Museum Nasional Ungkap Sejarah Kitab Sutasoma dari Kerajaan Majapahit

Smallest Font
Largest Font

Museum Nasional Republik Indonesia memaparkan detail sejarah Kitab Sutasoma dari Kerajaan Majapahit pada hari Rabu (8/7/2026). Naskah kuno legendaris abad ke-14 Masehi tersebut menjadi sorotan karena menyimpan asal usul semboyan bangsa Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika.

Pihak Museum Nasional menegaskan bahwa mahakarya sastra ini ditulis menggunakan bahasa Jawa Kuno dengan guratan aksara Bali. Naskah berharga ini digubah di atas media daun lontar tradisional yang sangat khas.

Berdasarkan catatan sejarah, naskah ini diperkirakan rampung ditulis dalam rentang tahun 1365 hingga 1389 Masehi. Masa penggubahan tersebut berlangsung di bawah pemerintahan raja terbesar Majapahit, yaitu Raja Hayam Wuruk.

SUTASOMA Kitab yang Melahirkan Semboyan Bangsa Indonesia | ASISI Channel

Karakteristik Fisik dan Struktur Kakawin Sutasoma

Pencipta Kitab Sutasoma adalah Mpu Tantular, seorang pujangga masyhur yang hidup pada masa keemasan Majapahit. Dari segi usia, tulisan ini tercatat berumur lebih muda satu tahun jika dibandingkan dengan Kitab Negarakertagama yang selesai digubah pada 1365.

Kondisi fisik dan struktur penulisan manuskrip kuno peninggalan Majapahit ini memiliki spesifikasi yang sangat rinci. Format pelestarian naskah terdokumentasi dalam ukuran dan komposisi sastra sebagai berikut:

  • Bahan dasar utama manuskrip menggunakan media daun lontar.
  • Ukuran fisik lembaran lontar mencapai 40,5 x 3,5 sentimeter.
  • Komposisi naskah terdiri dari 1.210 bait tulisan.
  • Seluruh bait tersebut terbagi ke dalam 148 pupuh atau bab puisi.

Naskah asli yang tersimpan saat ini merupakan hasil penulisan ulang di atas daun lontar pada tahun 1851. Proses rekonstruksi tersebut dikerjakan oleh seorang penulis yang tidak diketahui identitasnya demi menjaga kelestarian teks asli. Berdasarkan kajian literatur Museum Nasional, letak kutipan filosofis Bhinneka Tunggal Ika berada pada bagian akhir tulisan.

Kalimat mutiara tersebut tercantum secara presisi pada pupuh 139 bait ke-5 di dalam manuskrip. Sejarah mencatat bahwa rumusan kalimat tersebut awalnya berfungsi sebagai jembatan toleransi beragama di lingkungan Majapahit. Melalui teks ini, Mpu Tantular berupaya mendamaikan pandangan antara penganut agama Hindu Siwa dan Buddha Mahayana.

Berikut adalah rincian teks asli beserta arti dari kutipan pupuh 139 bait ke-5:

Unsur NaskahIsi Teks / Penjelasan
Bunyi Kutipan AsliRwaneka dhatu winuwus Buddha Wiswa Bhinneki rakwa ring apan kena parwanosen, Mangka ng Jinatwa kalawan Siwatatwa tunggal, Bhinneka tunggal ika tan hana dharma mangrwa
Arti TerjemahanKonon Buddha dan Siwa merupakan dua zat yang berbeda. Mereka memang berbeda, tetapi bagaimanakah bisa dikenali? Sebab kebenaran Jina (Buddha) dan Siwa adalah tunggal. Terpecahbelahlah itu, tetapi satu jugalah itu. Tidak ada kerancuan dalam kebenaran

Melalui terjemahan tersebut, para ahli menangkap pesan mendalam mengenai penyatuan esensi ketuhanan. Konsep keagamaan Jinatwa (Buddha) dan Siwatatwa (Hindu) ditegaskan sebagai satu kesatuan kebenaran yang tidak boleh dipisah-pisahkan.

Ringkasan Cerita Pangeran Sutasoma

Apa isi dari kitab Sutasoma sebenarnya berfokus pada perjalanan spiritual seorang anak raja bernama Pangeran Sutasoma. Ia memilih meninggalkan kehidupan mewah di istana demi mencari kebenaran sejati dan kedamaian batin.

Dalam kisah epik berbentuk kakawin ini, tokoh Sutasoma digambarkan sebagai titisan Buddha yang penuh kasih. Sepanjang pengembaraannya, ia terus mengamalkan ajaran kebajikan, menolong makhluk yang menderita, hingga berhasil meredam berbagai konflik besar.

Kisah pengorbanan suci sang pangeran menjadi refleksi moral yang sangat kuat bagi para pembaca di zaman tersebut. Nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian dalam narasi Sutasoma inilah yang kemudian menginspirasi persatuan Nusantara melintasi sekat perbedaan.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow