Kemendikdasmen Tuntaskan Revitalisasi Sekolah Rusak dalam Tiga Tahun
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menargetkan penuntasan revitalisasi bangunan sekolah yang rusak, khususnya bekas SD Inpres, dalam kurun waktu satu hingga tiga tahun ke depan. Kepastian program percepatan perbaikan fasilitas pendidikan nasional ini disampaikan di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Senin (20/7/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Widyaprada Ahli Utama Kemendikdasmen, Khamim, menjelaskan bahwa sebagian besar gedung Sekolah Dasar saat ini merupakan peninggalan program SD Inpres masa lalu. Kondisi fisik struktur bangunannya kini dicatat telah banyak yang mengalami kerapuhan.
"Targetnya, dalam dua hingga tiga tahun ke depan, Presiden sudah menyampaikan menuntaskan karena memang bangunan SD itu tumbuh sejak zaman SD Inpres," kata Widyaprada Ahli Utama Kemendikdasmen, Khamim.
Langkah percepatan perbaikan gedung sekolah di daerah diambil berdasarkan berbagai temuan lapangan yang dinilai memprihatinkan. Salah satu contoh kasus nyata ditemukan di wilayah Timor Tengah Selatan (TTS), di mana ketersediaan dana APBD setempat terbatas sehingga tidak sanggup membiayai perbaikan fasilitas perkantoran sekolah.
"Saya kemarin ke TTS (Timor Tengah Selatan), Pak Kadisdik, itu memang dana APBD-nya memang juga tidak cukup untuk memperbaiki kantornya saja, mohon maaf plafonnya itu juga pada copot," ungkap Khamim.
Melalui perbaikan sarana fisik ini, pemerintah berharap dapat meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tingkat nasional secara signifikan. Fasilitas belajar yang lebih aman dan nyaman disiapkan agar dapat dinikmati oleh seluruh peserta didik.
Guna mendukung kelancaran target percepatan pembangunan tersebut, pemerintah mengalokasikan Anggaran Biaya Tambahan (ABT) 2026. Alokasi target mencakup 16.075 satuan pendidikan PAUD, 15.235 SD, 4.638 SMP, dan 968 SMA.
"Penyaluran tahap pertamadi 3.946 sekolah (PAUD) setelah dihitung RAB-nya masing-masing. Penyaluran tahap satu sudah diluncurkan semua. Kemudian penyaluran tahap dua, ini sudah ada aturan mainnya kapan disalurkan tahap dua setelah tahap satu sekian persen.
Teman-teman ini yang menghitung. SD-nya juga demikian, dari 3.836 disalurkan 3.801," jelas Khamim.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow