Kemendikdasmen dan Komdigi Gandeng Kampus Revitalisasi Sekolah
Proses perbaikan gedung pendidikan di berbagai daerah terus dipastikan berjalan optimal melalui keterlibatan akademisi perguruan tinggi. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menerapkan pola pendampingan ketat tersebut dalam program revitalisasi sekolah.
Seperti dilansir dari Detikcom, pembangunan fisik sekolah memanfaatkan mekanisme swakelola tanpa kontraktor besar. Pengerjaannya memberdayakan warga lokal sebagai tenaga kerja, sementara ahli teknik sipil dan mahasiswa dikerahkan untuk mengawal kualitas bangunan di lapangan.
Widyaprada Ahli Utama Kemendikdasmen, Khamim, menjelaskan bahwa para konsultan dari perguruan tinggi ditugaskan mendampingi pengerjaan di kabupaten dan kota setiap hari. Pengawasan teknis mencakup tahap perencanaan hingga eksekusi akhir.
"Para konsultan dari kampus ini mendampingi setiap hari, memastikan mulai dari perencanaan sampai eksekusi pembangunannya. Mereka mengawasi secara ketat sehingga kualitas bangunan tetap terjaga," katanya saat ditemui di SD Inpres Naimata, Kupang, Nusa Tenggara Timur pada Selasa (21/7/2026).
Khamim menambahkan bahwa tim pengawas kampus memegang kendali mutu di beberapa satuan pendidikan sekaligus. Keterlibatan mereka memastikan pengerjaan detail, seperti struktur bangunan hingga tata letak keramik, selesai sesuai standar standar.
"Sehingga kualitas bangunan yang teman-teman media lihat, ini 18 ruang kelas yang sudah dibangun ini luar biasa, dari kualitas materialnya juga ini jati-jatinya jati NTT ini ya, juga bagus, dan pemasangan keramiknya ini juga cukup luar biasa," katanya.
Peran Mahasiswa dalam Pelaksanaan Swakelola
Selain jajaran dosen dan konsultan, mahasiswa turut mengambil peran langsung pada pengerjaan fisik. Di SD Inpres Naimata Kupang, seorang mahasiswa semester 8 Universitas Muhammadiyah Kupang bernama Efer Baun dipercaya mengomandoi tim tukang.
"Saya di sini saya bantu sebagai kepala tukang," katanya.
Awal keterlibatannya bermula dari informasi petugas keamanan sekolah pada 2020 lalu. Pengalaman Efer di bidang konstruksi membuatnya dipercaya memimpin pengerjaan proyek tersebut.
"Di tahun 2020 itu pas ada mau bangun di sini, dapat informasi dari security di sini. Jadi saya minta security langsung arahkan ke Bapak Sis (koordinator), langsung kita konfirmasi di sana, omong harga, terus kesepakatan langsung mulai kerja di sini," tuturnya.
Efer memimpin kelompok kecil berisi lima orang untuk menyelesaikan dua ruangan kelas. Secara keseluruhan, proyek di sekolah tersebut mempekerjakan 30 orang yang terbagi ke dalam enam kelompok kerja.
"Yang ikut saya ada 5 orang. Seluruh pekerja di sini ada 6 kelompok. Masing-masing kelompok ada dapat ruangan masing-masing," katanya.
Proses revitalisasi gedung sekolah ini dipastikan berjalan lancar tanpa kendala teknis maupun operasional, termasuk kecukupan pasokan material serta pemenuhan hak para pekerja.
"Kalau selama kegiatan pembangunan di sini berjalan, kendalanya saya rasa tidak ada, semua lancar. Bahan lancar juga, gaji tukang juga lancar," ungkapnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow