Anisa Nurmalitasari Lolos Jurusan Gizi Kesehatan UGM Lewat Jalur SNBP

Smallest Font
Largest Font

Seorang siswa bernama Anisa Nurmalitasari berhasil meloloskan diri ke Jurusan Gizi Kesehatan Universitas Gadjah Mada melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi pada Selasa, 23 Juni 2026. Keberhasilan tersebut diraih melalui persiapan panjang sejak awal masa sekolah menengah atas demi menjaga konsistensi nilai akademik.

Dilansir dari Detikcom, siswi yang akrab disapa Nurma ini tidak hanya dinyatakan diterima sebagai mahasiswa baru, melainkan juga sukses memperoleh beasiswa pendidikan penuh sebesar 100 persen dari pihak kampus UGM. Prestasi ini menjadi perwujudan dari target jangka panjang yang telah ia tetapkan sejak awal masuk SMA.

"Kalau strateginya saya fokus ke nilai, mempertahankan nilai, sama meningkatkannya supaya dapat peringkat juga di sekolah," ujarnya dikutip dari laman UGM, Selasa (23/6/2026).

Kabar kelulusan tersebut mendatangkan kegembiraan besar bagi sang ayah yang sehari-hari bekerja sebagai seorang wiraswasta dengan memproduksi camilan kacang untuk dititipkan di beberapa angkringan. Pihak keluarga menyatakan rasa syukur mendalam atas apresiasi berupa keringanan biaya studi total yang diberikan oleh universitas.

"Tidak kepikiran karena saya kan orang wiraswasta, jadi kadang-kadang ada, kadang-kadang enggak. Itu benar-benar bagi saya sangat bersyukur dan luar biasa. Ini benar-benar apresiasi dari UGM untuk memberikan kesempatan pada anak saya melanjutkan studi di UGM," kata sang ayah.

Kebutuhan harian keluarga tersebut selama ini dipenuhi dari hasil penjualan camilan yang disebarkan ke warung-warung angkringan. Sang ayah menambahkan bahwa ia selalu memelihara keyakinan kuat mengenai kecukupan nafkah di saat situasi mendesak.

"Saya titipkan di angkringan-angkringan itu untuk keseharian. Alhamdulillah dari situ bisa mencukupi kebutuhan. Kalau yang lain-lain, keyakinan saya pas dibutuhkan selalu ada," sebutnya.

Dalam proses belajarnya, Nurma menerapkan manajemen waktu yang ketat dengan memulai aktivitas belajar sejak pukul 3 dini hari. Keterbatasan kondisi rumah yang kurang kondusif untuk berkonsentrasi mendorong dirinya memanfaatkan perpustakaan universitas pascapulang sekolah hingga pukul 11 malam.

"Tidak jarang Ayah kerap mengantar ke perpustakaan (UGM) untuk belajar hingga malam," ujarnya.

Minat mendalam terhadap integrasi antara pemenuhan kebutuhan pangan manusia dan dunia kesehatan menjadi landasan utama Nurma dalam menetapkan pilihan prodi. Keputusan untuk memilih rumpun ilmu Gizi ini telah melalui pertimbangan matang serta diskusi bersama orang tua dan guru bimbingan konseling sejak awal sekolah.

"Saya merenungkan yang dibutuhkan kira-kira kalau tanpa itu manusia tidak bisa hidup seperti makanan. Terus saya gabungkan antara makanan sama kesehatan, ketemu di Gizi," terangnya.

Program studi Gizi Kesehatan tersebut menjadi pilihan tunggal yang dicantumkan oleh Nurma ketika melakukan pendaftaran pada berkas SNBP tanpa menuliskan opsi alternatif lain.

"Saya sudah mantap gizi, sudah diskusi juga dengan orang tua, guru BK juga. Terus akhirnya saya mantap di jurusan ini, tidak ada alternatif lain," jelasnya.

Guna mengisi waktu luang menjelang dimulainya perkuliahan perdana, Nurma saat ini disibukkan dengan kegiatan kerja lepas dan kursus bahasa Inggris. Dirinya juga telah bergabung dalam kelompok aktivitas mahasiswa guna mengikuti rangkaian seminar serta lokakarya resmi.

"Saya sudah ikut grup 1001 kegiatan UGM. Jadi aktif ikut seminar, workshop, bahkan yang bersertifikat," jelasnya.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow