Peneliti UB Temukan Spesies Kumbang Baru di Jepang
Seorang peneliti dari Fakultas Bio-industri, Pertanian, dan Kehutanan Universitas Brawijaya (FBiPK UB), Yogo Setiawan, berhasil mengidentifikasi spesies baru kumbang kulit kayu di Jepang. Dilansir dari Detikcom, temuan ini melengkapi laporan dua catatan baru spesies kumbang ambrosia di kawasan tersebut.
Riset tersebut menjadi bagian dari studi doktoral Yogo di The United Graduate School of Agricultural Sciences, Kagoshima University. Penyelidikan ilmiah ini melibatkan kolaborasi internasional antara Kagoshima University, Saga University, Universitas Brawijaya, dan Michigan State University.
Spesies baru yang ditemukan dinamai Hyorrhynchus takakumaensis Setiawan, Hata & Smith, sp. nov. Spesies ini memiliki nama umum Takakuma-Ōkikuimushi.
Penamaan takakumaensis merujuk pada Takakuma Experimental Forest. Kawasan hutan penelitian milik Kagoshima University tersebut berlokasi di Pegunungan Takakuma, Prefektur Kagoshima.
Pembeda utama spesies baru ini terletak pada struktur morfologi epistoma yang mempunyai tanduk atau tuberkel lebar. Selain itu, pola setae serta vestiture pada elitra menunjukkan perbedaan signifikan dibanding spesies lain dalam genus Hyorrhynchus.
Penemuan ini menambah jumlah anggota genus Hyorrhynchus menjadi 11 spesies di seluruh dunia. Catatan spesies dari genus tersebut di Jepang kini meningkat dari dua menjadi tiga spesies.
Dua Catatan Baru Kumbang Ambrosia
Yogo juga mengidentifikasi dua spesies kumbang ambrosia yang sebelumnya belum pernah tercatat di Jepang, yaitu Anisandrus auratipilus Smith, Beaver & Cognato, 2020 dan Debus shoreae (Stebbing, 1907).
"Kumbang ambrosia berperan penting dalam dekomposisi kayu dan daur ulang unsur hara di hutan. Namun, beberapa spesies juga merupakan hama penting pada sektor kehutanan dan pertanian. Untuk itu, pendokumentasian keanekaragaman kelompok kumbang ini sangat penting," kata Yogo dalam keterangan resminya, dikutip Senin (10/8).
Pencatatan Anisandrus auratipilus di Jepang merupakan temuan kedua di dunia setelah pertama kali dideskripsikan dari Provinsi Fujian, China. Sementara itu, Debus shoreae sebelumnya diketahui tersebar di wilayah tropis Asia Timur dan Asia Tenggara.
Proses Pengumpulan Sampel Empat Musim
Pengambilan sampel dilakukan selama satu tahun penuh melewati empat musim, mulai dari musim panas 2024 hingga musim panas 2025. Pengumpulan sampel spesimen dijalankan setiap dua minggu di Takakuma Experimental Forest.
"Sampel dikumpulkan setiap dua minggu di Takakuma Experimental Forest untuk mengkaji keanekaragaman dan dinamika komunitas kumbang kulit kayu serta kumbang ambrosia di hutan Jepang bagian selatan yang beriklim lebih hangat dibandingkan wilayah tengah dan utara," ujar Yogo.
Identifikasi diawali dengan pengamatan karakter morfologi spesimen. Yogo menemukan satu spesimen yang menunjukkan bentuk morfologi tidak biasa.
"Dalam proses identifikasi, saya menemukan satu spesimen yang belum teridentifikasi sampai tingkat spesies, karena karakter morfologinya berbeda dengan spesies lain dalam genus yang sama," ucap Yogo.
Prosedur dilanjutkan melalui konsultasi bersama ahli taksonomi kumbang ambrosia dari Michigan State University. Spesimen tersebut turut dibandingkan dengan koleksi museum, termasuk fasilitas National Agriculture and Food Research Organization (NARO) di Tsukuba, Jepang.
"Setelah berkonsultasi dengan ahli taksonomi di Michigan State University dan membandingkannya dengan koleksi di beberapa museum, kami menyimpulkan bahwa spesimen tersebut memang belum pernah dideskripsikan sebelumnya," tutur Yogo.
Tantangan Lapangan dan Publikasi Riset
Proses identifikasi spesies baru menghadapi kendala cuaca ekstrem dan aksesibilitas lokasi. Pada musim dingin, cairan penampung spesimen dalam perangkap sempat membeku, sedangkan suhu musim panas mencapai 36 derajat Celsius dengan kelembapan tinggi.
Perjalanan menuju lokasi penelitian memerlukan waktu transit menggunakan kapal feri selama 45 menit, dilanjutkan perjalanan darat selama 1 jam. Laporan ilmiah hasil riset ini telah dipublikasikan di jurnal internasional ZooKeys melalui artikel berjudul "A new species of Hyorrhynchus Blandford, 1894 (Coleoptera, Curculionidae, Scolytinae, Hyorrhynchini) and two new records of xyleborine ambrosia beetles from Japan" pada 14 Juli 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow