Prabowo Wajibkan Siswa SD Belajar Bahasa Asing Sejak Dini
Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya pembelajaran bahasa asing bagi siswa sejak sekolah dasar guna memperluas peluang terserap di lapangan kerja internasional. Pernyataan tersebut disampaikan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Jakarta, Jumat (14/8/2026), dilansir dari Detikcom.
Penguasaan bahasa asing dinilai menjadi modal penting agar anak-anak Indonesia memiliki daya saing tinggi saat memasuki dunia kerja global. Pemerintah berencana memulai pembelajaran tersebut sejak kelas 1 SD.
"Bahasa asing mutlak harus kita kuasai. Kita akan mulai bahasa asing untuk anak-anak kita mulai dari SD. SD kelas 1, mereka harus mulai bahasa asing. Bahasa-bahasa yang paling penting, bahasa Inggris, bahasa Mandarin, bahasa Arab, bahasa-bahasa juga Jepang, Korea, bahasa Spanyol, bahasa Perancis," ujar Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Pembelajaran sejak usia dini di bawah 11 hingga 12 tahun dianggap efektif karena anak-anak dapat menyerap bahasa lebih cepat. Langkah ini diambil untuk memberikan akses pendidikan terbaik agar lulusan Indonesia dapat diterima di berbagai sektor pekerjaan mancanegara.
"Dari kecil, di bawah 11-12 tahun, mereka lebih cepat belajar. Anak-anak kita harus punya akses kepada pendidikan terbaik agar mereka nanti kalau masuk ke, kalau sudah mencari lapangan kerja, mereka punya kemampuan lebih, mereka bisa diterima di mana-mana, mereka bisa kerja dengan pihak manapun," kata Prabowo.
Negara-negara maju seperti Tiongkok, Jepang, Korea, Prancis, Spanyol, hingga kawasan Arab terus mengalami perkembangan ekonomi yang dinamis dan membutuhkan interaksi bahasa yang kuat.
"Dan kita mengerti sekarang, Tiongkok ekonomi yang paling dinamis, tapi Jepang juga maju, Korea juga maju, Perancis juga maju. Spanyol, banyak negara bicara Spanyol, banyak negara bicara Perancis, banyak negara bicara bahasa Arab," ucap Prabowo.
Selain bahasa-bahasa tersebut, penguasaan bahasa Rusia juga dinilai strategis karena keunggulan negara tersebut di bidang sains dan teknologi.
"Kita juga harus belajar bahasa Rusia, mereka kuat di bidang sains dan teknologi," tutur Prabowo.
Tingginya permintaan tenaga kerja dari luar negeri di sektor pariwisata dan kesehatan, seperti perawat serta caregiver, membutuhkan kemampuan komunikasi bahasa asing yang memadai dari para pekerja Indonesia.
"Sekarang banyak negara, di mancanegara, kekurangan tenaga kerja. Setiap pemimpin, saya ketemu, bertanya, 'Bisa nggak tenaga kerja dari Indonesia?' Mereka perlu untuk kerja di bidang pariwisata, pariwisata yang harus bisa belajar bahasa. Mereka butuh di rumah sakit mereka, mereka butuh perawat, mereka butuh caregiver, harus bisa bahasa," pungkasi Prabowo.
Karakter masyarakat Indonesia yang ramah, ulet, dan sopan menjadi nilai tambah yang dapat memperkuat daya saing tenaga kerja nasional di tingkat global sekaligus mendukung perekonomian dalam negeri.
"Dan orang Indonesia dikenal ramah, ulet dan sopan. Karena itu tenaga kerja kita diharapkan nanti bisa menjadi kompetitif di dunia, memperkuat ekonomi Indonesia," ujar Prabowo.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow