Kemendikdasmen Luncurkan PJJ Tekan Angka Putus Sekolah

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah merilis data 967.269 anak mengalami putus sekolah dari total 3,9 juta anak tidak sekolah di Indonesia, sebagaimana diakses dari dashboard resmi Kemendikdasmen pada Kamis (30/7/2026).

Data yang dilansir dari Detikcom tersebut mencatat fenomena siswa berhenti sekolah banyak dipicu oleh faktor ekonomi, termasuk dorongan untuk menjadi tulang punggung keluarga.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Tatang Mutaqin membenarkan adanya wilayah dengan tingkat putus sekolah yang tergolong tinggi, terutama di daerah berbasis industri dan pertambangan.

Tapi ada daerah-daerah juga yang dropout-nya tinggi. Kalau dropout-nya tinggi ini saya temukan di daerah-daerah yang basis industri, sampai Tatang Mutaqin dalam Taklimat Media Pendidikan Jarak Jauh di Sunyi Coffee Jakarta pada Kamis (30/7/2026).

Tatang Mutaqin menjelaskan bahwa angka putus sekolah kerap melonjak saat siswa menginjak kelas 2 SMA, karena mereka merasa sudah cukup umur untuk bekerja.

Jadi tadi ketika selesai SMP, dia menimbang antara menjadi kerja informal atau melanjutkan sekolah, atau dia ketika kelas 2 SMA sudah cukup usianya, dia mendapatkan pekerjaan-pekerjaan, sampai Tatang Mutaqin.

Kawasan industri seperti Jabodetabek, Sidoarjo, Surabaya, dan Semarang, serta wilayah tambang seperti Bangka, tercatat sebagai area dengan tingkat putus sekolah yang cukup signifikan.

10 Provinsi dengan Jumlah Anak Putus Sekolah Terbanyak
NoProvinsiJumlah Anak
1Jawa Barat169.142
2Jawa Timur97.847
3Jawa Tengah97.831
4Sumatera Utara56.132
5Banten39.126
6Sumatera Selatan36.711
7Kalimantan Barat36.360
8Sumatera Barat36.711
9Sulawesi Selatan29.654
10Nusa Tenggara Timur29.607

Guna mengatasi tingginya angka putus sekolah, Kemendikdasmen menghadirkan program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang memungkinkan siswa belajar secara fleksibel di luar jam kerja.

Maka hari kerja mereka bekerja, tapi hari mereka istirahat dia bisa baca modul-modul yang tersedia. Mereka bisa memanfaatkan hari Sabtu, Minggunya untuk membaca dan menyimak apa yang ada di modul tadi, beber Tatang Mutaqin.

Dalam pelaksanaan PJJ, materi inti disiapkan dalam bentuk modul ringkas dan diikuti oleh evaluasi pembelajaran berkala dari guru sekolah induk.

Dalam waktu tertentu, katakanlah seminggu sekali atau bahkan sebulan sekali, mereka bisa di asesmen oleh para gurunya secara online, sambung Tatang Mutaqin.

Skema PJJ ini dirancang tidak hanya untuk anak tidak sekolah, tetapi juga bagi anak pekerja migran, anak diplomat, pelaku dunia hiburan, atlet, hingga siswa di kepulauan.

Jadi ada opsi-opsi yang tersedia untuk banyak anak. Apalagi tadi anak-anak yang di pulau. Ketika anak di pulau mereka kesulitan akses internet, dengan modul mereka bisa mempelajari bahan-bahan secara sistematis dan lebih mudah, tandas Tatang Mutaqin.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed