Kemdiktisaintek Soroti Kekurangan Talenta STEM di Indonesia

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menyoroti kekurangan talenta bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika atau STEM di Indonesia yang saat ini jumlahnya masih di bawah 20 persen. Persoalan tersebut mengemuka saat Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Kemdiktisaintek, Ardi Findyartini, meninjau SMAN Unggulan MH Thamrin Jakarta selaku salah satu Sekolah Garuda Transformasi pada Senin (22/6/2026), dilansir dari Detikcom. Pemerintah menyiapkan talenta STEM melalui Program Sekolah Garuda tanpa mengesampingkan ilmu sosial humaniora demi memastikan hilirisasi temuan teknologi dapat diterima masyarakat.

"Mengenai hal itu, kita perlu akui bahwa memang kita kekurangan talenta di bidang STEM. Di berbagai negara maju itu talenta STEM-nya sudah di atas 30-40 persen, kita masih kurang dari 20 persen, jadi kita perlu push ke sana tapi bukan berarti kita menomorduakan yang sosial," kata Ardi Findyartini, Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Kemdiktisaintek.

Sekolah Garuda merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat Presiden Prabowo Subianto untuk membangun ekosistem sains serta menyiapkan lulusan ke kampus terbaik dunia. Berdasarkan data UNESCO Institute for Statistic tahun 2018, persentase talenta STEM di Indonesia tercatat sebesar 19,42 persen, tertinggal dari beberapa negara tetangga di Asia Tenggara.

Sebagai perbandingan, berikut adalah rincian persentase lulusan STEM di berbagai negara berdasarkan data resmi UNESCO terbaru:

Persentase Lulusan STEM Versi UNESCO
NegaraPersentaseTahun Data
Brunei Darussalam35,86 persen2023
Kamboja23,20 persen2019
Kanada25,13 persen2023
Finlandia29,25 persen2023
Prancis24,55 persen2023
Jerman35,76 persen2024
India27,09 persen2023
Indonesia19,42 persen2018
Italia23,35 persen2023
Malaysia35,08 persen2024
Myanmar33,67 persen2018
Rusia31,36 persen2019
Thailand30,50 persen2025
Tunisia37,93 persen2023
Turki17,44 persen2023
Uni Emirat Arab36,45 persen2024
UK22,83 persen2023
Amerika Serikat21,77 persen2023
Vietnam22,68 persen2016

Sementara itu, Center for Security and Emerging Technology Georgetown University merilis data jumlah total lulusan STEM pada tahun 2020.

Indonesia menempati peringkat kelima secara global dengan mencetak 300 ribu lulusan STEM pada tahun tersebut.

Berikut merupakan daftar lengkap negara dengan jumlah lulusan STEM terbanyak pada tahun 2020 menurut analisis CSET Georgetown University:

Negara dengan Jumlah Lulusan STEM Terbanyak 2020
PeringkatNegaraJumlah Lulusan
1China3,57 juta
2India2,55 juta
3Amerika Serikat820 ribu
4Rusia520 ribu
5Indonesia300 ribu
6Brasil238 ribu
7Meksiko221 ribu
8Prancis220 ribu
9Jerman216 ribu
10Iran211 ribu
11Jepang192 ribu

Meskipun jumlah lulusannya masuk dalam lima besar dunia, proporsi lulusan STEM dibandingkan total lulusan pendidikan tinggi di Indonesia masih berada di angka 20 persen.

China memimpin peringkat persentase kelulusan STEM global dengan angka mencapai 41 persen dari total lulusan perguruan tinggi di negaranya.

Berikut adalah data lengkap peringkat persentase lulusan STEM dari total lulusan pendidikan tinggi per negara pada tahun 2020:

Persentase Lulusan STEM Terbanyak Tahun 2020
PeringkatNegaraPersentase Lulusan
1China41 persen
2Rusia37 persen
3Jerman36 persen
4Iran33 persen
5India30 persen
6Prancis26 persen
7Meksiko26 persen
8Amerika Serikat20amp; persen
9Indonesia20 persen
10Jepang19 persen
11Brasil17 persen

Kerangka analisis CSET Georgetown ini didasarkan pada Klasifikasi Standar Internasional Pendidikan dari UNESCO serta rancangan bidang STEM yang dikembangkan oleh OECD.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow