oarfish Ditemukan Terdampar di Pantai Pink Lombok Timur

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Kemunculan seekor bangkai ikan oarfish berukuran raksasa menghebohkan warga Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Satwa laut yang terdampar di kawasan Pantai Pink tersebut menarik perhatian publik setelah unggahan videonya viral di media sosial, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Ukurannya yang mencapai panjang empat meter membuat tubuh ikan tersebut harus ditopang oleh lebih dari dua orang dewasa.

Spesies dari famili Regalecidae ini memiliki tekstur tubuh yang lembut menyerupai agar-agar dan hidup tanpa memiliki gigi, melainkan mengandalkan insang penyapu untuk menyaring plankton kecil sebagai makanan utamanya. Secara ilmiah, oarfish termasuk dalam kelompok ikan pelagis yang berhabitat di kedalaman laut hingga 3.300 kaki atau sekitar 1.000 meter. Keberadaannya sangat jarang terlihat oleh manusia karena mendiami perairan beriklim sedang hingga tropis.

Salah satu spesiesnya, Regalecus glesne, bahkan mampu tumbuh hingga panjang 11 meter.

Di berbagai negara, ikan ini memiliki beragam sebutan lokal, seperti airokala di Finlandia atau bandfisch di Jerman. Sementara di Indonesia, masyarakat mengenal spesies ini sebagai ikan dayung.

Mitos Ikan Kiamat dan Penjelasan Ilmiah

Di balik bentuk fisiknya yang tidak biasa, sebagian masyarakat mengaitkan kemunculan oarfish sebagai pertanda bencana alam atau kiamat. Kepercayaan ini berakar dari mitos Jepang abad ke-17 yang menyebut oarfish sebagai ryugu no tsukai atau utusan dari istana dewa laut, yang kehadirannya di air dangkal dianggap memberi sinyal akan terjadinya gempa bumi. Namun, spekulasi terkait hubungan antara kemunculan ikan dayung ini dengan bencana alam telah dibantah oleh kalangan akademisi. Peneliti zoologi dari Universitas London South Bank, Rachel Grant, bersama tim dari Universitas Tokai Jepang menyimpulkan tidak ada keterkaitan sains antara oarfish dan gempa bumi.

"Saya pikir itu karena (gempa bumi) adalah peristiwa yang tidak dapat diprediksi. Dan orang-orang ingin merasa bahwa mereka memiliki kendali atas peristiwa itu," kata Grant. Pandangan serupa disampaikan oleh ahli kelautan dari Universitas Negeri Louisiana, Mark Benfield. Hasil risetnya menunjukkan bahwa peristiwa terdamparnya oarfish ke pesisir pantai murni merupakan kejadian kebetulan semata dan tidak memiliki kaitan dengan aktivitas seismik.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow