Kenapa Sejarah Dibagi Jadi Beberapa Zaman Ini Rahasia Belajar Sejarah

Smallest Font
Largest Font

Ketika pertama kali mempelajari masa lalu, saya sering kali merasa pusing melihat rentetan peristiwa yang begitu menumpuk. Pertanyaan seperti "kenapa sejarah dibagi jadi beberapa zaman" akhirnya menuntun saya untuk memahami esensi penting dari pembabakan waktu. Tujuan membuat pembabakan waktu sejarah pada dasarnya adalah untuk merapikan catatan masa lalu manusia yang sangat panjang.

Tanpa adanya pembagian yang jelas, kita hanya akan melihat tumpukan cerita yang acak-acakan dan membingungkan. Melalui artikel ini, saya akan mengulas secara tajam mengenai apa itu periodisasi sejarah beserta tujuan krusial pembuatannya. Kita akan melihat bagaimana metode ini membantu kita memahami corak perkembangan peradaban manusia dari waktu ke waktu.

Sebelum masuk ke fungsi utamanya, mari kita samakan persepsi terlebih dahulu mengenai pengertian dari istilah ini. Berdasarkan pengamatan saya terhadap literatur ilmu sejarah, periodisasi bukan sekadar memotong-motong waktu secara sembarangan.

Periodisasi merupakan pengelompokan waktu atau pembabakan dalam studi sejarah yang dilakukan secara sistematis. Langkah ini diambil karena bentangan waktu masa lampau sangat luas, sehingga memerlukan pembagian yang logis dan berurutan. Pembagian atau pembabakan peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lampau yang sangat panjang menjadi beberapa zaman ini didasarkan pada karakteristik tertentu. Setiap era biasanya memiliki ciri khas yang membedakannya dengan era sebelum atau sesudahnya.

Definisi Berdasarkan Karakteristik Waktu

Secara mendasar, periodisasi adalah pembabakan waktu yang berurutan sesuai dengan waktu kejadian. Kita tidak bisa melompat-lompat dalam menyusunnya karena sejarah bergerak maju ke depan.

Metode ini menggambarkan tingkat perkembangan masa dalam sejarah secara bertahap. Melalui pembabakan ini, kita bisa melihat transisi kehidupan manusia dari tingkat yang paling sederhana menuju tingkat yang lebih kompleks.

Cara Berpikir secara Kronologis

Selain sebagai sistem pembagian, periodisasi juga merupakan cara berpikir dengan menggunakan urutan waktu secara kronologis terkait dengan peristiwa-peristiwa dalam sejarah. Kronologi menjadi fondasi utama sebelum pembabakan waktu bisa dilakukan.

Pengelompokan waktu atau pembabakan berdasarkan zaman ini biasanya didasarkan pada peristiwa aktual atau momen khusus yang memberikan dampak besar bagi masyarakat luas. Momen besar inilah yang menjadi pembatas antar-periode.

Pembagian sejarah berdasarkan era, zaman atau periode waktu dengan karakteristik yang umum ini memudahkan para peneliti. Mereka bisa fokus mengamati satu kurun waktu tanpa terganggu oleh detail dari kurun waktu yang lain.

Tujuan Utama Pembuatan Periodisasi Sejarah

Bagi saya, memahami tujuan membuat pembabakan waktu sejarah adalah kunci untuk menikmati dinamika masa lalu. Para ahli sejarah tidak menciptakan pembabakan ini tanpa alasan yang kuat dan teruji.

Tujuan utama dari pembuatan periodisasi ini adalah agar rangkaian peristiwa masa lampau yang kompleks dapat dipahami secara terstruktur. Tanpa sistem ini, narasi sejarah akan menjadi kabur dan kehilangan maknanya.

Mari kita bedah secara mendalam apa saja kegunaan konkret dari penerapan sistem pembabakan waktu ini dalam studi sejarah.

Mempermudah Pemahaman dan Pembelajaran

Cara mempermudah belajar sejarah dengan periodisasi adalah dengan memecah materi yang masif menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dicerna. Ini adalah fungsi praktis yang paling sering dirasakan oleh pelajar.

Bayangkan jika kita harus mempelajari seluruh perjalanan manusia sekaligus dari awal hingga hari ini. Hal tersebut tentu akan sangat melelahkan dan membuat fokus kita terpecah ke segala arah.

Dengan adanya pembabakan, kita bisa mempelajari satu segmen zaman terlebih dahulu sampai tuntas sebelum berpindah ke zaman berikutnya. Pola belajar seperti ini jauh lebih efektif dan tidak melelahkan otak.

Mengetahui Sifat Nyata dari Peristiwa Sejarah

Manfaat periodisasi dalam sejarah yang berikutnya adalah membantu kita mengetahui sifat nyata dari peristiwa yang terjadi. Setiap babak waktu selalu membawa corak tersendiri yang unik dan khas.

Sebagai contoh, corak kehidupan ekonomi, sosial, dan politik pada suatu zaman akan terlihat jelas ketika dikelompokkan. Kita jadi bisa membandingkan karakteristik unik antar-zaman secara objektif.

Sifat nyata ini juga mencakup bagaimana nilai-nilai masyarakat berubah. Apa yang dianggap penting pada suatu era belum tentu menjadi prioritas utama pada era berikutnya.

Memenuhi Syarat Sistematika Ilmu Pengetahuan

Sejarah bukan sekadar dongeng sebelum tidur, melainkan sebuah cabang ilmu pengetahuan yang ilmiah. Oleh karena itu, sejarah wajib memenuhi syarat-syarat ilmiah, salah satunya adalah memiliki sistematika yang jelas.

Periodisasi berfungsi sebagai kerangka kerja ilmiah yang menyusun fakta-fakta sejarah secara rapi. Penyusunan yang sistematis ini membuat hasil penelitian sejarah dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya.

Pandangan Para Ahli Mengenai Pembabakan Waktu

Untuk memperkuat analisis ini, kita perlu melihat bagaimana para sejarawan dan akademisi memandang pentingnya konsep pembabakan waktu. Pandangan mereka memberikan dasar teoretis yang sangat kokoh.

Beberapa tokoh pendidikan sejarah di Indonesia telah merumuskan esensi dari periodisasi ini dalam karya-karya mereka. Pemikiran mereka menjadi acuan utama dalam kurikulum pembelajaran sejarah di sekolah.

Sardiman (2007:13-14) dalam buku "Sejarah 1 SMA Kelas X" menjelaskan bahwa pembabakan waktu sangat penting untuk memberikan struktur yang jelas dalam melihat masa lalu yang begitu panjang agar tidak membingungkan bagi yang mempelajarinya.

Pandangan senada juga disampaikan oleh ahli lain yang menyoroti bagaimana perkembangan zaman harus dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh namun tetap terbagi secara logis.

Mustopo (2005:10-11) dalam buku "Sejarah untuk Kelas 1 SMA" menegaskan bahwa periodisasi membantu menata urutan perkembangan peradaban manusia dari masa ke masa sehingga mempermudah proses analisis sejarah.

Kedua kutipan di atas memperjelas bahwa periodisasi bukan sekadar alat bantu teknis. Metode ini adalah instrumen metodologis yang wajib dikuasai oleh siapa saja yang ingin menyelami ilmu sejarah secara mendalam.

Periodisasi Sejarah - Pembabakan Dalam Sejarah | GeEmGe History Channel

Kekurangan dan Sisi Kritis dari Sistem Periodisasi

Meskipun memiliki banyak manfaat, menurut saya sistem periodisasi ini juga memiliki kelemahan yang cukup krusial. Kita tidak boleh melihat metode ini sebagai sesuatu yang sempurna tanpa cacat. Kekurangan utama dari periodisasi adalah sifatnya yang subjektif dan cenderung kaku. Batas antara satu zaman dengan zaman berikutnya sering kali dibuat seolah-olah terjadi dalam satu malam yang drastis.

Padahal, dalam realitas sejarah, perubahan masyarakat terjadi secara perlahan dan berkesinambungan. Transisi antar-zaman sering kali berjalan sangat halus sehingga batas tahun yang kaku sebenarnya agak dipaksakan. Selain itu, periodisasi sering kali bersifat egosentris atau berpusat pada wilayah tertentu saja.

Pembabakan yang berlaku di Eropa Barat belum tentu cocok jika diterapkan untuk melihat perkembangan masyarakat di Asia atau Afrika. Sebagai pelengkap pemahaman, mari kita lihat rangkuman mengenai perbandingan elemen pembabakan waktu dalam tabel di bawah ini.

Karakteristik Dasar Pembabakan Waktu dalam Ilmu Sejarah
Aspek DasarMetode PendekatanFokus Utama
KronologiUrutan kalenderKetepatan waktu
PeriodisasiKarakteristik eraIntisari zaman
KombinasiStudi tematisAnalisis mendalam

Penerapan Pembabakan Waktu dalam Sejarah Indonesia

Untuk memberikan gambaran yang lebih nyata, kita bisa melihat bagaimana para sejarawan menerapkan konsep ini di tanah air. Contoh pembagian zaman sejarah Indonesia memperlihatkan dinamika peradaban yang sangat kaya.

Sejarah Indonesia tidak dimulai dari masa kemerdekaan saja, melainkan jauh sebelum itu. Para ahli membaginya ke dalam beberapa periode besar berdasarkan pengaruh dominan yang masuk ke nusantara.

  • Periode praaksara yang membahas kehidupan sebelum mengenal tulisan.
  • Periode pengaruh Hindu-Buddha dengan munculnya kerajaan-kerajaan besar.
  • Periode perkembangan Islam yang membawa perubahan pola perdagangan dan sosial.
  • Periode kolonialisme Barat yang mengubah peta politik nusantara.
  • Periode pergerakan nasional hingga masa kemerdekaan dan pasca-kemerdekaan.

Melalui pembagian di atas, kita bisa menganalisis dengan lebih tajam bagaimana identitas bangsa Indonesia terbentuk. Setiap periode memberikan kontribusi budaya dan struktur sosial yang masih kita rasakan hingga hari ini.

Pada akhirnya, membuat periodisasi adalah langkah mutlak dalam merekonstruksi masa lalu. Meskipun memiliki kelemahan dalam hal kekakuan batas waktu, manfaatnya dalam memberikan keteraturan ilmiah jauh lebih besar.

Memahami pembabakan waktu membuat kita sadar bahwa setiap peristiwa hari ini adalah kelanjutan dari rangkaian panjang masa lalu. Melalui pemahaman periodisasi yang baik, kita tidak lagi sekadar menghafal tahun, melainkan mampu membaca pola dan makna di balik setiap pergantian zaman.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow