Susah Bikin Teks Penjelasan Ini Langkah Pertama Paling Krusial

Smallest Font
Largest Font

Mengetahui langkah pertama yang harus diperhatikan dalam menyusun teks eksplanasi adalah kunci utama agar tulisan Anda tidak melebar tanpa arah. Banyak orang langsung melompat menulis paragraf penjelas tanpa fondasi yang kuat, sehingga artikel menjadi kacau. Padahal, langkah menyusun teks eksplanasi harus diawali dengan menentukan topik atau tema terlebih dahulu.

Saya sering melihat penulis pemula terjebak membuat draf panjang yang membingungkan pembaca karena mengabaikan fondasi dasar ini. Jika Anda tidak menentukan topik teks eksplanasi sejak awal, struktur tulisan ilmiah yang runtut mustahil bisa tercapai. Menentukan tema menjadi penentu utama ke mana arah penjelasan ilmiah Anda akan dibawa.

Mari kita bedah secara mendalam mengapa langkah awal ini begitu menentukan kualitas tulisan Anda. Kita juga akan melihat bagaimana menyusun setiap bagian berdasarkan kaidah kebahasaan yang benar dan sistematis.

Langkah pertama yang harus diperhatikan dalam menyusun teks eksplanasi adalah menentukan topik atau tema karena aspek ini menjadi roh dari seluruh isi tulisan. Tanpa tema yang jelas, Anda akan kesulitan mengumpulkan data pendukung yang relevan. Topik yang baik harus bersifat faktual dan memuat fenomena nyata yang membutuhkan penjelasan ilmiah.

Berdasarkan buku CCM Cara Cepat Menguasai Bahasa Indonesia SMA dan MA Rangkuman Bahasa Indonesia SMA MA SBMPTN yang disusun oleh Tomi Rianto (2019), struktur penulisan harus dibangun secara runtut. Kesalahan dalam memilih tema di awal akan merusak seluruh urutan kronologis yang menjadi daya tarik utama teks jenis ini.

Ketika saya menyusun sebuah ulasan atau teks ilmiah, fokus pada satu entitas utama adalah harga mati. Fokus ini menjaga tulisan tetap berbobot dan mencegah pembahasan melantur ke fenomena lain yang tidak berkaitan.

Menentukan Fenomena Alam atau Sosial

Dalam menentukan topik teks eksplanasi, Anda bisa memilih antara fenomena alam atau fenomena sosial budaya yang terjadi di sekitar kita. Pemilihan ini harus didasarkan pada ketersediaan data ilmiah agar penjelasan yang diberikan nantinya bersifat valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Contoh fenomena alam yang bisa diangkat antara lain proses terjadinya hujan, gempa bumi, atau siklus hidrologi. Sementara untuk fenomena sosial, Anda bisa mengangkat topik seperti proses terbentuknya komunitas adat atau penyebab terjadinya kesenjangan ekonomi di perkotaan.

Memastikan Ketersediaan Referensi Ilmiah

Jangan pernah memilih topik yang miskin sumber literatur atau hanya berdasar pada asumsi belaka. Pastikan ada buku, jurnal, atau laporan otoritatif yang bisa mendukung argumen dan penjelasan kronologis yang akan Anda bangun dalam draf tulisan.

Sebagai contoh, jika ingin mengulas sebuah karya, kita harus tahu identitas teks secara lengkap. Mirip dengan konsep identitas buku yang mencakup judul, penulis, penerbit, dimensi, cetakan, dan ISBN yang termasuk dalam identitas teks ulasan buku menurut standar literatur baku.

Langkah-Langkah Menulis Teks Eksplanasi | SMK BAKTI KARYA PARIGI

Memahami Karakteristik Dasar Teks Eksplanasi

Sebelum melangkah lebih jauh ke tahap penulisan, pemahaman mengenai pengertian teks eksplanasi secara utuh sangatlah mendasar. Teks eksplanasi berisi penjelasan mengapa dan bagaimana suatu peristiwa alam, sosial, budaya, atau ilmu pengetahuan terjadi. Tulisan ini tidak bertujuan memengaruhi pembaca, melainkan memaparkan fakta secara objektif.

Saya menilai kekuatan utama dari tulisan ini terletak pada sifatnya yang informatif dan berbasis pada hubungan sebab-akibat. Jika Anda menulis tanpa memaparkan proses terjadinya fenomena secara logis, maka tulisan tersebut gagal memenuhi fungsi dasarnya.

Untuk memastikan tulisan Anda sudah berada di jalur yang benar, Anda harus mencocokkannya dengan karakteristik resminya. Karakteristik ini membedakan jenis teks ini dengan teks narasi atau eksposisi.

Ciri-Ciri Utama yang Harus Dipenuhi

Berdasarkan kaidah literatur, terdapat beberapa ciri-ciri teks eksplanasi yang wajib ada di dalam draf tulisan Anda:

  • Memaparkan mengapa dan bagaimana fenomena terjadi, baik fenomena alam maupun sosial.
  • Memuat penjelasan ilmiah dan sistematis yang didukung oleh fakta nyata.
  • Memaparkan urutan kejadian secara kronologis atau berdasarkan hubungan kausalitas.

Pendekatan Kritis dalam Menyusun Tulisan

Menulis teks eksplanasi juga membutuhkan ketajaman analisis dari sang penulis saat membedah fenomena. Kita bisa mengambil contoh dari bidang sastra, seperti ketika Randi menggunakan pendekatan sosiologi sastra untuk mengulas novel Kubah karya Ahmad Tohari dari aspek sosial, yang menunjukkan bahwa ia membuat teks ulasan jenis kritis.

Gaya kritis seperti itulah yang dibutuhkan saat menjelaskan sebuah fenomena. Anda harus mempertanyakan setiap detail proses hingga menemukan jawaban ilmiah yang paling akurat untuk disajikan kepada pembaca.

Bagaimana Cara Membuat Teks Eksplanasi yang Sistematis

Setelah berhasil menentukan topik, pertanyaan berikutnya yang sering muncul adalah gimana cara membuat teks eksplanasi yang sistematis dari awal sampai akhir? Proses ini membutuhkan kedisiplinan dalam mengikuti struktur yang telah ditetapkan agar pembaca mudah memahami alur berpikir Anda.

Langkah setelah menentukan topik adalah mengumpulkan data, membuat kerangka teks, mengembangkan kerangka menjadi draf utuh, dan melakukan penyuntingan. Jangan sekali-kali mengabaikan tahapan pembuatan kerangka jika tidak ingin tulisan Anda melompat-lompat tanpa arah.

Berikut adalah perbandingan elemen penting yang harus diperhatikan saat Anda mulai menyusun teks ilmiah ini agar hasilnya optimal dan sesuai standar kebahasaan.

Perbandingan Tahapan dan Fokus Penyusunan Teks Eksplanasi
Tahapan KerjaFokus UtamaOutput yang Dihasilkan
Tahap AwalMenentukan topik teks eksplanasiTema fenomena yang spesifik
Tahap DataPengumpulan fakta ilmiahDaftar referensi dan bukti factual
Tahap StrukturPembuatan kerangka tulisanSkenario alur kronologis
Tahap AkhirPengembangan paragraf & editTeks eksplanasi utuh yang valid

Menyusun Struktur Bagian Demi Bagian

Struktur teks eksplanasi terdiri dari tiga bagian utama, yaitu pernyataan umum, deretan penjelas (sebab-akibat), dan interpretasi atau kesimpulan. Setiap bagian harus ditulis secara proporsional dengan mengutamakan kejelasan informasi.

Bagian pernyataan umum berisi pengenalan awal tentang fenomena yang sedang dibahas. Bagian deretan penjelas merupakan inti teks yang menguraikan proses kejadian secara terperinci. Sementara bagian interpretasi berisi pandangan atau kesimpulan akhir penulis terkait fenomena tersebut.

Pernyataan umum berada di paragraf pertama sebagai pembuka tulisan. Tugas Anda di sini adalah memberikan definisi singkat dan gambaran menyeluruh tentang fenomena agar pembaca mendapatkan konteks yang jelas sebelum masuk ke penjelasan yang lebih rumit.

Gunakan bahasa yang lugas dan komunikatif pada bagian pembuka ini. Hindari penggunaan istilah teknis yang terlalu berat di awal paragraf tanpa disertai penjelasan makna kata tersebut secara sederhana.

Mengembangkan Deretan Penjelas Sebab-Akibat

Deretan penjelas adalah ruang bagi Anda untuk mengeksplorasi hubungan kausalitas secara mendalam. Di bagian inilah semua data, statistik, dan urutan kronologis yang telah dikumpulkan diletakkan untuk menjawab pertanyaan mengapa fenomena itu bisa terjadi.

Pastikan transisi antarparagraf di bagian penjelas ini mengalir dengan logis. Penggunaan konjungsi kronologis seperti 'kemudian', 'lalu', 'setelah itu', atau konjungsi kausalitas seperti 'sebab' dan 'karena' akan sangat membantu merapikan alur tulisan.

Pentingnya Ketepatan Istilah dan Konteks Bahasa

Dalam menulis teks ilmiah, akurasi penggunaan kata dan istilah bahasa sangat menentukan tingkat pemahaman pembaca. Anda harus memastikan bahwa setiap kata yang dipilih sesuai dengan konteks kalimat dan tidak menimbulkan makna ganda.

Sebagai contoh dalam dunia sastra, makna kata "supel" dalam konteks cerpen adalah ramah. Pemahaman makna kata yang presisi seperti ini juga berlaku mutlak saat Anda menggunakan istilah-istilah sains atau sosial dalam teks eksplanasi Anda.

Ketetapan dalam memilih istilah ilmiah akan membangun kredibilitas tulisan Anda di mata pembaca yang mencari informasi valid.

Jika Anda menjelaskan tentang dunia botani, deskripsi yang diberikan harus akurat sesuai ciri fisiknya. Misalnya, menjelaskan bahwa Kriptantus adalah tanaman tak berbatang dengan daun bertumpuk mirip bintang laut berwarna beragam, beberapa memiliki garis putih melintang. Penggambaran yang detail dan faktual seperti inilah yang membuat teks penjelas menjadi sangat berbobot.

Menghindari Kesalahan Umum Saat Menyusun Draf

Berdasarkan pengamatan saya terhadap banyak draf tulisan, kesalahan terbesar penulis biasanya terjadi karena tidak konsisten menjaga fokus entitas utama. Mereka sering kali terdistraksi oleh informasi sekunder yang tidak relevan dengan topik yang sudah ditentukan di awal.

Kesalahan lainnya adalah memasukkan data yang tidak valid atau memasukkan opini pribadi yang subjektif ke dalam deretan penjelas. Ingat, teks ini menuntut objektivitas tinggi yang berbasis pada fakta ilmiah, bukan ruang untuk berasumsi tanpa dasar.

Proses penyuntingan akhir wajib dilakukan untuk memeriksa kembali keterpaduan antarparagraf, ketepatan ejaan, serta tanda baca. Pastikan seluruh struktur mulai dari pernyataan umum hingga interpretasi telah terpenuhi dengan sempurna.

Langkah pertama yang harus diperhatikan dalam menyusun teks eksplanasi adalah menentukan topik atau tema secara spesifik dan faktual. Fondasi awal ini yang akan menentukan keberhasilan Anda dalam merangkai pernyataan umum, mengembangkan deretan penjelas sebab-akibat, hingga merumuskan interpretasi akhir secara logis. Tanpa penentuan topik yang kuat di awal, draf tulisan Anda hanya akan menjadi tumpukan paragraf yang membingungkan pembaca.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed