Kesultanan Demak Gempur Armada Portugis di Sunda Kelapa

Smallest Font
Largest Font

Kesultanan Demak meluncurkan ekspedisi militer besar-besaran untuk menggempur pertahanan militer sekutu Portugis di pelabuhan Sunda Kelapa sepanjang tahun 1526 hingga 1527. Langkah strategis ini diambil guna membendung pengaruh politik barat merusak jalur dagang Nusantara. Serangan tersebut menjadi puncak ketegangan regional setelah Kerajaan Sunda Pajajaran resmi menandatangani kerja sama dagang lada dengan bangsa Portugis.

Menurut catatan sejarah, kerja sama tersebut ditandai dengan pendirian sebuah prasasti batu bernama Padrao. Komoditas lada yang melimpah di wilayah Pajajaran menjadi daya tarik utama bagi bangsa Eropa tersebut untuk menancapkan pengaruhnya. Kedatangan Portugis dipandang sebagai ancaman langsung terhadap kedaulatan ekonomi Kesultanan Demak sebagai kekuatan Islam utama.

Kesultanan Demak yang berdiri sejak akhir abad ke-15 mengalami masa keemasan pada tahun 1521 hingga 1546 di bawah kepemimpinan Sultan Trenggono. Sultan Trenggono memandang kehadiran Portugis di Jawa Barat sebagai ancaman nyata bagi eksistensi kerajaannya.

Jika Portugis berhasil membangun benteng di Sunda Kelapa, maka jalur perdagangan laut di utara Jawa akan sepenuhnya dikuasai asing. Oleh karena itu, Sultan Trenggono segera mengutus panglima perang tangguh bernama Fatahillah untuk memimpin ekspedisi ke barat. Fatahillah berangkat membawa misi suci untuk menggagalkan rencana pembangunan benteng militer Portugis tersebut. Alasan Fatahillah menyerang Sunda Kelapa didorong oleh motivasi kuat guna membebaskan tanah Jawa dari penetrasi imperialisme bangsa barat.

Mengusir Portugis dari Sunda Kelapa | Demak 2 | Kesultanan Nusantara | Jelajah Dermayu

Kronologi Pertempuran dan Kekuatan Militer

Serangan pertama yang diinisiasi oleh Fatahillah dimulai pada tahun 1526 dengan membawa armada yang sangat besar. Pasukan gabungan Demak berhasil mengejutkan pertahanan lokal dan mengamankan area pelabuhan sebelum bantuan utama Portugis tiba di lokasi.

Pada tahun 1527, pertempuran memuncak ketika armada utama Portugis di bawah pimpinan Francisco de Sa tiba di perairan Sunda Kelapa. Pertempuran laut yang sengit dan berdarah antara kedua belah pihak akhirnya tidak dapat dihindarkan lagi.

Berikut adalah rincian perbandingan kekuatan militer yang terlibat dalam pertempuran besar di Sunda Kelapa tersebut:

Data Kekuatan Militer Pertempuran Sunda Kelapa 1526–1527
Kekuatan ArmadaPasukan Kesultanan DemakPasukan Kerajaan Portugis
Pimpinan PasukanFatahillahFrancisco de Sa
Jumlah Kapal20 kapal jung1 galiung besar (800 ton)
Total Prajurit1.500 personel600 prajurit terlatih
PersenjataanMeriam tradisional21-24 pucuk meriam

Meskipun kalah dalam ukuran tonase kapal, taktik pengepungan yang agresif dari armada Fatahillah berhasil melumpuhkan kapal galiung milik Portugis. Keunggulan jumlah prajurit Demak membuat pasukan Francisco de Sa kocar-kacir dan terpaksa mundur.

Lahirnya Jayakarta dan Warisan Sejarah

Kemenangan gemilang pasukan gabungan ini menobatkan Fatahillah sebagai tokoh utama tentang siapa yang mengusir portugis dari sunda kelapa. Keberhasilan ini mengakhiri ambisi besar Portugis untuk memonopoli perdagangan lada di Jawa Barat. Tepat pada tanggal 22 Juni 1527, Sunda Kelapa resmi direbut sepenuhnya dan namanya diubah oleh Fatahillah menjadi Jayakarta. Nama baru ini memiliki arti kota kemenangan yang sempurna sebagai simbol runtuhnya dominasi kekuasaan asing.

Kini, wilayah pelabuhan bersejarah tersebut terletak di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara. Momentum kemenangan besar pada tanggal 22 Juni 1527 itu kini terus diperingati secara resmi sebagai hari jadi kota Jakarta. Prasasti Padrao yang menjadi pemicu awal peperangan tersebut kini tersimpan dengan aman di Museum Nasional Jakarta sebagai bukti sejarah. Peristiwa heroik abad ke-16 ini menjadi tonggak penting dalam garis waktu sejarah perjuangan bangsa.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow