Undana Bantah Mahasiswa Depresi akibat Ujian Skripsi Batal 12 Kali

Smallest Font
Largest Font

Universitas Nusa Cendana (Undana) menepis isu bahwa mahasiswanya berinisial JS mengalami depresi dan pembatalan ujian skripsi sebanyak 12 kali. Penjelasan tersebut disampaikan Wakil Rektor IV Undana Prof Philiphi de Rozari saat konferensi pers di Kupang, NTT, Rabu (5/8/2026), dilansir dari Detikcom.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan JS hanya mengalami kecemasan serta kelelahan yang berimbas pada kondisi fisiknya. Setelah sempat mendapatkan perawatan medis di rumah sakit, JS kini sudah kembali ke rumah untuk menjalani pemulihan.

Pihak rektorat memohon dukungan moral agar mahasiswa tersebut dapat segera menyelesaikan tugas akhirnya. Proses akademik JS dipastikan akan tetap berlanjut setelah kondisinya membaik.

"Kami mohon doa dari kita semua agar proses pemulihannya berjalan baik sehingga mahasiswa kami ini dia dapat melanjutkan proses akademiknya dan juga menyelesaikan tugas akhirnya dan juga dapat meraih cita-citanya ke depan," tuturnya dikutip dari tayangan ulang Konferensi Pers di YouTube resmi Undana, Kamis (6/8/2026).

Philiphi menegaskan narasi pembatalan ujian skripsi belasan kali di media sosial tidak sesuai kenyataan. Penundaan yang terjadi merupakan dinamika penyesuaian jadwal seminar antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan tim penguji.

"Pembatalan 12 kali ujian skripsi di media itu tidak benar dan proses yang terjadi itu adalah penyesuaian jadwal untuk melakukan seminar proposal dan seminar hasil. Jadi bukan ujian skripsi," paparnya.

Ia menerangkan bahwa tahapan tugas akhir dimulai dari seminar proposal, seminar hasil, hingga ujian skripsi. Komunikasi antara JS dengan para dosen selama ini diklaim berjalan baik dan selalu direspons.

Kendala durasi waktu penyelesaian tugas akhir dipicu oleh akumulasi penyesuaian jadwal bersama di tingkat program studi maupun fakultas. Manajemen kampus berupaya mempertemukan kembali mahasiswa dan penguji setelah masa pemulihan selesai.

Rektor Undana Prof Dr Ir Jefri S Bale bersama tim khusus telah melakukan investigasi independen serta mengunjungi rumah JS dan dosen penguji. Kampus juga meninjau ulang standar operasional prosedur penugasan dosen serta administrasi ujian.

"Kami akan melaksanakan evaluasi secara menyeluruh terhadap tata kelola akademik kami untuk memastikan atau untuk mengidentifikasi aspek-aspek yang benar-benar memerlukan perbaikan," kata Philiphi.

Evaluasi ini ditujukan untuk memperbaiki koordinasi antarunit dan mekanisme penjadwalan ujian. Hasil analisis investigasi nantinya akan ditindaklanjuti menjadi rekomendasi resmi kampus.

"Khususnya yang berkaitan dengan mekanisme penjadwalan ujian skripsi, koordinasi antar unit, sistem komunikasi kepada mahasiswa, serta prosedur penanganan apabila terjadi perubahan jadwal atau keadaan yang bersifat mendesak," imbuhnya.

Atas kasus yang menjadi sorotan publik ini, Mendiktisaintek Brian Yuliarto sempat menyapa JS melalui panggilan video. Kemdiktisaintek menyatakan dukungan penuh bagi kelancaran studi mahasiswa tersebut hingga lulus.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow