Kerajaan Sailolof Jaga Jejak Sejarah Islam di Sorong Papua Barat Daya
Kerajaan Sailolof yang berpusat di Salawati Selatan, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, terus melestarikan warisan peradaban sebagai salah satu nama kerajaan islam papua yang berpengaruh. Hingga hari Kamis (9/7/2026), eksistensi petilasan sejarah dan budaya di wilayah kepala burung Papua ini tetap terjaga di tengah masyarakat lokal.
Secara geografis, pusat pemerintahan adat ini berada di Kampung Sailolof yang terletak pada koordinat 1°15′S 130°46′E / 1.250°S 130.767°E dengan zona waktu UTC+9 (WIT). Wilayah pesisir ini menjadi saksi bisu bagaimana sejarah islam bisa masuk ke papua melalui jaringan perdagangan antar-pulau berabad-abad silam.
Ismael Umalelen, imam masjid sekaligus tokoh masyarakat asli Papua di Kampung Sailolof, memimpin jalannya perawatan situs-situs religi di desa tersebut. Kehadiran tokoh adat sangat krusial mengingat minimnya pencatatan tertulis yang bertahan dari era kolonial.
"Kami terus menjaga amanah leluhur untuk merawat tradisi dan tempat ibadah ini sebagai simbol perdamaian," ujar Ismael Umalelen.
Garis Waktu dan Kronologi Pengaruh Islam
Pengaruh luar ke wilayah Papua Barat terpantau memiliki rentang waktu yang sangat panjang. Buku berjudul Muslim Papua karya Dhurorudin Mashad (2020: 34) mencatat sejarah dan pengaruh kesultanan Islam di Papua secara mendalam.
Abad ke-15 hingga Abad ke-16
Islam diperkirakan masuk ke Tanah Papua sekitar abad ke-15 melalui interaksi perdagangan. Setelah itu, Kesultanan Bacan dilaporkan telah menguasai beberapa daerah di Papua sejak tahun 1520. Memasuki abad ke-16, wilayah sekitarnya mulai berkembang yang menjadi awal pusat kekuasaan Kerajaan Waigeo di wilayah pulau Waigeo, Raja Ampat.
Era Kolonial Abad ke-20
Relasi antar-kerajaan di wilayah kepala burung dan semenanjung Onin tercatat dalam dokumen resmi pemerintah kolonial. Berdasarkan laporan serah terima Dumas di Fakfak pada tanggal 22 Januari 1911, Raja Fatagar dan Raja Atiati tercatat memiliki hubungan keluarga yang dekat, yang memperkuat jaringan emosional antar-penguasa muslim di regional tersebut.
Peninggalan Sejarah dan Hubungan Regional
Meskipun Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia dengan Pulau Jawa sebagai penyumbang terbesar, sebaran komunitas muslim di Papua memiliki karakteristik unik. Penduduk beragama Islam di Papua tidak begitu banyak jika dibandingkan dengan Pulau Jawa, namun memiliki peninggalan yang sangat bernilai tinggi.
Beberapa dokumen kuno menjadi bukti autentik eksistensi literasi islam di tanah Papua. Berikut adalah daftar dokumen bersejarah yang ditemukan di wilayah Papua Barat:
- 5 buah manuskrip berusia 800 tahun berbentuk kitab mushaf Al-Qur'an berukuran 50 cm x 40 cm yang tersimpan di Fakfak.
- Manuskrip kuno berbahasa Tidore yang telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia di Manokwari.
- Situs makam keramat para raja di sekitar pesisir pantai Salawati.
Keterbatasan data spesifik mengenai statistik ekonomi masa lalu di Sailolof membuat para peneliti bersandar pada perbandingan kronologi wilayah kekuasaan nusantara timur berikut:
| Tahun / Abad | Entitas / Penguasa | Wilayah Pengaruh / Peristiwa |
|---|---|---|
| Abad ke-15 | Pedagang Muslim | Pesisir barat Tanah Papua |
| 1520 | Kesultanan Bacan | Beberapa daerah di Papua |
| Abad ke-16 | Kerajaan Waigeo | Pulau Waigeo, Raja Ampat |
| 22 Januari 1911 | Raja Fatagar & Atiati | Hubungan keluarga dalam laporan Dumas Fakfak |
Pemerintah daerah bersama tokoh adat setempat kini tengah mengupayakan revitalisasi kawasan Kampung Sailolof agar akses transportasi menuju situs sejarah dapat dijangkau lebih mudah oleh peneliti luar. Upaya pemeliharaan mandiri oleh warga lokal sejauh ini menjadi pilar utama bertahannya situs sejarah islam di papua tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow