Anak Penjual Keripik Raih Beasiswa Penuh di Peternakan UGM
Kisah inspiratif datang dari seorang mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada (UGM) bernama Muhammad Nur Arifin yang mendapat kunjungan langsung dari Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof Budi Guntoro.
Seperti dilansir dari Detikcom, pemuda ini merupakan anak seorang penjual keripik bernama Ngalimah. Arifin berhasil menembus perguruan tinggi bergengsi tersebut melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Sang ibu kini berjuang sebagai orang tua tunggal dalam membiayai sembilan orang anak. Ayah Arifin yang dulunya bekerja sebagai tukang kayu telah meninggal dunia sejak 15 tahun yang lalu.
"Saya sangat bersyukur atas diterimanya Arifin di UGM. Semoga anak saya diberikan kemudahan dalam menempuh kuliah dan dapat meraih cita-citanya," tutur Ngalimah pada Kamis (9/7/2026).
Keberhasilan ini diraih Arifin dengan penuh ketekunan. Di saat teman-teman sebayanya mengikuti bimbingan belajar atau les untuk masuk perguruan tinggi negeri, Arifin justru memilih untuk belajar mandiri secara rajin di rumah.
"Dia anak yang selalu fokus saat belajar di sekolah sehingga tidak perlu mengulang pelajaran secara berlebihan di rumah," kenang Ngalimah.
Berkat fokus yang tinggi selama di sekolah, Arifin tetap mampu mengukir berbagai prestasi tanpa bantuan bimbel. Ia sering memenangkan perlombaan, termasuk meraih juara dalam kompetisi musikalisasi puisi di tingkat provinsi.
Ketertarikan Arifin terhadap dunia peternakan sendiri sudah tumbuh sejak dirinya masih kecil. Ia mengaku sangat menyukai hewan ternak dan memiliki kegemaran memelihara binatang di rumahnya.
"Sejak kecil saya sudah senang memelihara hewan, terutama kambing. Walaupun dulu pernah mengalami pengalaman sedih karena kambing peliharaan saya mati saat masih SD, ketertarikan saya pada peternakan tidak pernah hilang," ungkap Arifin.
Pilihan untuk mendalami ilmu peternakan didorong oleh cita-cita besarnya. Arifin berambisi untuk mengembangkan bisnis peternakan ayam broiler serta memiliki ketertarikan yang mendalam pada bidang nutrisi dan pangan hewan.
"Pengalaman ini membuat saya semakin memahami bagaimana pengelolaan peternakan dilakukan secara langsung. Saya jadi semakin yakin memilih peternakan sebagai bidang yang ingin saya tekuni," kata Arifin.
Kini, Arifin dapat menjalani mimpinya kuliah di UGM tanpa kendala biaya. Ia mendapatkan beasiswa pendidikan unggul bersubsidi penuh alias gratis 100 persen, sebuah kesempatan yang sangat disyukurinya.
Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof Budi Guntoro, memberikan dukungan penuh dan berpesan agar Arifin mampu mengoptimalkan potensinya selama masa perkuliahan demi meraih kelulusan yang diimpikan.
"Selamat mas. Ke depan harus fokus baik studi maupun di organisasi nanti. Manfaatkan kesempatan yang diberikan dengan beasiswa kuliah gratis ini untuk masa depan yang lebih baik," pesan Prof Budi Guntoro.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow