Siswa Asal Sabu Raijua Lolos SNBP 2026 di Ilmu Komunikasi UGM

Smallest Font
Largest Font

Seorang siswa asal Desa Raenalulu, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, Julian Yusmar Dima Huda, berhasil diterima di Program Studi S1 Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi 2026.

Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian luar biasa bagi Yusmar yang sempat mengalami keterbatasan akses pendidikan akibat kendala ekonomi keluarga di daerahnya, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Yusmar dibesarkan oleh kakeknya yang bekerja sebagai petani, Rehabeam Wadu Dima, dan neneknya yang bekerja sebagai penjual kue, Welmintje Wila Magga, setelah ayahnya wafat saat ia berusia satu tahun.

"Saya dulu baru bisa membaca waktu kelas 5 SD karena memang tidak ada yang mengajari. Opa dan Oma juga tidak sekolah, bahkan tidak bisa bahasa Indonesia. Waktu pandemi Covid-19 baru punya handphone, dari situ saya berkomitmen untuk serius belajar," ujar Yusmar.

Pikiran Yusmar untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi mulai terbuka setelah ia mengikuti ajang pemilihan Duta Siswa Indonesia ketika duduk di bangku kelas 12 SMA.

"Dari situ, saya benar-benar terbuka pikiran bahwa pendidikan itu sangat penting, apalagi untuk melanjutkan ke perguruan tinggi," kata Yusmar.

Selama bersekolah, ia aktif di organisasi kepramukaan dan OSIS hingga dipercaya menjabat sebagai wakil ketua OSIS di sekolahnya.

"Selama dua tahun saya menunggu dipilih guru untuk ikut lomba, tapi tidak pernah dapat kesempatan. Akhirnya pada saat kelas 12 saya tidak mau menyesal, jadi saya mulai daftar sendiri ikut berbagai lomba," ucap Yusmar.

Untuk menjaga keseimbangan antara prestasi akademik dan kegiatan organisasi, Yusmar menerapkan disiplin waktu belajar yang ketat pada waktu dini hari sebelum berangkat ke sekolah.

"Hampir setiap hari saya bangun sekitar pukul 04.00 hingga 05.00 untuk membaca kembali materi yang akan dipelajari di sekolah. Pagi hari menjadi waktu paling efektif untuk memahami pelajaran karena kondisi tubuh dan pikiran masih segar," tutur Yusmar.

Keputusannya memilih program studi Ilmu Komunikasi didasarkan pada minat pribadinya yang gemar berkomunikasi serta memproduksi konten kreatif untuk media sosial.

"Saya suka berkomunikasi, suka membuat konten di media sosial. Jadi Ilmu Komunikasi benar-benar sesuai dengan minat saya. Saya juga punya prinsip ingin keluar dari zona nyaman dan ingin membuktikan bahwa kita yang berasal dari daerah terpencil juga bisa bermimpi dan kuliah di kampus besar seperti UGM," jelas Yusmar.

Kerja keras tersebut membuahkan hasil kelulusan SNBP di Ilmu Komunikasi UGM sekaligus perolehan beasiswa uang kuliah tunggal pendidikan unggul bersubsidi penuh atau gratis 100 persen.

"Nikmati prosesnya, jangan hanya mengejar hasilnya saja. Jangan mengecilkan mimpi kalian hanya karena berasal dari daerah 3T atau memiliki keterbatasan ekonomi. Kalau ingin lolos SNBP, siapkan strategi yang matang dan percaya pada usaha serta doa," pungkas Yusmar.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed