Kisah Haru Lulusan Terbaik IPB: Anak Pegawai Toko Bangunan
Setiap orang tua mendambakan kehidupan yang jauh lebih baik bagi anak-anak mereka. Keinginan luhur itulah yang senantiasa mengendap dalam dada Ngatino, seorang pegawai toko bangunan, saat mendampingi tumbuh kembang putri tercintanya, Rizka Aula Apriliani.
Ngatino dan sang istri menempuh pendidikan formal hanya hingga bangku sekolah dasar. Meski memiliki keterbatasan latar belakang pendidikan, sosok ayah ini tak pernah lelah menanamkan pentingnya kegigihan, kerajinan, dan kesungguhan dalam menuntut ilmu kepada anak-anaknya.
"Dan memang dari dulu anak kami, Rizka semangat belajarnya tinggi," tutur Ngatino dikutip dari laman IPB University, Rabu (26/8/2026).
Prinsip dan ajaran berharga tersebut dipegang teguh oleh Rizka sepanjang masa studinya. Kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil manis ketika ia berhasil menuntaskan pendidikan serta membanggakan kedua orang tuanya sebagai lulusan terbaik Fakultas Pertanian IPB University dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) mencapai 3,85.
"Meski kedua orang tua hanya lulus SD, saya sangat bangga karena mereka selalu memprioritaskan pendidikan anak-anaknya dan ingin kami merasakan kehidupan yang lebih baik," ungkap Rizka.
Perjuangan Melalui Beasiswa KIP Kuliah
Perjalanan akademis Rizka di kampus IPB University diawali melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Ia menjatuhkan pilihannya pada Program Studi Agronomi dan Hortikultura (AGH), Fakultas Pertanian.
Sebagai penerima program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Rizka merasa keberadaan bantuan pendidikan tersebut amat meringankan bebannya. Dukungan ini memungkinkannya menyelesaikan seluruh rangkaian studi tanpa memberikan beban finansial yang memberatkan orang tuanya.
Selama mendalami bidang AGH, Rizka menemukan ketertarikan mendalam pada proses tumbuh kembang tanaman yang menemaninya setiap hari. Perjalanan dinamis sebatang tanaman memberikan analogi mendalam bagi kehidupannya sendiri.
"AGH mengajarkan saya bahwa pertumbuhan tidak pernah terjadi dalam satu malam," paparnya.
Proses pemeliharaan tanaman mengajarkannya bahwa setiap pencapaian berharga selalu membutuhkan titik awal yang kokoh, ekosistem yang mendukung, serta ketekunan yang konsisten dalam merawatnya agar menghasilkan buah yang bernilai.
Rizka menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kepercayaan serta dorongan penuh yang diberikan kedua orang tuanya selama menempuh pendidikan perguruan tinggi. Seluruh nasihat orang tua akan terus menjadi pedoman langkahnya di masa depan.
"Pesan mereka yang selalu saya ingat, 'Jangan lupa salat, berdoa, dan bersyukur.' Pesan sederhana yang akan selalu menjadi pegangan dalam setiap langkah saya," ungkap Rizka.
Perasaan haru dan bangga yang membuncah turut dirasakan oleh sang ayah atas pencapaian putrinya. Ngatino menaruh harapan besar agar Rizka senantiasa diberi kelancaran dalam meraih cita-cita pada bidang yang dicintainya.
"Sebagai orang tua, sangat bangga anak kami telah berhasil dan mendapatkan nilai yang bagus. Bersyukur juga sama Allah Swt, doa-doa kami sebagai orang tua dikabulkan. Semoga untuk ke depannya anak kami selalu sukses di bidang yang diminatinya," kata Ngatino lagi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow