Universitas Brawijaya Gelar Skrining Kesehatan Mental 17.000 Mahasiswa
Universitas Brawijaya menggelar tes skrining kesehatan mental secara serentak bagi 17.000 mahasiswa baru di Gedung Auditorium Pandhita Majapahit UB selama tiga hari menjelang tahun akademik 2026/2027, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Pemeriksaan medis dan psikologis tatap muka ini menjadi yang pertama kalinya dilaksanakan secara serentak bagi seluruh peserta penerimaan mahasiswa baru di lingkungan kampus setempat.
Koordinator Psikologi Pelaksanaan Skrining Kesehatan Mental UB, Dian Sudiono Putri menyampaikan detail mengenai pelaksanaan agenda perdana tersebut.
"Sebelumnya mungkin pernah dilaksanakan, tetapi tidak secara serentak seperti sekarang. Kali ini menjadi agenda perdana yang dilaksanakan serentak, karena mereka harus hadir langsung di kampus dan menjadi bagian dari rangkaian penerimaan mahasiswa baru," ujar Dian.
Kehadiran fisik di area kampus diperlukan guna memastikan otentisitas data kuesioner yang dirancang oleh Tim Psikolog Layanan Konseling Mahasiswa (LKM) UB.
"Tim panitia bertugas memastikan kepada mahasiswa bahwa seluruh jawaban bersifat rahasia dan tidak ada istilah benar atau salah. Hasil tes ini bukan untuk membeda-bedakan mahasiswa, melainkan agar kampus memiliki data awal untuk memberikan pendampingan jika diperlukan," tutur Dian.
Langkah pencegahan ini difungsikan untuk memetakan kondisi psikologis peserta didik sejak awal perkuliahan guna menghindari kendala akademik di kemudian hari.
"Bisa saja kondisi mahasiswa di semester awal baik, tetapi menurun di semester pertengahan. Pihak kampus ingin menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dan menangani masalah kesehatan mental mahasiswa sejak dini," katanya.
Respons positif disampaikan oleh salah satu mahasiswa baru dari Fakultas Kedokteran, Ana, yang mengapresiasi langkah deteksi dini tersebut. Ia berharap pihak universitas menyediakan fasilitas penanganan medis atau intervensi psikologis bagi peserta yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Selain menjalani tes kesehatan mental, para mahasiswa baru Universitas Brawijaya juga diwajibkan mengikuti pemeriksaan tes urine NAPZA. Pihak universitas berencana menjalankan program skrining kesehatan mental ini secara berkala setiap enam bulan sekali.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow