Kemenhub Siapkan Seleksi Sekolah Kedinasan 2026
Calon mahasiswa mulai menantikan pembukaan seleksi sekolah kedinasan di bawah naungan Kementerian Perhubungan setelah pelaksanaan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes selesai digelar. Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai tanggal pasti pendaftaran seleksi sekolah kedinasan 2026, seperti dilansir dari Detikcom. Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik Badan Kepegawaian Negara, Wisudo Putro Nugroho, menjelaskan bahwa instansinya sedang berfokus menyiapkan seleksi PPPK Sekolah Rakyat Kementerian Sosial.
Informasi mengenai jadwal pembukaan pendaftaran sekolah kedinasan akan diumumkan pada waktu mendatang.
"Ditunggu aja ya," ujarnya melalui pesan singkat, Kamis (1/7/2026). Para pendaftar dapat memakai regulasi seleksi tahun lalu sebagai panduan acuan untuk mempersiapkan persyaratan nilai, kondisi fisik, dan berkas administrasi lainnya.
Bagi lulusan 2025 yang belum memegang ijazah wajib memiliki nilai rata-rata rapor semester genap kelas 11 dan semester gasal kelas 12 minimal 70,00 dari skala 100. Pendaftar yang telah lulus dan memiliki ijazah disyaratkan mempunyai nilai rata-rata ujian minimal 7,0 dari skala 10, atau 70,00 dari skala 100, atau 2,8 dari skala 4.
Peserta formasi Pola Pembibitan khusus Orang Asli Papua harus memenuhi nilai rata-rata ujian pada ijazah minimal 6,5 dari skala 10, atau 65 dari skala 100, atau 2,6 dari skala 4. Pemilik nilai ijazah dengan skala 1-10 atau 1-4 wajib mengonversi nilainya ke skala 10-100 disertai surat keterangan resmi yang ditandatangani kepala sekolah asal.
Kriteria Fisik dan Kesehatan
Pendaftar diwajibkan berbadan sehat, tidak mengalami cacat fisik maupun mental, serta bebas dari HIV/AIDS dan narkoba.
Standar tinggi badan minimal untuk kategori umum adalah 160 cm bagi laki-laki dan 155 cm bagi perempuan. Aturan tinggi badan minimal 165 cm untuk pria dan 160 cm untuk wanita berlaku khusus pada program studi D3 Pertolongan Kecelakaan Pesawat dan D3 Penyelamatan dan Pemadam Kebakaran Penerbangan. Kriteria tinggi khusus tersebut juga mengikat program studi D3 Operasi Bandar Udara, D3 Manajemen Bandar Udara, D3 Manajemen Transportasi Udara, dan D3 Operasi Pesawat Udara.
Calon taruna harus memiliki ketajaman penglihatan normal tanpa bantuan kacamata serta tidak menderita buta warna parsial maupun total.
Persyaratan Umum Pendaftaran
Peserta berstatus Warga Negara Indonesia dengan rentang usia antara 16 sampai 23 tahun terhitung per 1 September. Formasi khusus Orang Asli Papua ditujukan bagi masyarakat yang berasal dari rumpun ras Melanesia yang terdiri atas suku asli di Papua.
Pendaftar boleh melampirkan sertifikat atau piagam prestasi di bidang riset, inovasi, olahraga, seni, dan organisasi sebagai komponen nilai tambah. Kandidat belum pernah menikah dan membuat pernyataan tertulis untuk tidak menikah selama proses seleksi serta masa pendidikan.
Catar pria dilarang bertato atau ditindik kecuali karena ketentuan adat atau agama yang sah, yang dibuktikan lewat surat keterangan pemuka adat atau agama. Catar wanita tidak boleh bertato dan hanya diizinkan memiliki bekas tindik di telinga maksimal satu pasang, kecuali ada alasan adat atau keagamaan. Kandidat tidak sedang menghadapi atau menjalani proses hukum pidana akibat tindakan kriminal.
Pendaftar belum pernah diberhentikan secara tidak hormat atau mengundurkan diri dari status taruna Pola Pembibitan di lingkungan Kemenhub.
Kandidat wajib mematuhi seluruh regulasi Sipencatar dan bersedia diberhentikan jika terbukti melakukan pencurian, kekerasan, perundungan, asusila, atau penyalahgunaan narkoba. Lulusan formasi Pola Pembibitan Kemenhub harus menandatangani kesediaan untuk ditempatkan pada Unit Pelaksana Teknis di seluruh wilayah Indonesia. Peserta wajib membayar biaya pendaftaran, menggunakan email serta nomor telepon aktif, dan menandatangani Pakta Integritas bermeterai bersama orang tua atau wali.
Tahapan Seleksi Masuk
Proses penyaringan Sipencatar menerapkan sistem gugur yang terdiri atas beberapa tingkatan ujian berurutan.
Tahap awal meliputi seleksi administrasi, dilanjutkan dengan Seleksi Kompetensi Dasar sebagai ujian penyaring berikutnya. Tahap ketiga terdiri atas Tes Kesehatan dan Psikotes yang menggunakan sistem gugur secara ketat.
Tahap keempat mencakup Tes Kebugaran Jasmani Transportasi berbobot 15 persen, Wawancara dan Performance Test berbobot 15 persen, serta Penilaian Prestasi berbobot 20 persen.
Daftar Kebutuhan Formasi Prodi
Politeknik Pelayaran Sorong membuka prodi D3 Permesinan Kapal sebanyak 2 formasi dan D3 Manajemen Transportasi Laut sebanyak 2 formasi untuk Pola Pembibitan khusus OAP. Politeknik Penerbangan Indonesia Curug menyediakan prodi D3 Pertolongan Kecelakaan Pesawat sejumlah 2 formasi OAP dan 16 formasi Kemenhub, D4 Teknik Pesawat Udara 1 formasi Kemenhub, serta D3 Operasi Bandar Udara 18 formasi Kemenhub. Politeknik Penerbangan Makassar mengalokasikan prodi D3 Teknologi Bandar Udara untuk 2 formasi khusus OAP dan 8 formasi Pola Pembibitan Kemenhub.
Politeknik Penerbangan Jayapura membuka prodi D3 Manajemen Bandar Udara dengan kuota 2 formasi khusus OAP dan 16 formasi Pola Pembibitan Kemenhub.
Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD menyediakan prodi Sarjana Terapan Transportasi Darat sebanyak 2 formasi Kemenhub, 5 formasi Pemda khusus OAP, dan 505 formasi Pemda.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow