Terungkap Cara Menyusun Teks Eksplanasi Mulai dari Langkah Paling Krusial

Smallest Font
Largest Font

Menulis sebuah karangan yang memuat runtutan peristiwa ilmiah sering kali membuat seseorang bingung harus memulai dari mana. Padahal, jawaban dari pertanyaan "gimana cara memulai tulisan yang berbasis data?" sebenarnya terletak pada satu tahapan awal yang paling krusial.

Langkah pertama dalam menyusun teks eksplanasi adalah menentukan topik atau fenomena yang akan dibahas. Tanpa adanya topik yang jelas dan spesifik, arah tulisan Anda akan melebar tanpa fokus yang konkret.

Dalam pengalaman saya memandu lokakarya kepenulisan, kesalahan umum yang saya lihat adalah penulis pemula langsung melompat ke tahap menulis draf tanpa mematangkan topik utama. Akibatnya, artikel menjadi dangkal dan kehilangan daya tarik informatifnya.

Sebelum kita membahas langkah demi langkah secara teknis, Anda perlu memahami esensi dasar dari jenis tulisan ini. Pemahaman yang kuat akan mencegah Anda mencampurkan gaya tulisan eksplanasi dengan teks persuasi atau narasi fiksi.

Apa itu Teks Eksplanasi?

Berdasarkan penjelasan para ahli bahasa, kita bisa melihat batasan jelas mengenai jenis teks ini. Kosasih dan Restuti menyatakan bahwa teks eksplanasi merupakan sebuah teks yang menerangkan atau menjelaskan mengenai proses atau fenomena alam maupun sosial.

Sementara itu, pakar lain seperti Barwick menegaskan bahwa teks eksplanasi adalah teks yang menjelaskan dan mendeskripsikan suatu proses dan alasan dapat terjadinya sesuatu di dunia. Secara sederhana, teks ini menjawab pertanyaan besar mengenai mengapa dan bagaimana sesuatu bisa terjadi.

Ciri-Ciri Utama yang Membedakannya

Untuk memastikan topik yang Anda pilih nantinya selaras dengan format eksplanasi, kenali beberapa ciri ciri teks eksplanasi berikut ini:

  • Memuat informasi berdasarkan fakta nyata (faktual) tanpa rekayasa.
  • Membahas fenomena yang bersifat keilmuan atau sains.
  • Bersifat informatif dan tidak berusaha memengaruhi pembaca.
  • Menggunakan penanda urutan kronologis atau kausalitas.
Langkah-Langkah Menulis Teks Eksplanasi | SMA Internasional Budi Mulia Dua

Langkah Pertama Menentukan Topik yang Tepat

Kembali ke aturan baku, langkah pertama dalam menyusun teks eksplanasi adalah menentukan topik. Langkah ini menuntut kejelian Anda dalam melihat sebuah peristiwa di sekitar kita.

Dari pengalaman saya menangani berbagai draf tulisan, topik yang terlalu luas seperti "Bencana Alam" justru akan menyulitkan Anda sendiri. Persesempit fokus tersebut menjadi topik yang lebih spesifik, misalnya "Proses Terjadinya Gempa Bumi Tektonik".

Saat menentukan topik, pastikan Anda memilih fenomena yang memiliki hubungan sebab-akibat yang jelas. Sesuai dengan pengertian dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), eksplanasi berarti penjelasan yang menguraikan proses berdasarkan hubungan sebab akibat tersebut.

Struktur Baku dalam Menyusun Teks Eksplanasi

Setelah topik utama berhasil Anda kunci, langkah berikutnya adalah merancang kerangka tulisan berdasarkan struktur teks eksplanasi yang baku. Menurut Mashun, teks eksplanasi adalah teks yang disusun dengan struktur yang terdiri atas bagian-bagian tertentu.

Bagian-bagian tersebut memperlihatkan pernyataan umum, deretan penjelas, dan interpretasi. Berikut adalah rincian tiga komponen wajib tersebut:

1. Pernyataan Umum (Identifikasi Fenomena)

Pada bagian pembuka ini, Anda harus mengenalkan fenomena apa yang sedang dibahas kepada pembaca. Berikan definisi singkat dan latar belakang yang menarik agar pembaca memahami konteks pembicaraan sejak kalimat pertama.

2. Deretan Penjelas (Proses Kejadian)

Ini adalah inti dari teks eksplanasi Anda. Di bagian inilah runtutan sebab dan akibat dijabarkan secara mendalam, logis, dan bertahap.

Sebagai gambaran konkret mengenai bagaimana menyusun linimasa kronologis yang rapi dalam deretan penjelas, kita bisa melihat contoh linimasa Perang Jawa berikut:

Kronologi Peristiwa Sejarah dalam Deretan Penjelas
Waktu KejadianAksi Pasukan BelandaAksi Pasukan Diponegoro
Juli 1826Menyerang Daksa yang sudah kosongMenghadang dan mengalahkan tentara Belanda saat kembali ke Yogyakarta
Oktober 1826Menghadapi serangan di GawokMenyerang Belanda di Gawok dan menang atas anjuran Kyai Mojo

3. Interpretasi (Ulasan Akhir)

Bagian akhir ini berisi kesimpulan atau ulasan mengenai konsekuensi dari fenomena yang telah dijelaskan. Sifatnya opsional, namun keberadaannya sangat membantu memberikan sudut pandang yang bulat bagi pembaca.

Cara Membuat Teks Eksplanasi Secara Bertahap

Bagi Anda yang ingin mempraktikkannya langsung, Mumtahanah Kurniawati dalam tulisannya menjabarkan panduan taktis yang bisa diikuti. Mengembangkan gagasan menjadi tulisan utuh memerlukan kedisiplinan dalam setiap fasenya.

Berikut adalah cara membuat teks eksplanasi yang sistematis setelah Anda menyelesaikan langkah pertamanya:

  1. Menentukan topik: Menentukan objek atau fenomena ilmiah/sosial yang spesifik sebagai gagasan utama.
  2. Mengumpulkan bahan: Mencari referensi data, fakta, kronologi, serta pendapat ahli dari sumber tepercaya.
  3. Menyusun kerangka: Memetakan data yang diperoleh ke dalam tiga struktur utama (pernyataan umum, deretan penjelas, interpretasi).
  4. Mengembangkan teks: Menulis draf utuh dengan memperhatikan kaidah kebahasaan serta pola pengembangan teks eksplanasi yang tepat.
Dalam menyusun teks eksplanasi, kekuatan tulisan terletak pada validitas data. Jangan pernah berspekulasi atau memasukkan opini pribadi yang tidak berdasar pada fakta ilmiah, karena hal itu akan merusak kredibilitas teks secara keseluruhan.

Pola Pengembangan yang Bisa Anda Gunakan

Ketika mulai mengembangkan kerangka menjadi paragraf utuh, Anda akan dihadapkan pada pilihan mengenai bagaimana pola pengembangan teks eksplanasi yang akan diterapkan pada tulisan tersebut.

Pola pertama adalah pola pengembangan kausalitas, yang menempatkan fakta-fakta sebagai hubungan sebab dan akibat yang saling berkaitan. Pola kedua adalah pola pengembangan proses atau kronologis, yang menyusun urutan kejadian berdasarkan waktu terjadinya peristiwa secara berurutan.

Pemilihan pola ini sangat bergantung pada topik awal yang Anda tentukan di langkah pertama tadi. Fenomena alam seperti banjir biasanya lebih cocok menggunakan pola kausalitas, sedangkan fenomena sejarah atau proses pembuatan sesuatu akan lebih rapi jika menggunakan pola kronologis.

Menguasai langkah pertama dengan menentukan topik yang fokus dan kaya akan referensi faktual adalah kunci utama menghasilkan tulisan yang berbobot. Dengan mengikuti struktur baku serta metode pengumpulan bahan yang disiplin, teks eksplanasi yang Anda susun akan mampu memberikan edukasi yang jernih dan bernilai tinggi bagi pembaca.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed