Kisah Erlangga Austino Landiyanto Bangun Karier Internasional Pascalulus S1 Unair

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Meraih kesempatan bekerja di berbagai lembaga terkemuka dunia menjadi pencapaian yang tidak bisa dirasakan semua orang. Pengalaman berharga ini berhasil diwujudkan oleh Erlangga Austino Landiyanto setelah menyelesaikan pendidikan S1 Ekonomi Pembangunan di Universitas Airlangga (Unair). Dikutip dari Detikcom, Erlangga melanjutkan studi pascasarjana di berbagai negara setelah lulus dari Unair.

Ia tercatat pernah menempuh pendidikan di Thailand, Belgia, hingga berhasil meraih gelar doktor di Inggris. Pengalaman menempuh pendidikan di luar negeri dinilai sangat berpengaruh dalam membentuk pola pikirnya. Kondisi ini dipicu oleh adanya perbedaan pendekatan pembelajaran yang diterapkan oleh masing-masing perguruan tinggi.

Proses pembelajaran di kampus luar negeri tidak hanya berfokus pada hafalan teori semata. Mahasiswa justru dituntut untuk aktif melatih kemampuan logika dalam memecahkan setiap permasalahan.

"Kelebihan di sisi pendidikan, di kampusnya itu adalah critical thinking-nya yang dibangun," ungkap Erlangga, dikutip dari laman resmi Unair, Jumat (3/7/2026). Manfaat besar didapatkan Erlangga selama belajar di luar negeri. Meski demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari pondasi pengetahuan yang diperolehnya semasa kuliah S1 di Unair.

Bekal ilmu dari program studi Ekonomi Pembangunan terbukti mampu menunjang berbagai posisi krusial yang kini diembannya. Selain menempuh studi lintas benua, rekam jejak Erlangga di ranah internasional juga tergolong mentereng. Ia memegang peran penting dalam membangun kolaborasi dengan institusi strategis global serta aktif dalam asosiasi profesional. Materi perkuliahan seperti ekonomi makro, mikro, hingga ekonometrika dirasakan sangat relevan dengan pekerjaannya saat ini untuk mengawal proyek pembangunan.

"Kalau konteks ekonomi pembangunan sebenarnya relevan sih, karena memang apa yang dipelajari itu sesuai," sampainya. Perjalanan karier Erlangga dimulai dari sebuah lembaga internasional yang berbasis di Surabaya. Pada tahun 2006, ia dipercaya untuk mengawal proses pemulihan pascabencana tsunami di wilayah Aceh.

Sejak momen tersebut, karier profesionalnya terus meningkat hingga berhasil menduduki posisi strategis di berbagai organisasi dunia. Beberapa lembaga tersebut di antaranya CARE International, UNORC (UN Recovery Coordinator for Aceh and Nias), Bank Dunia (World Bank), UNICEF di Papua, Mahkota, Sekretariat ASEAN, hingga Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jakarta.

"Pekerjaan pertama saya di PBB waktu itu di UNORC di Aceh. Lembaga PBB tersebut mendapat mandat untuk mengoordinasikan lembaga-lembaga internasional dalam dukungan pasca-tsunami di Aceh dan Nias," cerita Erlangga.

Strategi Menembus Profesionalisme Global

Persaingan untuk menembus dunia kerja internasional dikenal sangat ketat. Menanggapi fenomena ini, Erlangga membagikan sejumlah strategi penting bagi mahasiswa yang memiliki minat untuk berkarier di ranah global.

Aspek pertama yang perlu dipersiapkan adalah penguasaan bahasa asing guna menjamin kelancaran komunikasi. Selain itu, kesiapan mental yang matang serta keberanian untuk keluar dari zona nyaman juga menjadi faktor penentu.

Kemampuan dalam mengelola waktu secara cerdas menjadi poin krusial berikutnya. Selama masa perkuliahan, mahasiswa disarankan untuk memfokuskan diri pada kegiatan organisasi di semester awal, kemudian mencari pengalaman magang saat mendekati tingkat akhir.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow