SD Inpres Naimata Kupang Rampung Direvitalisasi Rp 3,1 Miliar

Smallest Font
Largest Font

Sebanyak 539 siswa SD Inpres Naimata di Kupang, Nusa Tenggara Timur kini menikmati fasilitas gedung baru setelah sekolahnya selesai direvitalisasi dengan anggaran mencapai Rp 3,1 miliar pada Selasa (21/7/2026), dilansir dari Detikcom.

Proyek pembenahan sarana pendidikan ini mencatatkan SD Inpres Naimata sebagai penerima dana revitalisasi satuan pendidikan terbesar di Indonesia.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest S Ludji menegaskan bahwa besarnya anggaran tersebut mencerminkan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, serta partisipasi aktif masyarakat.

"Nilai Rp 3,1 miliar itu bukan angka yang sedikit. Di sini ada dana revitalisasi pusat, ada APBD, dan yang luar biasa adalah panggilan hati para orang tua untuk berkontribusi," katanya dalam Konferensi Pers di SD Inpres Naimata, Kupang, Nusa Tenggara Timur pada Selasa (21/7/2026).

Sebelum dilakukan pembenahan, keterbatasan ruang kelas membuat pihak sekolah terpaksa menerapkan sistem pembelajaran tiga shift hingga sore dan malam hari, serta memangkas durasi jam pelajaran.

Kepala Sekolah SD Inpres Naimata, Martinus Klau menjelaskan perubahan besar pada jam operasional sekolah usai mendapatkan penambahan belasan ruang kelas baru dari pemerintah pusat dan daerah.

"Dulu anak-anak harus masuk siang sampai petang. Waktu belajar yang harusnya 35 menit dipangkas menjadi 25 menit, bahkan 20 menit di hari Jumat. Sekarang, puji Tuhan, dengan adanya 12 ruang kelas baru hasil revitalisasi dan 5 ruang bantuan Pemda, kami sudah bisa satu shift. Semua anak sekolah pagi," ujar Martinus terharu.

Selain menambah ruang kelas, dana bantuan juga dialokasikan untuk pembangunan fasilitas pendukung seperti toilet dan ruang administrasi.

Martinus menambahkan bahwa fasilitas umum di area sekolah kini dirancang untuk memudahkan aksesibilitas seluruh murid tanpa terkecuali.

"Dan di setiap unit itu sudah menyediakan, memenuhi kebutuhan anak-anak disabilitas, anak-anak inklusif ketika kalau ada di sini maka mereka tidak mengalami hambatan ketika menggunakan toilet yang sudah tersedia," tambahnya.

Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Digital menekankan pentingnya pemerataan kualitas infrastruktur pendidikan umum agar sejajar dengan fasilitas sekolah percontohan lainnya.

Direktur Ekosistem Media Komdigi, Farida Dewi Maharani menyampaikan harapannya terkait peningkatan standar sarana dan prasarana belajar bagi para siswa.

"Dan tentunya juga harapannya mendapatkan fasilitas yang sama, Pak. Jadi kalau di Sekolah Rakyat itu benar-benar dari nol, semua disiapkan, anak-anaknya dari anak-anak desil satu, fasilitas labnya ada, fasilitas pendidikannya itu juga cukup mumpuni, dan mudah-mudahan nanti revitalisasi pun juga tidak hanya bangunan ya," tuturnya.

Dukungan pengerjaan fisik sekolah ini turut mendapat kontribusi pengerjaan dari orang tua siswa melalui swadaya pemasangan paving block di area lingkungan sekolah.

Ketua Komite SD Inpres Naimata, Siprianus Damai Nar mengungkapkan peran serta wali murid dalam membenahkan area halaman sekolah.

"Jadi di sini area pemasangan paving block itu 500 lebih meter persegi. Itu yang kami sumbang bersama para pekerja di sini," kata Ketua Komite SD Inpres Naimata, Siprianus Damai Nar.

Langkah inisiatif tersebut diambil demi mengatasi masalah debu saat musim kemarau dan lumpur saat musim hujan yang kerap mengganggu kenyamanan siswa.

"Ya, mereka ikhlas memberi, waktu anak-anaknya mereka sekolah di sini. Karena teman-teman tahu bahwa sebelum pemasangan paving block ini, ini daerah berdebu kalau musim panas, sangat berdebu, dan kalau musim hujan sangat berlumpur," tuturnya.

Guna menunjang modernisasi pembelajaran, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah merencanakan penambahan unit papan tulis digital di sekolah tersebut.

Widyaprada Ahli Utama Kemendikdasmen, Khamim memaparkan rencana bantuan teknologi interaktif yang akan diterima guru dan siswa.

"Jadi nanti ada empat papan tulis digital. Guru-guru tidak lagi mengajar secara monoton. Anak-anak bisa belajar dengan cara yang menyenangkan dan interaktif," jelasnya.

Fasilitas baru ini disiapkan untuk menyambut awal tahun ajaran baru mendatang guna mendorong mutu pendidikan secara menyeluruh.

"Yang sekarang menjadi momentum yang luar biasa adalah menyongsong tahun ajaran baru 2026/2027 ini, sekolahnya sudah hebat, juga memadai, sudah lengkap. Nah upaya peningkatan mutu inilah yang harus kita dorong," kata Khamim.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed