Gagasan Sukarno tentang OLDEFO yang Mengguncang Peta Politik Dunia

Smallest Font
Largest Font

Konsep politik luar negeri Indonesia di bawah Presiden Sukarno melahirkan istilah ikonik yang mengguncang dunia Barat, salah satunya adalah OLDEFO.

Memahami materi sejarah ini sering kali membingungkan karena istilahnya yang mirip dengan NEFO. Melalui panduan edukasi ini, Anda akan diajak memahami konsep tersebut secara runut, logis, dan mendalam.

Langkah pertama untuk menguasai topik ini adalah memahami akar sejarahnya terlebih dahulu. Istilah OLDEFO merupakan singkatan dari Old Established Forces, sebuah sebutan yang diciptakan langsung oleh Presiden Sukarno.

Dari pengalaman saya mengamati literatur sejarah nasional, latar belakang timbulnya nefo dan oldefo tidak bisa dilepaskan dari dinamika global pasca-Perang Dunia II.

Pada periode 1950-an hingga 1960-an, dunia sedang dicengkeram oleh Perang Dingin antara Blok Barat yang kapitalis dan Blok Timur yang komunis. Di saat yang sama, marak terjadi dekolonisasi atau kemerdekaan negara-negara di Asia dan Afrika dari penjajahan bangsa Barat.

Sukarno melihat bahwa dunia tidak hanya terbagi menjadi blok ideologi, melainkan terbagi secara sosiopolitis. Kehadiran kekuatan lama kapitalis inilah yang melahirkan ketegangan dunia, sehingga Sukarno merasa perlu mendefinisikannya secara tegas.

Definisi OLDEFO Menurut Sukarno

OLDEFO merujuk pada kelompok negara-negara kapitalis, imperialis, dan kolonialis Barat yang cenderung mempertahankan status quo. Sukarno menilai kelompok ini sebagai kekuatan lama yang mapan namun eksploitatif dan menjadi ancaman nyata bagi keamanan dunia.

Definisi NEFO sebagai Tandingan

Sebagai tandingan, Sukarno mencetuskan NEFO atau New Emerging Forces. Ini adalah kelompok negara-negara baru yang anti-imperialisme, anti-kolonialisme, serta menginginkan tatanan dunia baru yang adil dan setara.

Momen Sejarah Pencetusan Istilah oleh Presiden Sukarno

Langkah kedua adalah menandai garis waktu kapan gagasan besar ini pertama kali digaungkan di panggung internasional. Sukarno memanfaat momentum diplomasi multilateral untuk menyebarkan pandangan politiknya yang berani.

Momen krusial tersebut terjadi pada September 1961, tepatnya saat pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT Gerakan Non-Blok yang pertama. Pertemuan bersejarah ini diselenggarakan di Beograd, Serbia, yang saat itu masih menjadi bagian dari Yugoslavia.

Sebanyak 25 negara menghadiri Konferensi GNB di Beograd tersebut untuk menyatakan sikap netral mereka di tengah rivalitas kekuatan besar dunia. Komposisi peserta KTT GNB 1961 ini mencakup wilayah geopolitik yang sangat luas di masanya.

Utusan yang hadir terdiri dari 11 negara Asia, 11 negara Afrika, Yugoslavia selaku tuan rumah, Kuba, dan Siprus. Di hadapan para utusan inilah perbedaan nefo dan oldefo seokarno dipaparkan secara gamblang.

"Pembagian dunia menjadi dua kekuatan besar bukan lagi sekadar urusan ideologi Timur dan Barat, melainkan pertentangan antara kekuatan lama yang mapan dengan kekuatan baru yang sedang tumbuh."

Melalui forum KTT GNB tersebut, lima pemimpin pendiri GNB sepakat untuk membentuk gerakan ini demi meredam ketegangan global. Tokoh-tokoh dunia tersebut adalah Presiden Sukarno dari Indonesia, Josip Broz Tito selaku Presiden Yugoslavia, Gamal Abdul Nasser selaku Presiden Mesir, Pandit Jawaharlal Nehru selaku Perdana Menteri India, dan Kwame Nkrumah selaku Perdana Menteri Ghana.

Masa Demokrasi Terpimpin | Yet Stone Channel

Memetakan Komposisi dan Contoh Negara NEFO dan OLDEFO

Langkah ketiga adalah memetakan siapa saja aktor yang masuk ke dalam masing-masing kelompok ini agar Anda tidak tertukar saat melakukan analisis sejarah.

Dalam buku Sejarah: SMA kelas XII yang ditulis oleh M. Habib Mustopo, dijelaskan secara rinci mengenai pembagian wilayah dunia menjadi NEFO dan OLDEFO pada periode Demokrasi Terpimpin di Indonesia. Penulis memaparkan bahwa polarisasi ini memengaruhi arah diplomasi Indonesia yang kian radikal.

Untuk mempermudah pemahaman Anda, berikut adalah data terstruktur mengenai klasifikasi kedua kelompok kekuatan dunia tersebut berdasarkan pandangan politik Sukarno.

Klasifikasi Kelompok Kekuatan Dunia Periode Demokrasi Terpimpin
Kategori KekuatanKarakteristik UtamaContoh Negara Utama
OLDEFOKapitalis, Imperialis, Kolonial BaratInggris, Amerika Serikat, Prancis
NEFOAnti-kolonial, Sosialis, Negara BerkembangIndonesia, Kuba, Yugoslavia

Melalui tabel di atas, terlihat jelas bahwa contoh negara nefo dan oldefo mencerminkan pertentangan ideologi dan status ekonomi pada masa itu. Negara-negara besar di Eropa Barat otomatis masuk ke daftar kubu lama yang ditentang oleh Sukarno.

Melacak Dampak Gagasan Terhadap Konfrontasi dan Olahraga Global

Langkah keempat adalah menganalisis bagaimana teori politik ini diwujudkan dalam aksi nyata oleh pemerintah Indonesia. Sukarno tidak hanya berteori, tetapi juga menggunakan konsep ini sebagai basis kebijakan luar negeri yang konfrontatif.

Hal ini terlihat jelas pada hubungan oldefo dengan konfrontasi malaysia, di mana Sukarno memandang pembentukan Federasi Malaysia oleh Inggris sebagai proyek neokolonialisasi. Bagi Indonesia saat itu, Malaysia dianggap sebagai boneka bentukan kekuatan lama di Asia Tenggara yang mengancam kedaulatan negara-negara baru.

Selain dalam peta politik militer, pertarungan ideologi ini menjalar kuat ke dunia olahraga internasional. Salah satu peristiwa paling menggemparkan adalah perselisihan Indonesia dengan Komite Olimpiade Internasional atau IOC.

Kasus ini bermula pada tahun 1962 ketika Jakarta ditunjuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan pesta olahraga Asian Games. Indonesia menolak untuk mengundang Taiwan atau Republik Tiongkok serta Israel karena alasan solidaritas politik luar negeri.

Keputusan sepihak Indonesia ini memicu kemarahan Ketua IOC saat itu, Avery Brundage. Avery Brundage mengancam akan menskorsing Indonesia dari keanggotaan Olimpiade karena dinilai telah mencampuradukkan urusan olahraga dengan politik.

Ketegangan ini menjadi jawaban konkret atas pertanyaan mengapa indonesia keluar dari ioc zaman soekarno. Alih-alih tunduk pada tekanan Barat, Sukarno memilih keluar dari IOC dan mendirikan kompetisi tandingan sendiri.

Mempelajari Sejarah Dibentuknya GANEFO sebagai Simbol Perlawanan

Langkah kelima adalah mempelajari bagaimana tatanan olahraga baru dibangun oleh Sukarno untuk menandingi dominasi negara-negara Barat.

Berdasarkan studi ilmiah yang dilakukan oleh Mustikawati pada tahun 2020, gagasan Sukarno berhasil menyatukan negara-negara NEFO melalui bidang olahraga. Sejarah dibentuknya ganefo atau Games of the New Emerging Forces menjadi bukti nyata kekuatan diplomasi Indonesia.

GANEFO pertama kali diselenggarakan di Jakarta dengan sukses besar dan diikuti oleh puluhan negara dari Asia, Afrika, Eropa Timur, hingga Amerika Latin. Sukarno membuktikan bahwa olahraga bisa menjadi alat pemersatu politik yang sangat efektif bagi negara-negara berkembang.

Untuk memperingati momentum kejayaan diplomasi dan olahraga tersebut, pemerintah menetapkan tanggal khusus dalam kalender nasional. Tanggal 10 November akhirnya diperingati sebagai Hari Pahlawan sekaligus Hari GANEFO di Indonesia sebagai simbol perlawanan terhadap penindasan global.

Konsep apa itu nefo dan oldefo bukan sekadar materi hafalan sejarah di sekolah, melainkan sebuah refleksi dari keberanian Indonesia dalam menentukan arah politik dunianya sendiri secara berdaulat.

Rekomendasi Final Pemaknaan Sejarah

Mempelajari dikotomi politik era Demokrasi Terpimpin ini memberikan perspektif berharga mengenai posisi strategis Indonesia di mata internasional. Sudut pandang tajam Sukarno memperlihatkan bahwa negara berkembang memiliki kekuatan besar jika bersatu menentang ketidakadilan global. Memahami konfrontasi olahraga dan politik masa lalu membantu generasi muda menghargai prinsip politik luar negeri bebas aktif yang dianut Indonesia hingga saat ini.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed