Studi Ungkap Lobster dan Hewan Laut Invertebrata Bisa Merasakan Sakit
Hewan berkulit keras seperti lobster ternyata dapat merasakan rasa sakit ketika disengat aliran listrik. Selama ini, aktivitas memasak dengan cara merebus hewan krustasea seperti lobster atau kepiting hidup-hidup dianggap sebagai sebuah hal yang normal. Namun, dilansir dari Detikcom, studi terbaru mengungkapkan fakta bahwa hewan-hewan tersebut peka terhadap rasa nyeri.
Selain lobster, kepiting dan gurita serta invertebrata lainnya juga terbukti bisa merasakan sakit. Kepiting bahkan akan segera meninggalkan tempat persinggahannya saat merasakan nyeri akibat sengatan listrik. Begitu pula dengan gurita yang cenderung sangat peka dan akan menghindari tempat yang dirasa dapat menyakiti tubuh mereka.
Kondisi ini memicu munculnya peraturan hukum di beberapa negara yang melarang proses merebus lobster, kepiting, dan gurita dalam keadaan hidup. Inggris telah menetapkan regulasi tersebut melalui Undang-Undang Kesejahteraan Hewan sejak tahun 2022.
Langkah serupa juga diterapkan di Selandia Baru. Negara tersebut mengharuskan hewan seperti kepiting, udang karang, serta lobster batu dibuat tidak sadar terlebih dahulu sebelum dimasak dan dijual. Sementara itu, negara bagian California di Amerika Serikat telah melarang aktivitas budidaya gurita. Kebijakan ini diambil karena proses budidaya tersebut dianggap telah menyiksa mereka.
Sinyal Saraf Nosiseptor pada Lobster
Saat merasakan kesakitan, lobster akan menunjukkan respons berupa gerakan mengibaskan ekornya. Para peneliti menjelaskan bahwa gerakan tersebut merupakan upaya umum dari lobster untuk melarikan diri.
Respons tersebut timbul karena otak menerima sinyal rasa sakit yang dikirim oleh saraf nosiseptor. Reaksi ini dinilai serupa dengan mekanisme manusia saat merasakan sakit pada bagian tubuhnya.
Rasa nyeri pada tubuh lobster cenderung berkurang ketika mereka diberi obat pereda nyeri untuk manusia, seperti lidokain dan aspirin. Bukti ini didapatkan melalui eksperimen yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports pada 13 April 2026.
Hasil Uji Coba Sengatan Listrik
Dalam penelitian tersebut, para ahli menguji 105 ekor lobster yang dibagi ke dalam 4 kelompok, termasuk satu kelompok pembanding. Setiap kelompok menerima sengatan listrik dengan tegangan sebesar 9,09 volt selama 10 detik. Kelompok pertama disengat listrik tanpa diberikan obat pereda nyeri, yang mengakibatkan seluruh lobster langsung menggerakkan ekor mereka. Pada kelompok berikutnya, peneliti menyuntikkan obat aspirin ke tubuh lobster.
Hasilnya, hanya ada 3 dari 13 lobster yang menggerakkan ekornya setelah disengat listrik. Sementara pada kelompok lain yang diberi larutan obat lidokain di dalam tangki, sebanyak 7 dari 13 lobster menggerakkan ekornya. Data tersebut menunjukkan bahwa aliran listrik tidak sekadar memicu kontraksi otot, tetapi benar-benar memberikan efek nyeri.
Profesor zoofisiologi di Universitas Gothenburg di Swedia, Lynne Sneddon, memberikan penjelasan mengenai kemiripan ini. "Fakta bahwa obat penghilang rasa sakit yang dikembangkan untuk manusia juga bekerja pada lobster Norwegia menunjukkan betapa miripnya cara kerja kita," kata Lynne Sneddon, dikutip dari Live Science.
"Itulah mengapa penting untuk memperhatikan bagaimana kita memperlakukan dan membunuh krustasea, sama seperti yang kita lakukan pada ayam dan sapi," tutur Lynne Sneddon.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow