Raih Rumah di Surga Lewat Cara Sholat Sunnah Sebelum Isya yang Benar

Smallest Font
Largest Font

Banyak umat Islam belum menyadari besarnya keutamaan di balik cara sholat sunnah sebelum isya yang benar untuk menyempurnakan ibadah harian mereka. Pertanyaan seperti "hukum sholat qobliyah maghrib dan isya itu seperti apa?" kerap menjadi perbincangan hangat di kalangan jamaah yang ingin memperdalam spiritualitas. Melalui pemahaman tata cara yang tepat, ibadah sunnah ini dapat menjadi pelengkap sempurna bagi sholat fardhu kita.

Sholat sunnah rawatib merupakan salah satu amalan pembungkus ibadah wajib yang sangat dianjurkan dalam Islam. Berdasarkan penjelasan dari Syekh Nawawi al-Bantani selaku Penulis Kitab Nihayatuz Zain, sholat qobliyah Isya masuk ke dalam golongan sholat sunnah rawatib. Golongan ini merupakan sholat sunnah yang dikerjakan secara khusus sebelum pelaksanaan sholat fardhu.

Secara keseluruhan, jumlah rakaat sholat sunnah rawatib dalam kitab fikih sebenarnya berjumlah 22 rakaat. Namun, yang tercantum secara eksplisit dalam hadis Nabi Muhammad SAW hanya berjumlah 12 rakaat setiap hari. Melaksanakan amalan 12 rakaat ini secara konsisten menjanjikan ganjaran berupa rumah indah di surga kelak.

Dalam Hadis Riwayat Muslim disebutkan: "Jika seorang hamba Allah SWT sholat demi allah SWT 12 rakaat (sunnah) setiap hari, sebelum dan setelah sholat wajib, maka Allah SWT akan membangunkannya sebuah rumah di surga atau rumah akan dibangun untuknya di surga. Aku tidak pernah absen melakukannya, sejak mendengarnya dari Rasulullah SAW."

Dalam praktek harian, landasan hukum pelaksanaan ibadah ini juga bersandar pada riwayat dari perawi hadis terkenal, Abdullah bin Mughaffal Al Muzani. Beliau menyatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda bahwa di antara setiap dua adzan, yaitu adzan dan iqamah, itu terdapat kesempatan shalat sunnah. Rasulullah SAW mengulanginya hingga tiga kali dan menambahkan catatan penting di akhir kalimatnya.

Beliau bersabda, "Bagi siapa saja yang mau mengerjakannya." Penambahan kalimat tersebut pada pengulangan ketiga menjadi penanda fiqih yang jelas bahwa hukum melaksanakan ibadah ini bersifat sunnah, bukan sebuah kewajiban yang mengikat. Hal yang sama juga berlaku pada sholat sunnah sebelum maghrib.

Ketentuan Jumlah Rakaat dan Waktu Pelaksanaan

Bagi Anda yang sering bertanya mengenai badiyah isya berapa rakaat atau bagaimana pembagian waktunya, aturan dasarnya sangat sederhana. Sholat sunnah qobliyah dikerjakan tepat sebelum sholat fardhu dimulai, sedangkan ba'diyah dikerjakan setelah sholat fardhu selesai. Ketentuan ini berlaku mengikat untuk seluruh rangkaian rawatib harian.

Untuk memudahkan pemetaan ibadah Anda, berikut adalah rincian pembagian rakaat berdasarkan sumber fikih yang valid:

Perbandingan Jumlah Rakaat Sholat Sunnah Rawatib Isya dan Maghrib
Jenis Sholat SunnahWaktu PelaksanaanJumlah Rakaat
Qobliyah MaghribSebelum Fardhu Maghrib2 Rakaat
Ba'diyah MaghribSetelah Fardhu Maghrib2 Rakaat
Qobliyah IsyaSebelum Fardhu Isya2 Rakaat
Ba'diyah IsyaSetelah Fardhu Isya2 Rakaat

Berdasarkan data di atas, terlihat jelas bahwa sholat sunnah qobliyah dan ba'diyah Isya serta Maghrib masing-masing dikerjakan sebanyak 2 rakaat. Melalui pembagian yang terstruktur ini, Anda dapat mengatur manajemen waktu ibadah di antara jeda adzan dan iqamah secara lebih efisien.

Berdasarkan Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim, disebutkan pula bahwa Rasulullah SAW shalat dua rakaat sebelum dan sesudah Zhuhur, dua rakaat sesudah Maghrib, dua rakaat sesudah Isya, dan dua rakaat setelah shalat Jumat. Riwayat muttafaq 'alaih ini memperkokoh eksistensi sholat sunnah dua rakaat di sekitar waktu Isya.

Langkah dan Bacaan Niat Sholat Qobliyah Isya

Dalam mempraktikkan ibadah ini, niat memegang peranan yang sangat krusial sebagai pembeda dari aktivitas fisik biasa. Ustaz Arif Rahman selaku Penulis Buku "Panduan Sholat Wajib dan Sunnah Sepanjang Masa" telah memuat bacaan niat sholat sunnah sebelum Isya secara terperinci untuk memudahkan para jamaah sekalian.

Berikut adalah lafal niat sholat qobliyah isya yang dapat Anda baca di dalam hati maupun dilafalkan secara lisan sebelum takbiratul ihram:

Ushalli sunnatal 'isya-i rak'ataini qabliyyatan lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku niat melaksanakan sholat sunnah sebelum Isya dua rakaat karena Allah Ta'ala."

Tata Cara Sholat Qabliyah Isya' - NU Online | IRSSAT Official

Setelah memantapkan niat di dalam dada, Anda dapat langsung memulai prosesi ibadah. Panduan tata cara sholat qobliyah Isya secara teknis tertuang dalam buku "Ahkam Ash Sholah" yang ditulis oleh Syaikh Ali Raghib. Secara umum, gerakannya sama dengan sholat dua rakaat pada umumnya.

Untuk memastikan ibadah Anda berjalan sempurna, ikuti urutan langkah demi langkah berikut ini:

  1. Berdiri tegak menghadap kiblat sembari melafalkan niat di dalam hati secara mantap.
  2. Melakukan Takbiratul Ihram dengan mengangkat kedua tangan sejajar telinga lalu bersedekap.
  3. Membaca doa Iftitah secara khusyuk untuk membuka komunikasi spiritual dengan Sang Pencipta.
  4. Membaca Surat Al-Fatihah secara tartil, dilanjutkan dengan membaca salah satu surat pendek Al-Quran.
  5. Melakukan Ruku' dengan posisi punggung lurus mendatar, kemudian bangkit melakukan I'tidal.
  6. Sujud sebanyak dua kali dengan tuma'ninah yang sempurna di antara kedua sujud tersebut.
  7. Bangkit kembali untuk melaksanakan rakaat kedua dengan urutan gerakan yang sama persis.
  8. Mengakhiri sholat pada rakaat kedua dengan duduk tasyahud akhir dan membaca tasyahud.
  9. Melakukan salam ke arah kanan terlebih dahulu baru kemudian dilanjutkan ke arah kiri.

Rekomendasi Surat dan Amalan Pelengkap Isya

Dalam mengoptimalkan bacaan sholat rawatib isya, pemilihan surat pendek setelah Al-Fatihah sebenarnya dibebaskan kepada para musholli. Namun, jika kita mengambil analogi ibadah malam sejenis, terdapat anjuran membaca Surat Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Surat Al-Ikhlash pada rakaat kedua. Anjuran spesifik ini dijelaskan dalam Kitab Nihayatuz Zain saat membahas pelaksanaan sholat ba'diyah Maghrib.

Menerapkan kombinasi kedua surat tauhid tersebut sangat baik untuk memperkuat keimanan di waktu malam. Setelah merampungkan seluruh prosesi sholat qobliyah, Anda disarankan untuk tidak langsung sibuk dengan urusan duniawi melainkan memperbanyak istighfar sembari menunggu iqamah dikumandangkan oleh muadzin.

Kesalahan umum yang sering saya temui di lapangan adalah terburu-burunya jamaah dalam melaksanakan sholat sunnah ini karena mengejar waktu iqamah. Padahal, inti dari sholat sunnah rawatib adalah ketenangan atau tuma'ninah. Jika waktu jeda adzan dirasa terlalu sempit, lebih baik memperpendek bacaan surat daripada merusak kualitas ruku dan sujud.

Setelah sholat fardhu Isya selesai dikerjakan, rangkaian ibadah malam Anda dapat ditutup dengan doa setelah sholat isya arab dan latin serta dilanjutkan dengan ibadah ba'diyah Isya sebanyak dua rakaat. Pola ibadah berkesinambungan ini akan menjaga hati tetap terjaga dalam rida Allah SWT sepanjang malam.

Mengintegrasikan amalan qobliyah Isya ke dalam rutinitas harian membutuhkan komitmen yang kuat serta manajemen waktu yang disiplin. Mengingat besarnya ganjaran berupa pembangunan rumah di surga, meluangkan waktu sekitar lima menit sebelum ibadah fardhu Isya merupakan sebuah investasi akhirat yang sangat menguntungkan bagi setiap mukmin.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed