Sakitnya Nyata Secara Biologis, Ini Cara Ilmiah Move On dari Gebetan
Mengapa melepaskan seseorang yang bahkan belum pernah menjadi milik kita bisa terasa begitu menyiksa? Kenyataannya, cara untuk move on dari gebetan sering kali lebih rumit daripada memutuskan hubungan yang memiliki status resmi.
Saya sering melihat orang-orang meremehkan rasa sakit ini, menganggapnya hanya sekadar kekecewaan kecil karena belum sempat jadian. Ekspektasi kita sering kali dihantam oleh realitas pahit bahwa dia tidak memiliki perasaan yang sama.
Namun, dari sudut pandang sains dan psikologi, rasa sakit yang Anda rasakan itu sepenuhnya valid dan nyata, bukan sekadar drama romantis belaka.
Saat Anda menyukai seorang gebetan, otak Anda dipenuhi oleh harapan-harapan masa depan yang indah bersama mereka. Ketika harapan tersebut putus di tengah jalan, tubuh Anda mengalami gejolak biologis yang nyata.
Berdasarkan data ilmiah, patah hati memicu area otak bernama anterior cingulate cortex. Ini adalah area otak yang sama saat tubuh kita merespons rasa sakit secara fisik, sehingga dada terasa sesak.
Kekacauan Hormonal di Dalam Tubuh
Kondisi ini diperparah oleh ketidakseimbangan kimiawi di dalam otak Anda yang terjadi secara mendadak. Saat patah hati, hormon stres seperti kortisol akan meningkat drastis, sedangkan hormon kebahagiaan seperti dopamin dan oksitosin akan menurun tajam.
Penurunan drastis inilah yang membuat Anda merasa lemas, kehilangan motivasi, hingga terus-menerus merindukan sosok sang gebetan. Tubuh Anda secara harfiah sedang mengalami fase 'sakau' karena kehilangan suplai hormon kebahagiaan tersebut.
| Jenis Hormon | Kondisi Saat Patah Hati | Dampak pada Tubuh |
|---|---|---|
| Kortisol | Meningkat drastis | Memicu stres dan kecemasan |
| Dopamin | Menurun tajam | Kehilangan motivasi dan rasa gembira |
| Oksitosin | Menurun tajam | Munculnya rasa kesepian yang mendalam |
Melihat data di atas, sangat jelas bahwa Anda tidak sedang berimajinasi. Tubuh Anda memang sedang berjuang menghadapi perubahan kimiawi yang masif.
Langkah Nyata dan Ilmiah untuk Mulai Melepaskan
Lantas, bagaimana cara kita menyembuhkan diri dari fase yang melelahkan ini? Langkah pertama yang paling krusial justru bertolak belakang dengan apa yang sering dipaksakan oleh lingkungan sekitar Anda.
Jangan pernah memaksa diri untuk langsung terlihat bahagia atau berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja. Izinkan diri Anda untuk memproses emosi negatif tersebut secara bertahap.
Menangis Sebagai Mekanisme Penyembuhan Alami
Salah satu cara paling instan dan alami untuk meredakan ketegangan emosional adalah dengan menangis. Jangan menahan air mata Anda karena menganggapnya sebagai tanda kelemahan.
Menurut Dr. William Frey, seorang peneliti dari University of Minnesota, menangis dapat memperbaiki mood hingga 88%. Studi tentang menangis oleh University of Minnesota tersebut menunjukkan manfaat menangis bagi perbaikan emosional yang signifikan.
Menangis adalah proses alami yang membantu penyembuhan emosional, meningkatkan imun, dan menurunkan stres serta kemarahan.
Dengan menangis, tubuh Anda secara aktif mengeluarkan racun-racun emosional dan menurunkan kadar kortisol yang sempat melonjak tinggi.
Memahami Lima Tahapan Duka
Proses melepaskan gebetan juga mengikuti pola psikologis yang terstruktur. Teori tahapan duka (stages of grief) yang dikembangkan oleh Elisabeth Kübler-Ross dapat membantu kita memetakan emosi diri.
Elisabeth Kübler-Ross mengidentifikasi bahwa tahapan duka dalam proses move on terdiri dari:
- Penolakan (denial)
- Kemarahan (anger)
- Tawar-menawar (bargaining)
- Depresi (depression)
- Penerimaan (acceptance)
Mengetahui bahwa Anda mungkin sedang berada di tahap kemarahan atau tawar-menawar akan membuat Anda lebih memaklumi diri sendiri. Sadarilah bahwa semua tahapan ini normal dan harus dilalui sebelum akhirnya mencapai tahap penerimaan penuh.
Memutus Akses dan Mengalihkan Fokus Secara Sadar
Setelah Anda berhasil menerima emosi tersebut, langkah berikutnya adalah mengambil tindakan tegas pada lingkungan digital Anda. Di zaman sekarang, godaan terbesar untuk gagal move on berasal dari media sosial.
Melihat aktivitas harian mereka di Instagram atau TikTok hanya akan mengaktifkan kembali memori lama dan memicu produksi kortisol baru. Berhentilah memantau akun mereka demi kesehatan mental Anda sendiri.
Menerapkan Metode Putus Kontak Sementara
Saya sangat menyarankan untuk menyembunyikan atau membisukan (mute) akun media sosial mantan gebetan Anda. Ini bukan tindakan kekanak-kanakan, melainkan sebuah batasan tegas untuk melindungi kedamaian pikiran Anda.
Jika Anda terus melihat foto atau pembaruan status mereka, otak Anda tidak akan pernah mendapatkan kesempatan untuk memulihkan diri dari ketergantungan dopamin yang telah rusak sebelumnya.
Mencari Distraksi Sehat di Dunia Nyata
Gunakan waktu luang yang biasanya Anda pakai untuk memikirkan gebetan dengan melakukan aktivitas baru yang menyegarkan. Menghadiri acara-acara publik atau mengeksplorasi hobi baru bisa menjadi opsi yang sangat baik.
Sebagai contoh, Anda bisa mencari hiburan yang edukatif seperti mengunjungi event hiburan JIPS 2026. Acara Jakarta International Pet Show (JIPS) 2026 diselenggarakan dengan menghadirkan pengalaman dunia pet yang edukatif dan interaktif, yang sangat bagus untuk mengalihkan perhatian emosional.
Selain itu, memanjakan diri dengan melihat tren mode terbaru juga bisa memicu kembali hormon dopamin Anda. Misalnya dengan melihat peluncuran produk PUMA terbaru, di mana produk sepatu PUMA Speedcat Mule resmi meluncur dengan empat varian warna yang terinspirasi oleh Rosé BLACKPINK untuk menyegarkan penampilan Anda.
Menghargai Diri Sendiri Tanpa Validasi Orang Lain
Pada akhirnya, terjebak dalam bayang-bayang gebetan sering kali bersumber dari keinginan kita untuk mendapatkan validasi dari orang tersebut. Kita merasa tidak cukup baik hanya karena mereka tidak memilih kita.
Pemikiran seperti ini harus segera dihentikan secara kritis karena kualitas diri Anda tidak pernah ditentukan oleh perasaan orang lain terhadap Anda.
Menyadari bahwa hubungan tanpa status tetap memerlukan proses penyembuhan yang valid adalah langkah kedewasaan yang luar biasa. Menurut ulasan yang ditulis oleh Zahara Salsabila dari PoliMedia dan diedit oleh Afifah Putri Utami dari UNJ, melepaskan seseorang yang tidak pernah menjadi pacar kita membutuhkan ketegasan sikap untuk berhenti berharap pada ketidakpastian.
Jangan mengorbankan waktu berharga Anda demi seseorang yang tidak bisa melihat nilai di dalam diri Anda. Alihkan seluruh energi cinta yang Anda miliki kembali kepada diri sendiri, bangun karier, perbaiki kesehatan fisik, dan perluas relasi pertemanan yang positif.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow