Dokumen Sejarah Ungkap Tujuan Soumokil Dirikan Republik Maluku Selatan
Tujuan utama pembentukan Republik Maluku Selatan (RMS) oleh Dr. Soumokil adalah untuk memisahkan diri dari Negara Indonesia Timur (NIT) dan Republik Indonesia Serikat (RIS). Langkah separatis ini diambil karena penolakan terhadap proses kembalinya Indonesia ke bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Gerakan yang diproklamasikan pada 25 April 1950 tersebut dinilai sebagai bentuk pemberontakan terhadap kedaulatan negara yang sah. Konteks politik saat itu sedang mengalami transisi besar pasca-Konferensi Meja Bundar (KMB).
Berdasarkan catatan sejarah, pelaksanaan Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag berlangsung pada 27 Desember 1949. Momentum ini menandai masa peralihan kedaulatan menuju Republik Indonesia Serikat (RIS). Sebelumnya, hasil-hasil KMB tersebut telah disetujui pada tanggal 2 November 1949.
Sesuai dengan Pasal 2 Konstitusi RIS, wilayah Indonesia terbagi menjadi beberapa bagian administrasi yang meliputi negara bagian dan satuan kenegaraan. Struktur tersebut dibentuk untuk mengakomodasi wilayah-wilayah di luar Republik Indonesia.
Daftar Negara Bagian Berdasarkan Konstitusi RIS
- Negara Republik Indonesia
- Negara Indonesia Timur
- Negara Pasundan
- Negara Jawa Timur
- Negara Madura
- Negara Sumatera Timur
- Negara Sumatera Selatan
Daftar Satuan Kenegaraan Berdasarkan Konstitusi RIS
- Jawa Tengah, Bangka, dan Belitung
- Riau dan Kalimantan Barat
- Dayak Besar dan Daerah Banjar
- Kalimantan Tenggara dan Kalimantan Timur
Kronologi Pergerakan dan Proklamasi RMS
Menurut laporan sejarah yang dilansir dari Kompas, pergolakan politik mulai menajam ketika Dr. Soumokil mengadakan rapat dengan berbagai pihak di Ambon pada 13 April 1950. Rapat tersebut membahas ketidakpuasan terhadap kebijakan penggabungan kembali negara-negara bagian ke dalam NKRI.
Aksi ini berlanjut pada 23 April 1950, saat Dr. Soumokil menggelar rapat rahasia di Tulehu untuk mematangkan rencana mendirikan Republik Maluku Selatan (RMS). Dua hari setelah rapat rahasia tersebut, tepatnya pada 25 April 1950, proklamasi pendirian RMS resmi dikumandangkan secara sepihak.
Untuk memperkuat posisi politiknya di dunia internasional, kelompok ini melakukan penunjukan pejabat luar negeri pada 27 April 1950. J.P. Nikijuluw ditunjuk sebagai wakil presiden RMS untuk luar negeri yang berkedudukan di Den Haag, Belanda.
Struktur Kepemimpinan dan Pembentukan Militer
Dinamika kepemimpinan internal RMS mengalami perubahan kepemimpinan dalam waktu singkat. Pada 3 Mei 1950, Dr. Soumokil diangkat menggantikan J.H. Manuhutu sebagai Presiden RMS untuk memimpin pergerakan secara penuh.
Seminggu setelah pengangkatan tersebut, atau tepatnya pada 9 Mei 1950, kelompok separatis ini melakukan pembentukan Angkatan Perang RMS (APRMS). Kekuatan militer ini disiapkan untuk menghadapi potensi tekanan dan serangan dari tentara pemerintah pusat.
Operasi Militer Penumpasan oleh Pemerintah Pusat
Pemerintah Indonesia merespons tindakan disintegrasi ini dengan mengirimkan pasukan ekspedisi militer. Pada 14 Juli 1950, pasukan ekspedisi APRIS/TNI mulai bergerak menghancurkan pos-pos penting yang dikuasai oleh kelompok RMS.
Penyerangan skala besar dilakukan melalui pendaratan pasukan APRIS ke Maluku pada 3 September 1950. Berdasarkan data taktis militer, operasi pendaratan tersebut terbagi dalam tiga kelompok militer terpisah untuk mengepung kekuatan lawan.
Berikut adalah tabel kronologi pergerakan dan penumpasan gerakan RMS sepanjang tahun 1950:
| Tanggal Peristiwa | Agenda dan Kejadian Penting |
|---|---|
| 13 April 1950 | Dr. Soumokil mengadakan rapat dengan berbagai pihak di Ambon. |
| 23 April 1950 | Rapat rahasia digelar di Tulehu untuk mendirikan RMS. |
| 25 April 1950 | Proklamasi pendirian Republik Maluku Selatan (RMS). |
| 27 April 1950 | Penunjukan J.P. Nikijuluw sebagai wakil presiden RMS di Den Haag. |
| 3 Mei 1950 | Dr. Soumokil diangkat menjadi Presiden RMS menggantikan J.H. Manuhutu. |
| 9 Mei 1950 | Pembentukan Angkatan Perang RMS (APRMS). |
| 14 Juli 1950 | Pasukan ekspedisi APRIS/TNI mulai menghancurkan pos-pos penting RMS. |
| 3 September 1950 | Pendaratan pasukan APRIS ke Maluku yang terbagi dalam 3 kelompok militer. |
| November 1950 | Penumpasan dan kekalahan total RMS oleh tentara Indonesia di Ambon. |
Dilansir dari Detikcom, perlawanan kelompok separatis ini akhirnya berhasil dihentikan menjelang akhir tahun. Memasuki bulan November 1950, terjadi penumpasan dan kekalahan RMS secara total oleh tentara Indonesia di Ambon, yang sekaligus mengakhiri kekuasaan pemerintahan ilegal tersebut di wilayah Maluku.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow