Buku Jurnalistik 2021 Ungkap Urutan Langkah Langkah Menulis Teks Berita yang Tepat

Smallest Font
Largest Font

Menyusun informasi menjadi sebuah laporan yang menarik sering kali menjadi kendala besar bagi pemula yang baru terjun ke dunia jurnalistik. Banyak orang bingung menentukan dari mana harus memulai sehingga tulisan mereka menjadi tumpang tindih dan tidak fokus. Padahal, memahami urutan langkah langkah menulis teks berita yang tepat adalah kunci utama agar informasi dapat tersampaikan secara objektif dan mudah dipahami oleh pembaca luas.

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), berita diartikan sebagai cerita atau laporan mengenai kejadian atau peristiwa yang sedang hangat. Selain itu, platform Telkom University juga menjelaskan bahwa berita merupakan keterangan mengenai peristiwa atau isi pernyataan manusia. Untuk menghasilkan laporan yang berkualitas, Anda tidak bisa menulis secara acak melainkan harus mengikuti tahapan yang terstruktur.

Menulis berita membutuhkan kedisiplinan dalam memproses informasi dari lapangan hingga menjadi teks siap cetak atau tayang. Dari pengalaman saya mengamati draf tulisan pemula, kegagalan terbesar biasanya terletak pada pengabaian salah satu proses penting ini. Berikut adalah urutan langkah langkah menulis teks berita yang tepat dan dapat langsung Anda praktikkan.

1. Menemukan dan Memilih Peristiwa

Langkah awal yang wajib dilakukan adalah mencari peristiwa yang memiliki nilai berita (news value). Kejadian yang Anda pilih harus bersifat aktual, penting, unik, atau menyangkut kepentingan orang banyak. Tanpa adanya peristiwa yang kuat, tulisan Anda hanya akan menjadi catatan harian biasa yang tidak menarik minat publik.

2. Mengumpulkan Informasi dan Fakta di Lapangan

Setelah menentukan peristiwa, Anda harus tahu bagaimana cara mengumpulkan fakta berita secara akurat. Proses ini dilakukan melalui pengamatan langsung di lokasi kejadian, wawancara dengan narasumber kredibel, serta pengumpulan dokumen pendukung. Kehadiran Anda secara fisik atau pengecekan ulang data sangat krusial untuk menghindari berita bohong.

3. Menyusun Kerangka Berita Berdasarkan Unsur ADIKSIMBA

Sebelum mulai mengetik kalimat pertama, buatlah kerangka karangan terlebih dahulu. Kerangka ini berfungsi sebagai cetak biru agar fokus tulisan tidak melenceng ke mana-mana. Susun poin-poin penting yang didapatkan dari lapangan berdasarkan struktur piramida terbalik, di mana informasi paling penting ditempatkan di bagian paling atas.

4. Menulis Teks Berita Secara Utuh

Pada tahap ini, Anda mulai mengembangkan kerangka yang telah dibuat menjadi paragraf-paragraf yang utuh. Mulailah dengan membuat judul yang memikat, diikuti dengan teras berita, lalu tubuh berita, dan diakhiri dengan informasi tambahan di bagian kaki berita. Pastikan gaya bahasa yang digunakan bersifat lugas, objektif, dan menggunakan bahasa baku.

5. Menyunting dan Menyempurnakan Tulisan

Kesalahan umum yang saya lihat adalah menganggap tulisan langsung sempurna pada ketikan pertama. Proses penyuntingan (editing) wajib dilakukan untuk memeriksa kesalahan ketik, keselarasan tata bahasa, serta keakuratan data angka atau nama. Langkah ini penting agar reputasi media dan penulis tetap terjaga di mata pembaca.

Belajar Dasar Jurnalistik: Cara Menulis Berita dengan Baik dan Benar | LPM Jurnal Kampus

Membedah Unsur Penting dalam Teks Berita

Dalam mempraktikkan langkah langkah membuat berita, Anda tidak boleh melepaskan pemahaman tentang elemen-elemen dasar yang membangun teks tersebut. Laporan yang baik harus mampu menjawab seluruh pertanyaan dasar masyarakat mengenai suatu peristiwa secara tuntas.

Menguasai Rumus ADIKSIMBA

Pertanyaan yang sering muncul dari pemula biasanya seputar apa itu adiksimba dalam berita dan bagaimana penerapannya. ADIKSIMBA merupakan akronim dari Apa, Di mana, Kapan, Siapa, Mengapa, dan Bagaimana (atau dikenal sebagai 5W+1H dalam istilah global). Setiap unsur ini memiliki peran spesifik untuk menguliti sebuah peristiwa hingga bersih.

Muslimin dalam bukunya yang berjudul Jurnalistik Dasar: Jurus Jitu Menulis Berita, Feature Biografi, Artikel Populer, dan Editorial (2021: 42) menyatakan bahwa lead atau teras berita berisi fakta yang paling penting dari sebuah peristiwa atau kejadian dan harus menjawab ADIKSIMBA.

Dalam kasus yang sering saya temui, penulis pemula kerap menumpuk seluruh unsur ADIKSIMBA ini ke dalam satu paragraf panjang di awal tulisan. Hal ini justru membuat pembaca pusing dan cepat bosan. Cara menulis berita yang benar adalah dengan mendistribusikan unsur-unsur tersebut secara proporsional, utamanya menempatkan unsur inti di paragraf pertama.

Memahami Fungsi Tiap Unsur

Unsur "Apa" menjelaskan peristiwa yang terjadi, sedangkan "Di mana" dan "Kapan" memberikan konteks ruang serta waktu yang presisi. Unsur "Siapa" memperjelas aktor atau korban yang terlibat dalam kejadian tersebut. Sementara itu, "Mengapa" dan "Bagaimana" menggali latar belakang serta kronologi mendalam yang membuat berita menjadi lebih berbobot.

Penerapan Struktur Piramida Terbalik

Dunia jurnalistik sangat akrab dengan konsep struktur piramida terbalik. Konsep struktur penulisan berita yang benar ini membagi informasi ke dalam tingkatan urgensi yang menurun dari atas ke bawah. Model ini digunakan karena karakteristik pembaca modern cenderung ingin mendapatkan inti informasi dalam waktu sesingkat mungkin.

Struktur Anatomi Teks Berita Modern
Bagian StrukturIsi dan Kandungan InformasiTingkat Kepentingan
Judul BeritaRepresentasi singkat isi beritaSangat Tinggi
Teras Berita (Lead)Inti rangkaian ADIKSIMBA paling krusialSangat Tinggi
Tubuh Berita (Body)Kronologi, kutipan, dan detail pendukungSedang
Kaki Berita (Tail)Informasi latar belakang atau pelengkapRendah

Berdasarkan data dari situs putatgede.kendalkab.go.id, sebuah artikel panduan menulis yang baik tercatat telah dilihat sebanyak 41.044 kali saat diakses pada September 2019. Angka kunjungan yang tinggi ini membuktikan bahwa kebutuhan masyarakat akan pemahaman struktur kepenulisan yang rapi dan standar sangatlah besar di ruang digital.

Teknik Menulis Teras dan Judul yang Memikat

Dua elemen pertama yang dilihat oleh pembaca adalah judul dan teras berita. Jika kedua bagian ini gagal menarik perhatian dalam tiga detik pertama, pembaca akan langsung berpindah ke artikel lain. Oleh karena itu, bagian ini membutuhkan keterampilan memilih kata yang ekstra hati-hati.

Merumuskan Teras Berita yang Kuat

Membuat contoh teras berita yang efektif membutuhkan kejelian dalam memilih unsur paling menarik dari peristiwa tersebut. Jika unsur "Siapa" adalah tokoh terkenal, tempatkan unsur tersebut di awal kalimat. Namun, jika peristiwanya yang luar biasa, maka unsur "Apa" yang harus diprioritaskan untuk membuka tulisan Anda.

Ahli komunikasi Wilbur Schramm melalui karyanya yang berjudul "How Communication Works" (dikutip via Effendi, 1990:143) memberikan pandangan mendalam mengenai perancangan pesan. Ia menyatakan bahwa pesan hendaknya dirancang dan disampaikan sedemikian rupa sehingga dapat menarik perhatian sasaran yang dimaksud. Pesan juga harus menggunakan tanda-tanda yang tertuju kepada pengalaman yang sama antara sumber dan sasaran, membangkitkan kebutuhan pribadi, serta menyarankan jalan untuk memperoleh kebutuhan tersebut.

Eksekusi Judul yang Menarik Pembaca

Dalam mempraktikkan tips menulis berita untuk pemula, aspek pembuatan judul tidak boleh dianggap remeh. Hindari cara membuat judul berita yang menarik namun menjebak atau clickbait. Judul harus tetap mencerminkan fakta asli yang ada di dalam tubuh teks berita Anda tanpa dilebih-lebihkan secara ekstrem.

Gunakan kata kerja aktif pada judul untuk memberikan kesan dinamis dan mendesak. Pembaca hari ini menyukai judul yang ringkas namun langsung menjawab rasa ingin tahu mereka. Penulisan judul yang efektif juga sangat membantu visibilitas artikel Anda di mesin pencari maupun platform agregator berita.

Kepatuhan pada Buku Panduan dan Regulasi

Setiap penulis berita wajib mengacu pada standar literasi yang berlaku agar karya yang dihasilkan memiliki nilai edukasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Di Indonesia, panduan mengenai struktur dan teks berita ini sudah diajarkan sejak bangku sekolah untuk membentuk pola pikir kritis.

Materi mengenai tata cara kepenulisan ini tercantum secara resmi dalam buku Bahasa Indonesia untuk SMP Kelas VII yang diterbitkan pada tahun 2021. Buku pelajaran tersebut ditulis oleh tim pakar yang terdiri dari Rakhma Subarna, Sofie Dewayani, dan C. Erni Setyowati. Hal ini menegaskan bahwa langkah-langkah dalam menyusun berita bukan sekadar aturan teknis industri, melainkan bagian dari kompetensi berbahasa yang baku.

Proses memverifikasi fakta sebelum menulis merupakan perwujudan nyata dari prinsip jurnalisme yang bertanggung jawab. Memastikan akurasi nama tokoh, jabatan, lokasi geografis, hingga rincian waktu kejadian merupakan batasan mutlak yang membedakan teks berita resmi dengan sekadar opini atau unggahan media sosial pribadi.

Menguasai urutan langkah langkah menulis teks berita yang tepat secara konsisten akan membentuk intuisi menulis yang tajam seiring berjalannya waktu. Penulis yang disiplin menerapkan metode pengumpulan fakta, perancangan kerangka ADIKSIMBA, hingga proses penyuntingan akhir akan menghasilkan produk jurnalistik yang tepercaya dan diakui kredibilitasnya oleh publik.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow