Awal Mula Kerajaan Tarumanegara Siapa Sosok Asli Pendiri Dinasti Pertama di Jawa Barat

Smallest Font
Largest Font

Mengetahui siapa pendiri Kerajaan Tarumanegara sering kali membingungkan karena banyaknya nama raja yang tercatat dalam prasasti sejarah Nusantara. Kebingungan ini membuat banyak orang tertukar antara sosok pencetus awal dengan raja yang membawa kerajaan pada puncak kejayaan. Melalui artikel edukasi sejarah ini, Anda akan mempelajari identitas asli sang pendiri secara berurutan.

Langkah demi langkah rekonstruksi sejarah ini disusun berdasarkan data valid dari para sejarawan terkemuka. Memahami silsilah dan awal berdirinya kekuasaan di Jawa bagian barat akan membantu Anda menyusun peta sejarah Nusantara secara utuh. Berikut adalah tahapan kronologis untuk mengenal tokoh penting tersebut.

Langkah pertama yang paling krusial adalah mengenali nama Maharesi Jayasingawarman. Beliau merupakan tokoh spiritual sekaligus pemimpin yang mendirikan Kerajaan Tarumanegara pada tahun 358 Masehi.

Dari pengalaman saya membedah materi sejarah, kesalahan umum yang sering saya temui adalah masyarakat mengira Raja Purnawarman sebagai pendiri. Purnawarman memang sangat populer karena namanya terpahat di banyak prasasti, namun beliau sebenarnya adalah raja ketiga. Jayasingawarman datang ke Nusantara sebagai pengungsi dari wilayah India setelah tanah airnya mengalami pergolakan politik. Beliau memimpin kelompoknya untuk membuka pemukiman baru di wilayah barat Pulau Jawa.

Langkah 2 Menelusuri Periode Evolusi Tarumadesya Menjadi Kerajaan

Setelah mengidentifikasi tokohnya, langkah berikutnya adalah memahami proses berdirinya negara. Jayasingawarman tidak langsung mendirikan kerajaan besar begitu mendarat di pesisir barat Jawa.

Beliau mengawali pembangunan wilayah dengan mendirikan sebuah desa pemukiman kecil bernama Tarumadesya. Nama desa ini merujuk pada keberadaan pohon tarum yang tumbuh subur di sekitar aliran sungai wilayah tersebut.

Berdasarkan catatan sejarah, terdapat masa 10 tahun yang dibutuhkan oleh Tarumadesya sebelum akhirnya berkembang menjadi sebuah kota yang mandiri. Melalui proses adaptasi dan asimilasi dengan penduduk lokal, kota ini bertransformasi menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Tarumanegara.

Kerajaan Tarumanegara merupakan kerajaan Hindu beraliran Vishnu yang memegang kendali kekuasaan di bagian barat Pulau Jawa sejak abad ke-4 hingga abad ke-7.

Langkah 3 Memetakan Hubungan Tarumanegara dengan Salakanagara

Langkah ketiga yang wajib dipahami adalah menganalisis pergeseran kekuasaan politik regional pada masa itu. Kehadiran Tarumanegara mengubah konstelasi politik yang sebelumnya didominasi oleh Kerajaan Salakanagara.

Sebelum Tarumanegara berdiri, wilayah tersebut berada di bawah pengaruh wangsa Dewawarman. Pusat pemerintahan berada di Rajatapura atau Salakanagara yang diperkirakan oleh Ptolemeus sebagai Kota Perak atau Argyre sejak tahun 150 Masehi.

Tahun 362 M menjadi batas akhir Salakanagara menjadi pusat pemerintahan utama di wilayah tersebut. Status Salakanagara kemudian berubah menjadi kerajaan daerah atau negara bagian yang tunduk di bawah kekuasaan Tarumanegara.

Langkah 4 Menghitung Masa Pemerintahan dan Suksesi Dinasti

Langkah keempat adalah mempelajari garis waktu kepemimpinan dinasti awal ini secara mendalam. Jayasingawarman meletakkan fondasi hukum dan pemerintahan yang kuat selama beberapa dekade. Tercatat masa pemerintahan Jayasingawarman sebagai pendiri dan Raja Tarumanegara ke-1 berlangsung pada tahun 358–382 M. Durasi kepemimpinan ini cukup untuk memperkuat stabilitas internal kerajaan dari ancaman luar.

Pada tahun 382 M, Maharesi Jayasingawarman wafat. Pemimpin legendaris ini kemudian digantikan oleh anaknya yang bernama Dharmayawarman sebagai Raja Tarumanegara kedua.

Jayasingawarman, Pendiri Kerajaan Tarumanegara | ASISI Channel

Langkah 5 Mengetahui Akhir Garis Waktu Penguasa Tarumanegara

Langkah kelima adalah melihat bagaimana dinasti ini akhirnya bertransformasi dan pecah menjadi beberapa kerajaan baru. Proses ini terjadi beberapa abad setelah kematian sang pendiri asli.

Raja terakhir Tarumanegara adalah Linggawarman, yang tidak memiliki anak laki-laki sebagai penerus takhta. Kekuasaan akhirnya jatuh ke tangan menantunya yang bernama Maharaja Tarusbawa.

Maharaja Tarusbawa, yang juga dikenal sebagai Tohaan di Sunda, memerintah pada tahun 670–723 M. Beliau memilih untuk mendirikan ibukota baru di dekat hulu Cipakancilan dan mengubah nama kerajaan menjadi Kerajaan Sunda.

Kronologi Penguasa Sunda Galuh Pasca Tarumanegara

Setelah runtuhnya Tarumanegara, dinamika politik di Jawa Barat bergeser ke arah persaingan antara Sunda dan Galuh. Untuk memberikan gambaran data terstruktur yang jelas, berikut adalah linimasa penguasa wilayah tersebut berdasarkan rangkuman dokumen sejarah.

Daftar Penguasa dan Masa Pemerintahan Pasca Tarumanegara
Nama PenguasaTahun PemerintahanPeristiwa Penting
Maharaja Tarusbawa670–723 MMemindahkan ibukota ke hulu Cipakancilan
Mandiminyak702–709 MMenjadi raja Galuh kedua
Bratasenawa716 MDikudeta dari takhta Galuh oleh Purbasora
Sanjaya723–32 MPenguasa Sunda Galuh sekaligus menantu Tarusbawa
Sanjaya732 MMenjadi penguasa Kalingga Utara Bumi Mataram
Tamperan Barmawijaya732–739 MMeneruskan takhta setelah Sanjaya pindah

Melihat data di atas, kita bisa memahami bahwa pembagian kekuasaan pasca-Tarumanegara melahirkan tokoh-tokoh besar seperti Sanjaya. Prabu Harisdarma atau Rakeyan Jamri ini berhasil menyatukan kembali trah kekuasaan Sunda dan Galuh sebelum bertolak ke Jawa Tengah.

Prasyarat Menguasai Materi Sejarah Tarumanegara

Bagi Anda yang sedang mempelajari sejarah kuno Nusantara untuk kebutuhan akademis maupun riset, ada beberapa sumber primer yang wajib divalidasi. Berikut adalah daftarnya.

  • Mengidentifikasi lokasi penemuan tujuh prasasti utama Tarumanegara.
  • Menganalisis isi teks Prasasti Ciaruteun yang memuat tapak kaki Purnawarman.
  • Mempelajari catatan perjalanan musafir China seperti Fa-Hien yang singgah di To-lo-mo.
  • Mengkaji naskah Wangsakerta terkait silsilah raja-raja Sunda.

Berdasarkan catatan kepustakaan tim Gramedia, pemahaman tentang pendiri awal Kerajaan Tarumanegara ini menjadi fondasi penting untuk memahami bagaimana kebudayaan Hindu-Buddha berakar di Nusantara. Maharesi Jayasingawarman telah berhasil mengubah sebuah komunitas pengungsi kecil di tepi sungai menjadi imperium tangguh yang mendominasi sejarah tanah Pasundan selama berabad-abad.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed