Kabut Asap Kebakaran Hutan Kalimantan Lumpuhkan 600 Sekolah di Sarawak
Penutupan sementara diberlakukan pada 600 sekolah yang menampung 200.000 siswa di Sarawak, Malaysia. Kebijakan ini diambil setelah kabut asap pekat mengganggu aktivitas harian di wilayah tersebut, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Wilayah Serian yang berbatasan langsung dengan Kalimantan, Indonesia, menjadi daerah paling terdampak. Indeks polusi udara di lokasi tersebut tercatat menembus angka 239, yang mengindikasikan kualitas udara sangat tidak sehat.
Ancaman kesehatan muncul dari kandungan partikel PM2,5 di dalam kabut asap, yakni partikel mikroskopis berukuran di bawah 2,5 mikrometer yang sanggup menembus organ paru-paru. Para pakar kesehatan memperingatkan bahwa pemaparan jangka panjang dari polusi ini berisiko memicu gangguan saluran pernapasan seperti batuk, asma, hingga sesak napas.
Khoo Yoong Khen, pakar kesehatan masyarakat sekaligus asisten profesor di Duke-NUS Medical School, menjelaskan bahwa paparan secara berulang berpotensi meningkatkan risiko penyakit pernapasan akut maupun kronis. Ia menyarankan agar kegiatan di luar ruangan segera dihentikan saat kualitas udara memburuk dari level tidak sehat menjadi sangat tidak sehat atau berbahaya, terutama bagi anak-anak yang berisiko tinggi.
"Alergi dan asma pada anak-anak juga umum terjadi, sehingga kondisi tersebut dapat dipicu oleh kabut asap," ujar Khoo Yoong Khen dikutip dari The South China Morning Post (SCMP), Jumat (21/8/2026).
Berdasarkan data satelit real-time dari Sistem Informasi Kebakaran untuk Manajemen Sumber Daya (FIRMS) milik NASA, terpantau sebaran titik api yang meluas di kawasan Kalimantan, Indonesia. Upaya pemadaman menghadapi kendala besar lantaran lahan gambut yang terbakar terus mengobarkan api hingga berpekan-pekan.
Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan Malaysia, Arthur Joseph Kurup, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah memantau pergerakan kabut asap di Sarawak dan kawasan Semenanjung Malaysia sejak 8 Agustus. Ia menyoroti fenomena suhu ekstrem El Nino yang berpotensi memperburuk keparahan situasi ini.
Sebagai langkah penanganan, pemerintah Malaysia menyiapkan berbagai tindakan berpatokan pada Rencana Aksi Nasional Kabut Asap, sembari terus memperkuat koordinasi di tingkat regional. Kurup juga telah berdialog dengan Menteri Lingkungan Hidup Indonesia guna menyelaraskan strategi penanggulangan titik api di lapangan.
"Berdasarkan Kesepakatan ASEAN tentang Polusi Kabut Asap Lintas Batas, Tingkat Siaga 2 diaktifkan pada tanggal 3 Agustus," dilaporkan harian lokal Malaysia.
Kondisi cuaca, potensi musim kemarau yang panjang, serta keterlambatan datangnya musim hujan dinilai para ahli iklim sebagai faktor kunci yang menentukan tingkat keparahan kabut asap berulang di wilayah ASEAN. Alhasil, praktik pembukaan lahan melalui pembakaran dampaknya makin meluas dan tak terkendali.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow