Kemendikdasmen Terapkan PJJ di Ribuan Sekolah Kalimantan
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menerapkan pembelajaran jarak jauh di ribuan sekolah di Kalimantan yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, agar keselamatan siswa terjaga sementara proses belajar tetap berjalan.
Menurut Kemendikdasmen, terdapat 54.743 satuan pendidikan dengan lebih dari 6 juta murid di 12 provinsi Kalimantan yang berpotensi terpapar asap karhutla.
Kemendikdasmen melaporkan PJJ diterapkan pada 3.524 satuan pendidikan, mencakup sekitar 571.338 murid di Kalimantan Barat, Palangka Raya, hingga Banjarbaru, untuk menjaga keberlanjutan pembelajaran.
Dalam kebijakan pelaksanaannya, Kemendikdasmen menyebut masa PJJ menyesuaikan ketentuan dinas pendidikan setempat. Di Kota Banjarbaru, PJJ diterapkan pada 24-28 Agustus 2026 berdasarkan Surat Edaran Dinas Pendidikan.
Mu'ti menegaskan keselamatan siswa menjadi prioritas utama, namun pembelajaran tidak boleh terhenti di tengah kondisi udara yang memburuk.
"Keselamatan adalah harga mati. Namun, kami juga tidak ingin generasi muda kehilangan momentum belajar mereka," ujar Mu'ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, dilansir dari Detikcom.
Mu'ti juga menyatakan Kemendikdasmen siap bergerak cepat bersama kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan murid terdampak tetap memperoleh hak belajar.
"Kemendikdasmen siap bergerak cepat bersama seluruh kementerian dan lembaga terkait. Kami pastikan seluruh murid terdampak karhutla tidak kehilangan hak belajar dan terus melakukan proses pembelajaran yang efektif, adaptif, dan efisien," kata Mu'ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, dilansir dari Detikcom.
Pembelajaran jarak jauh dinyatakan sebagai kebijakan transisi selama asap masih mengepul. Guru dan tenaga kependidikan ditugaskan memastikan murid tetap belajar di rumah, sementara kepala sekolah mengawasi proses akademik dan penerapan protokol kesehatan.
Kemendikdasmen juga memantau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sebagai dasar untuk menentukan kelanjutan PJJ atau kembalinya tatap muka.
Kemendikdasmen menyampaikan dukungan lain untuk menjaga aktivitas belajar tetap berjalan, termasuk aktivasi posko pendidikan darurat di lima provinsi prioritas untuk koordinasi cepat.
Selain itu, Kemendikdasmen menyebut distribusi masker medis dan paket kesehatan ke satuan pendidikan terdampak, penyediaan ruang kelas khusus dengan filtrasi udara di sekolah rujukan setiap kecamatan, serta layanan konseling untuk membantu murid dan guru mengelola stres akibat bencana.
Kemendikdasmen juga melaporkan fleksibilitas penggunaan dana Bantuan Operasional Pendidikan dan Bantuan Operasional Sekolah yang dilonggarkan untuk kebutuhan darurat asap.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow