Wisudawan UGM Raih IPK Sempurna dalam Waktu Kurang dari Tiga Tahun
I Made Sarmita, pria asal Kabupaten Badung, Bali, berhasil meraih predikat wisudawan terbaik program doktor di Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan IPK 4,00 pada Kamis (30/7/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Sarmita menyelesaikan Program Studi Doktor Kependudukan di Sekolah Pascasarjana (SPs) UGM dalam waktu 2 tahun 10 bulan. Durasi tersebut lebih cepat dibandingkan masa studi doktor pada umumnya yang membutuhkan waktu empat tahun.
Keberhasilan menembus tantangan jarak dan ekonomi dalam meraih pendidikan tinggi ini diakui Sarmita sebagai hasil dari kesungguhan serta dukungan berbagai pihak.
"Teriring dengan doa dan dukungan semua pihak, baik keluarga, dosen promotor dan ko-promotor, serta kolega yang lain," kata I Made Sarmita, Wisudawan Doktor UGM.
Perjalanan akademik Sarmita dimulai dari jenjang S1 Pendidikan Geografi di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Bali pada periode 2006–2010. Kecintaannya pada isu kependudukan mendorongnya melanjutkan studi S2 hingga S3 di UGM.
"Saya memilih S3 Kependudukan karena linier dengan S2 saya sebelumnya, dan juga masih linier dengan studi S1," kata Made.
Meski sempat mengkhawatirkan kepastian beasiswa yang diperjuangkannya, ia tetap berhasil menjalani seluruh masa perkuliahan. Cepatnya masa studi yang ditempuh juga tidak lepas dari peran aktif dosen pembimbing yang konsisten memantau perkembangan risetnya.
"Promotor dan ko-promotor selalu memantau, berkomunikasi secara aktif, dan selalu menanyakan progress research. Merasa dikejar-kejar, tetapi memang hasilnya untuk kebaikan saya dan juga prodi," ungkap Made.
Sebagai langkah persiapan, Made menyarankan para pejuang gelar doktor untuk menyusun rencana riset sebelum resmi berkuliah dan berani mengambil ujian komprehensif lebih awal demi mendapat masukan publikasi.
"Jika sudah setengah matang, minta kepada prodi terkait calon promotor dan ko-promotor yang keilmuannya sesuai dengan rencana riset. Dipertimbangkan juga kesibukan, gaya komunikasi, dan karakteristik lain dari calon promotor dan ko-promotor," katanya.
Mengenai raihan IPK sempurna, Sarmita mengaku tidak memiliki strategi khusus selain menjaga fokus, tekun menyelesaikan tugas, serta berpasrah diri.
"Kita perlu mengikuti dan menikmati proses, mengerjakan semampunya, dan menyerahkan hasil pada Yang Kuasa," pesannya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow