Kemendikdasmen Ungkap Jadwal Rilis Hasil PISA 2025 Indonesia

Smallest Font
Largest Font

Kualitas pendidikan di Indonesia sering kali diukur menggunakan acuan dari Programme for International Student Assessment atau PISA. Publik kini menanti waktu pengumuman resmi untuk hasil studi internasional tersebut.

Dilansir dari Detikcom, PISA merupakan survei komparatif berskala internasional yang diselenggarakan oleh OECD untuk menguji kompetensi siswa berumur 15 tahun. Penilaian ini berfokus pada penguasaan pengetahuan serta keterampilan yang relevan dengan kehidupan sosial dan ekonomi.

Aspek yang diuji dalam survei berkala ini meliputi bidang matematika atau numerasi, kemampuan membaca atau literasi, serta sains. Studi ini diadakan setiap tiga tahun sekali, sementara hasilnya baru dirilis satu tahun pasca-pelaksanaan sehingga hasil PISA 2025 akan keluar pada 2026.

Indonesia tercatat sudah mengambil bagian dalam studi PISA ini sejak tahun 2001. Pihak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atau Kemendikdasmen memberikan penjelasan mengenai kepastian waktu pengumuman hasil untuk periode teranyar.

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah atau BKPDM Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menjelaskan bahwa hasil PISA 2025 akan diumumkan secara bersamaan dengan hasil Asesmen Nasional atau AN pada akhir tahun 2026.

"Hasil (AN) akan itu nanti akan diumumkanformalnya di bulan Oktober, karena kita perlu pengolahan dan analisis yang agak mendalam, tidak sekaligus pada saat ini dan mungkin seiring atau beriringan dengan hasil PISA 2025," kata Toni.

Catatan Nilai PISA Indonesia pada Periode Sebelumnya

Berdasarkan data pada pergelaran PISA 2022, Indonesia memperoleh skor keseluruhan di angka 359. Hasil tersebut mencakup beberapa rincian capaian untuk tiap bidang yang diujikan.

Pada kategori numerasi atau matematika, perolehan Indonesia berada di angka 366 poin. Jumlah ini mencatatkan penurunan jika dibandingkan dengan hasil pada periode sebelumnya yang mencapai 379 poin.

Meski demikian, capaian numerasi pada 2022 tersebut tercatat masih lebih tinggi 5 poin apabila dikomparasikan dengan saat awal keikutsertaan Indonesia di tahun 2001.

Untuk sektor literasi membaca, Indonesia mengantongi nilai sebesar 359 poin pada tahun 2022. Angka ini mengalami penurunan sebanyak 12 poin dari performa tahun 2001 yang sempat menyentuh rekor tertinggi di angka 402 poin.

Sementara itu, bidang sains juga membukukan penurunan performa dari yang sebelumnya mengumpulkan 396 poin menjadi 383 poin. Skor sains di angka 383 ini melorot jika dibandingkan pencapaian 393 poin pada tahun 2005.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed