Kamus Besar Bahasa Indonesia Tetapkan Tiga Pengertian Sejarah Dalam Penggunaan Luas
Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI menetapkan tiga pengertian sejarah dalam penggunaannya yang luas pada hari Senin, 8 Juni 2026. Ketetapan ini menegaskan pengertian sejarah sebagai asal-usul silsilah, kejadian nyata masa lampau, dan ilmu pengetahuan yang merekonstruksi peradaban umat manusia.
Secara etimologi, kata sejarah berasal dari bahasa Arab yaitu "syajaratun" yang berarti pohon. Dalam konteks ilmu pengetahuan, istilah ini merujuk pada perkembangan, pertumbuhan, kemunduran, hingga kehancuran peradaban yang digerakkan oleh aktivitas manusia.
Berdasarkan dokumentasi resmi KBBI, pengertian sejarah tidak hanya terbatas pada satu lini makna melainkan terbagi menjadi tiga poin utama. Unsur-unsur ini menyatukan konsep kejadian nyata dengan metode ilmiah penulisan kisah masa lampau.
- Asal-usul, keturunan, atau silsilah keluarga.
- Kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau.
- Pengetahuan atau uraian tentang peristiwa dan kejadian yang benar-benar terjadi dalam masa lampau.
Melalui tiga definisi tersebut, pengertian sejarah secara luas adalah ilmu yang mempelajari peristiwa masa lalu dengan tujuan untuk merekonstruksi apa yang terjadi pada masa tersebut. Disiplin akademik ini mengkaji kehidupan manusia lewat karakteristik dan metode ilmiah yang terukur.
Tahap Perkembangan Kebudayaan Manusia dalam Sejarah
Dalam ruang lingkup yang lebih sempit namun mendalam, sejarah didefinisikan sebagai tahap-tahap perkembangan kebudayaan manusia sejak masa lampau. Perkembangan ini dipetakan berdasarkan unsur ekonomi dan teknologi yang diadopsi oleh masyarakat pada zamannya.
Para ahli membagi rekonstruksi kehidupan tersebut ke dalam beberapa periodisasi yang jelas. Pembagian ini menunjukkan bagaimana manusia berevolusi dari ketergantungan alam menuju pembentukan sistem organisasi sosial yang kompleks.
| Tahap Perkembangan | Karakteristik Unsur Ekonomi | Teknologi Peralatan yang Digunakan |
|---|---|---|
| Masa Berburu dan Meramu | Bergantung penuh pada alam sekitar | Kayu, batu, dan tulang |
| Masa Bercocok Tanam | Hidup menetap dan mulai memproduksi makanan | Peralatan dari bahan logam |
| Masa Peradaban | Sistem organisasi sosial yang kompleks dan perkotaan | Pengenalan tulisan dan bangunan besar |
Metodologi dan Pandangan Sejarah Menurut Ahli
Mempelajari sejarah sering kali dianggap sepele oleh sebagian masyarakat karena dinilai hanya membutuhkan hafalan. Kendati demikian, pandangan tersebut diluruskan oleh para jurnalis akademik dan sejarawan yang melihat adanya proses berpikir kritis di dalam ilmu ini.
Dalam buku Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia (2005), R. Moh. Ali menyatakan bahwa ilmu sejarah memiliki kedalaman analisis yang jauh melampaui sekadar mengingat angka tahun atau nama tokoh.
"Mempelajari sejarah berarti memahami latar belakang, sebab, perbandingan dengan peristiwa lain, dan menghasilkan pengertian tentang suatu kejadian."
Di samping itu, sejarah juga dipandang sebagai kisah, yakni hasil rekonstruksi dan cerita ulang oleh ahli sejarah terhadap peristiwa masa lalu yang melibatkan interpretasi serta penulisan. Dalam proses rekonstruksi ini, sejarah dapat berfungsi sebagai peristiwa nyata dan juga sebagai seni karena melibatkan imajinasi, intuisi, serta emosi sejarawan agar pembaca bisa merasakan langsung atmosfer masa lampau.
Hingga saat ini, penerapan metode ilmiah dalam penulisan sejarah terus dilakukan oleh para akademisi untuk memastikan bahwa setiap rekonstruksi peristiwa masa lalu tetap objektif, faktual, dan terhindar dari bias informasi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow