Alasan Soekarno Keluar PBB dan Kronologi Ketegangan Politik Tahun 1965

Smallest Font
Largest Font

Keputusan politik luar negeri yang diambil oleh Presiden Soekarno pada pertengahan era 1960-an menorehkan catatan unik dalam sejarah diplomasi dunia. Banyak dari kita yang masih bertanya-tanya mengenai alasan soekarno keluar pbb yang memicu kegemparan internasional pada masa itu.

Langkah berani ini menjadikan Indonesia sebagai satu-satunya negara yang pernah menyatakan diri keluar dari keanggotaan Perserikatan Bangsa-Bangsa secara sukarela. Menurut catatan yang dilansir dari Kompas, kebijakan drastis tersebut tidak terjadi dalam semalam melainkan melalui akumulasi konflik regional yang memanas.

Ketegangan geopolitik di Asia Tenggara menjadi pemicu utama yang melatarbelakangi runtuhnya hubungan diplomasi antara Indonesia dengan lembaga multilateral terbesar di dunia tersebut. Semua bermula dari rencana pembentukan Negara Federasi Malaysia yang memicu respons keras dari Jakarta.

Rencana Pembentukan Federasi Malaya

Pada tahun 1961, muncul rencana untuk membentuk Negara Federasi Malaysia yang mencakup persekutuan Tanah Melayu, Singapura, Sarawak, Sabah, dan Brunei. Inggris yang saat itu masih memiliki pengaruh kuat di wilayah tersebut berusaha menggabungkan koloni Kalimantan Utara ke dalam Federasi Malaya.

Presiden Soekarno memandang proyek bentukan Inggris ini sebagai proyek neokolonialisme yang dapat mengancam kedaulatan dan keamanan wilayah Indonesia. Konsep Federasi Malaysia dianggap sebagai boneka Barat yang sengaja ditempatkan untuk mengepung pengaruh revolusi Indonesia di Asia Tenggara.

Puncak Konfrontasi Bersenjata Tahun 1963

Penolakan keras terhadap pembentukan negara baru tersebut segera berubah menjadi konflik terbuka di lapangan. Pada tahun 1963, pecah konflik bersenjata dan kronologi konfrontasi indonesia malaysia pbb mulai memasuki fase yang sangat krusial.

Pertempuran fisik terjadi di wilayah perbatasan Kalimantan Utara antara pasukan Indonesia dan pasukan persemakmuran. Menyusul eskalasi militer yang semakin tidak terkendali tersebut, pemerintah Indonesia akhirnya mengambil langkah tegas dengan memutuskan hubungan diplomatik secara total dengan Malaysia.

Sikap konfrontatif Indonesia di bawah kepemimpinan Soekarno mencerminkan penolakan total terhadap segala bentuk imperialism baru di kawasan Asia Tenggara.

Pemicu Utama Mengapa Indonesia Keluar dari PBB Tahun 1965

Meskipun hubungan regional sudah sangat memanas sejak tahun 1963, Indonesia sebenarnya masih bertahan di dalam organisasi PBB. Namun, sebuah keputusan politik di Markas PBB New York menjadi titik balik yang membuat kesabaran Presiden Soekarno habis.

Diterimanya Malaysia Sebagai Anggota Dewan Keamanan

Penyebab utama mengapa indonesia keluar dari pbb tahun 1965 adalah diangkatnya Malaysia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB. Bagi Soekarno, keputusan PBB ini merupakan sebuah penghinaan langsung terhadap posisi dan perjuangan diplomatik Indonesia.

Pemerintah Indonesia menilai bahwa PBB telah berpihak dan tidak lagi objektif karena justru memberikan panggung terhormat kepada negara yang sedang berkonflik. Langkah PBB ini dianggap melegitimasi pembentukan Federasi Malaysia yang sejak awal ditentang keras oleh Jakarta.

Alasan Indonesia Keluar dari PBB | Nkelvin

Pernyataan Tegas Protes Presiden Soekarno

Merespons dinamika di Dewan Keamanan, Presiden Soekarno tidak tinggal diam dan langsung meluncurkan ancaman keras kepada dunia internasional. Beliau menegaskan bahwa jika PBB tetap bersikeras memasukkan Malaysia, maka Indonesia tidak akan ragu untuk angkat kaki.

Ancaman tersebut bukan sekadar gertakan politik belaka untuk mencari perhatian global. Ketika PBB secara resmi mengesahkan status keanggotaan tidak tetap Malaysia, proses penarikan diri Indonesia langsung dieksekusi dengan sangat cepat.

Kronologi Sejarah Indonesia Keluar PBB

Proses mundurnya Indonesia dari panggung perserikatan bangsa-bangsa berlangsung dalam rentang waktu yang sangat singkat dan dramatis pada awal tahun 1965. Berikut adalah urutan waktu penting dalam sejarah indonesia keluar pbb berdasarkan data historis resmi:

  • 1 Januari 1965: Pemerintah Indonesia memberikan pengumuman resmi secara dramatis mengenai rencana penarikan diri dari organisasi internasional tersebut.
  • 7 Januari 1965: Presiden Soekarno secara langsung mengumumkan keputusan resmi penarikan diri Indonesia sebagai respons atas posisi baru Malaysia di Dewan Keamanan PBB.
  • 20 Januari 1965: Surat resmi pengunduran diri ditandatangani dan disampaikan secara formal kepada pihak kesekretariatan jenderal di New York.

Surat keputusan formal tersebut dikirimkan oleh Menteri Luar Negeri Subandrio kepada Sekretaris Jenderal PBB yang menjabat saat itu, U Thant. Penyerahan dokumen ini menandai akhir dari era gelombang pertama keanggotaan Indonesia di lembaga dunia tersebut.

Dinamika Keanggotaan Indonesia di Organisasi Internasional

Hubungan antara Indonesia dan PBB sebenarnya memiliki akar sejarah yang sangat panjang jauh sebelum konflik tahun 1965 pecah. Jika melihat kilas balik historis, Indonesia telah terlibat sejak awal masa kemerdekaan nasional. Berdasarkan catatan dari Zenius, Piagam PBB (UN Charter) sendiri ditandatangani pada tanggal 26 Juni 1945 oleh 50 negara anggota asli di San Francisco, Amerika Serikat.

Organisasi internasional ini kemudian resmi didirikan pada 24 Oktober 1945, hanya terpaut beberapa bulan setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Indonesia sendiri baru resmi diterima menjadi negara anggota PBB yang ke-60 pada tanggal 27 September 1950. Penerimaan ini terjadi setelah kedaulatan Indonesia diakui secara penuh di mata internasional pasca-revolusi fisik melawan Belanda.

Selama periode awal menjadi anggota, Indonesia sempat aktif menyuarakan hak-hak bangsa terjajah. Puncaknya terjadi pada September 1960 ketika Presiden Soekarno menyampaikan pidato legendaris berjudul "Membangun Dunia Baru" di hadapan Sidang Umum PBB yang mengkritik dominasi negara-negara besar.

Garis Waktu Hubungan Diplomasi dan Keanggotaan Indonesia di PBB
Tanggal PentingPeristiwa SejarahStatus Keanggotaan Indonesia
26 Juni 1945Penandatanganan Piagam PBB di San FranciscoBelum bergabung
17 Agustus 1945Proklamasi Kemerdekaan IndonesiaNegara berdaulat baru
27 September 1950Indonesia diterima resmi menjadi anggota ke-60Anggota penuh aktif
3 September 1960Pidato Soekarno Membangun Dunia Baru di New YorkAnggota penuh aktif
7 Januari 1965Presiden Soekarno mengumumkan Indonesia keluarProses keluar resmi
20 Januari 1965Menlu Subandrio mengirim surat ke Sekjen U ThantResmi keluar

Dampak Indonesia Keluar dari Keanggotaan PBB

Langkah radikal keluar dari sistem multilateral dunia tentu membawa konsekuensi yang sangat besar bagi stabilitas internal maupun eksternal negara. Dampak indonesia keluar dari keanggotaan pbb langsung terasa pada isolasi politik yang dialami oleh Jakarta di panggung internasional. Secara politik, Indonesia kehilangan sekutu-sekutu strategis dan semakin tergantung pada blok komunis tertentu seperti Beijing dan Pyongyang untuk mencari dukungan. Bantuan dana pembangunan dan kerja sama teknis dari berbagai badan khusus di bawah naungan PBB juga otomatis terhenti seketika.

Kondisi ini memperparah krisis ekonomi domestik yang sedang melanda Indonesia pada pertengahan era 1960-an, di mana inflasi melonjak sangat tinggi. Isolasi internasional membuat ruang gerak perdagangan luar negeri Indonesia menjadi sangat terbatas dan mempersulit pengadaan barang-barang kebutuhan pokok. Keputusan politik ini pada akhirnya harus berakhir seiring dengan pergantian konformasi kekuasaan di dalam negeri pasca-peristiwa politik akhir tahun 1965. Pemerintahan Orde Baru yang menggantikan Soekarno segera mengubah haluan politik luar negeri menjadi lebih kooperatif dengan dunia Barat demi menyelamatkan perekonomian negara.

Indonesia pada akhirnya memutuskan untuk mengakhiri masa isolasi tersebut dan kembali masuk menjadi anggota PBB pada tanggal 28 September 1966. Kembalinya Indonesia disambut baik oleh komunitas internasional yang menginginkan stabilitas politik kembali terwujud di kawasan Asia Tenggara.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow